Saturday, 28 February 2026

Istana Tegaskan MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan 20% APBN

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan sebagaimana polemik yang berkembang.

Menurut Teddy, anggaran pendidikan tahun 2026 sebesar Rp 769,1 triliun telah memenuhi ketentuan mandatory spending 20 persen dari APBN dan disepakati bersama pemerintah dan DPR.

“Anggaran pendidikan itu 20 persen dari APBN. Tahun ini Rp 769,1 triliun. Itu anggaran pendidikan. Isinya banyak, peruntukannya,” ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (27/2/2026).

Ia menekankan, Undang-Undang APBN telah melalui pembahasan dan persetujuan bersama DPR, termasuk di Badan Anggaran (Banggar). Teddy bahkan menyinggung Ketua Banggar DPR berasal dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

“Isinya, peruntukannya sudah disepakati bersama tahun lalu oleh pemerintah, DPR, dan Badan Anggaran DPR,” katanya.

Teddy membantah narasi yang menyebut MBG menyebabkan sekolah terbengkalai atau guru tidak diperhatikan. Ia menyebut tudingan tersebut sebagai pemahaman yang keliru.

Polemik mencuat setelah PDIP menyatakan berdasarkan lampiran APBN, anggaran sebesar Rp 223,5 triliun untuk MBG berasal dari total anggaran pendidikan nasional. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PDIP MY Esti Wijayati menyebut angka tersebut tercantum resmi dalam buku lampiran APBN.

PDIP mempertanyakan konsistensi pernyataan pemerintah yang sebelumnya menyebut anggaran MBG berasal dari efisiensi belanja, bukan dari jatah pendidikan.

Menanggapi hal itu, Istana menegaskan program MBG tetap menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tidak mengurangi komitmen terhadap sektor pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lanjutan terkait kemungkinan revisi atau penjelasan teknis detail alokasi Rp 223,5 triliun dalam struktur belanja pendidikan tersebut.

(Amri-untuk Indonesia)