Saturday, 04 April 2026

Indonesia Dijadwalkan Terima Jet Tempur Generasi Lima Mulai 2032

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – CEO Turkish Aerospace Industries (TAI/Tusas), Mehmet Demiroglu, memaparkan perkembangan terbaru jet tempur generasi kelima KAAN dan drone generasi keenam Anka-3. Ia memastikan pengiriman tahap awal KAAN ke Indonesia dimulai pada 2032, setelah pengiriman untuk Angkatan Udara Turki pada 2028. Indonesia telah mengamankan kontrak pembelian 48 unit sejak 2025 dengan nilai proyek mencapai 15 miliar dolar AS. (04/4/26)

“Indonesia tidak hanya memperoleh alutsista berteknologi tinggi, tetapi juga berkesempatan besar untuk mengembangkan basis industri pertahanan lokal”

Sementara itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menegaskan pembelian pesawat tempur KAAN dari Turkish Aerospace Industries dilakukan melalui mekanisme Pinjaman Luar Negeri (PLN). Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa kontrak awal saat ini sedang dalam proses aktivasi bersama Kemenkeu, dengan skema pengadaan bertahap mengikuti kesiapan anggaran dan kebutuhan TNI.

Rico menambahkan, penjelasan ini sekaligus menjawab isu publik mengenai proses pengadaan alutsista dari Turki. Pengiriman dan realisasi pembelian dipastikan mengikuti timeline yang telah disepakati.

Pemerintah Indonesia sebelumnya menandatangani kontrak pembelian 48 unit KAAN pada ajang IDEF 2025 di Istanbul, disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Kontrak tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan Government-to-Government (G2G) yang ditandatangani pada 11 Juni 2025.

Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang menegaskan bahwa kesepakatan itu bukan sekadar transaksi alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi bagian dari strategi jangka panjang memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional. Ia menyebut kerja sama ini membuka peluang pengembangan basis industri lokal melalui transfer teknologi dan peningkatan kemampuan produksi dalam negeri. “Basis industri lokal yang akan dibentuk di Indonesia diharapkan menjadi bukti nyata dari kemitraan yang saling menguntungkan dan berlandaskan persahabatan,” ujarnya.

(Amri-untuk Indonesia)