Polisi Khawatir Squishy Suntik Menormalisasi Jarum Suntik di Kalangan Anak

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

INDRAMAYU, lognews.co.id – Fenomena mainan squishy yang dilengkapi jarum suntik tidak hanya menjadi perhatian karena potensi bahaya fisiknya, tetapi juga dikhawatirkan dapat membentuk kebiasaan baru pada anak-anak dalam memperlakukan alat kesehatan yang seharusnya digunakan secara terbatas dan berada dalam pengawasan tenaga medis.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Kasat Resnarkoba Polres Indramayu, AKP Boby Bimantara, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dalam talkshow Konferensi PERS (Prima Edukasi Ruang Siaran) di Radio Prima 95,8 FM Indramayu, Selasa (3/11/2026).

Mengangkat tema Generasi Pelanjut dalam Bayang-Bayang Bahaya: Kasus Squishy Suntik, diskusi yang berlangsung pukul 10.00-11.00 WIB tersebut membahas potensi ancaman mainan squishy yang menggunakan jarum suntik terhadap anak-anak, khususnya pelajar sekolah dasar.

Boby menilai, penggunaan jarum suntik sebagai bagian dari permainan berpotensi membuat anak terbiasa berinteraksi dengan benda tajam yang memiliki risiko kesehatan.

"Dari perspektif risiko psikologis atau desensitisasinya, jarum suntik ini mungkin akan menjadi normalisasi bagi anak-anak, karena mereka dari sejak dini sudah terbiasa memegang atau memainkan jarum suntik yang kita belum ketahui asal-usulnya," ungkap Boby.

Ia menjelaskan, anak-anak yang sebelumnya memiliki rasa takut terhadap jarum suntik dikhawatirkan menjadi terbiasa karena benda tersebut digunakan sebagai bagian dari aktivitas bermain sehari-hari.

Padahal, penggunaan jarum suntik tanpa pengawasan medis berpotensi menimbulkan risiko luka tusuk, infeksi, hingga kemungkinan penularan penyakit seperti hepatitis dan HIV, terutama apabila alat yang digunakan tidak diketahui asal-usul maupun kondisi kebersihannya.

Menurut Boby, anak-anak sekolah dasar menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian karena belum sepenuhnya memahami risiko kesehatan dari penggunaan benda tajam tersebut.

Karena itu, Polres Indramayu berencana berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Dinas Pendidikan, untuk memperkuat sosialisasi kepada sekolah maupun orang tua.

Talkshow tersebut dipandu Dynasti, S.I.Kom., dengan menghadirkan pula Kanit Tipidter Satreskrim Polres Indramayu, Iptu Yoga Nanda Pratama, S.Tr.K., M.Si.

 

Melalui diskusi tersebut, kepolisian mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap jenis permainan anak sekaligus membangun pemahaman sejak dini mengenai penggunaan alat kesehatan secara aman. (Saheel untuk Indonesia)