lognews.co.id, Jakarta — Partai NasDem menggelar diskusi bertajuk “Memaknai Pemikiran Muhammad Yamin” di Auditorium Perpustakaan Panglima Hitam, NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026). Forum ini menyoroti peran historis Muhammad Yamin dalam perumusan dasar negara.
Sejumlah pembicara hadir, antara lain pengamat pemikiran Yamin Yos Fitradi, Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Taufik Basari, serta Roy Rahaja Sayamin selaku cucu Muhammad Yamin.
Dalam diskusi tersebut, Yamin dikenang sebagai tokoh multitalenta, sastrawan, politisi, sekaligus anggota Panitia Sembilan yang dibentuk menjelang sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada Mei 1945.
Salah satu bahasan utama adalah kontribusi linguistik Yamin dalam penamaan dasar negara. Sejumlah catatan sejarah menyebut Yamin mengusulkan istilah “Sila”, sementara kata “Panca” berasal dari Soekarno. Kolaborasi pemikiran tersebut kemudian melahirkan istilah “Pancasila”.
Kedekatan intelektual keduanya juga tercatat ketika Soekarno menulis pengantar untuk buku Yamin berjudul 6000 Tahun Sang Merah Putih, yang terbit bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda.
Taufik Basari menyampaikan kegiatan ini merupakan arahan Ketua Umum NasDem Surya Paloh agar kader partai terus merawat akar sejarah kebangsaan.
“Kita tidak boleh ‘Jas Merah’, melupakan sejarah. Tidak hanya jasanya, tetapi seluruh milestone dan pilar-pilar fondasi kebangsaan harus kita rawat,” ujarnya.
NasDem menilai pemikiran Yamin relevan untuk dikontekstualisasikan dengan tantangan kebangsaan saat ini. Diskursus sejarah diharapkan tidak berhenti sebagai narasi masa lalu, tetapi menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan publik di tingkat nasional maupun daerah.
(Amri-untuk Indonesia)



