INDRAMAYU, Lognews.co.id – Regu 2 Pos Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Jatibarang, Kabupaten Indramayu, melakukan evakuasi ular di halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Kasih, Desa Luwih Gede, Kecamatan Widasari, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan penanganan kejadian nonkebakaran yang dilaksanakan oleh petugas Damkar untuk membantu masyarakat dalam menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Berdasarkan laporan Danru 2 Pos Unit Damkar Jatibarang, proses evakuasi berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 10.30 WIB. Penanganan dilakukan setelah adanya laporan mengenai keberadaan ular di halaman sekolah.
Evakuasi Berlangsung Satu Jam
Dalam kegiatan tersebut, empat petugas piket diterjunkan, yakni Mahathir, Ferry AP, Rizki IR, dan Safri C. Proses evakuasi dipimpin oleh Danru 2 Pos Unit Jatibarang, Mahathir Akbar Azari.
Petugas melakukan penanganan terhadap ular yang berada di area halaman sekolah. Berdasarkan laporan resmi, proses evakuasi berhasil diselesaikan dengan baik.
Keberhasilan penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya petugas Damkar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga dalam menghadapi kondisi darurat nonkebakaran.
Damkar Berikan Pelayanan Nonkebakaran
Penanganan ular di lingkungan sekolah menjadi salah satu bentuk respons petugas terhadap potensi gangguan keselamatan di fasilitas pendidikan.
Keberadaan ular di area aktivitas warga sekolah perlu ditangani secara tepat untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan. Dalam situasi semacam ini, masyarakat dapat meminta bantuan petugas yang memiliki perlengkapan dan keterampilan untuk melakukan evakuasi.
Melalui kegiatan tersebut, Pos Unit Damkar Jatibarang kembali menjalankan perannya dalam membantu penanganan kondisi darurat di wilayah Kabupaten Indramayu. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, lognews.co.id - Kebakaran melanda lahan ilalang di belakang permukiman warga di Jalan Nasional 1, Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (7/10/2026) petang.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.15 WIB. Pemerintah Desa Ilir kemudian melaporkan kejadian kepada Regu III Damkar Pos Patrol pada pukul 17.50 WIB.
Petugas Damkar berangkat menuju lokasi pada pukul 17.53 WIB dan tiba sekitar pukul 18.15 WIB. Penanganan awal dilakukan pada pukul 18.20 WIB hingga proses pemadaman dan pendinginan selesai sekitar pukul 20.50 WIB.
Dalam penanganan tersebut, Damkar Pos Patrol mendapat bantuan dari Brigif TP 34 Cakra Buana, Bhabinkamtibmas, MP Kandanghaur, serta Pemerintah Desa Ilir.
Kabid Kebakaran Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan petugas masih melakukan proses pendinginan setelah api berhasil dipadamkan.
"Kami dari Damkar Indramayu, Pos Unit Patrol dibantu dengan Brigif TP 34 Cakra Buana. Kita lagi berada di Kecamatan Kandanghaur. Ini lagi pendinginan, telah terjadi kebakaran di lahan gambut. Malam ini kami masih melakukan pendinginan," ujar Jajat.
Jajat menjelaskan, kondisi cuaca panas yang disertai angin dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama pada area yang memiliki vegetasi kering.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat Kabupaten Indramayu agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api secara sembarangan.
"Yang pertama, jangan membakar sampah sembarangan. Yang kedua, jangan membakar ilalang. Yang ketiga, jangan membuang puntung rokok sembarangan di area rumput yang kering," kata Jajat.
Selain itu, masyarakat diminta tidak meninggalkan kompor dalam keadaan masih menyala serta mewaspadai potensi korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran.
Menurut Jajat, kejadian kebakaran lahan tersebut menjadi pengingat bahwa pembakaran ilalang maupun sampah sembarangan dapat menyebabkan api dengan cepat meluas.
"Inilah akibatnya kalau kita membakar ilalang atau sampah sembarangan. Ini semua terbakar. Mari kita jaga bersama Bumi Indramayu supaya tidak terjadi kebakaran yang meluas," ujarnya.
Jajat juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada Damkar apabila melihat kebakaran dan tidak mendekati lokasi kejadian.
"Bilamana terjadi, melihat kebakaran, cepat hubungi kami, Damkar Indramayu, dan cepat menghindar dari lokasi," imbaunya.
Berdasarkan laporan penanganan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran dan nilai kerugian masih belum diketahui.
Petugas menyelesaikan penanganan sekitar pukul 20.50 WIB dan kemudian kembali ke Pos Patrol. Petugas tiba di pos sekitar pukul 21.30 WIB dengan jarak tempuh sekitar 13 kilometer.
Hingga penanganan selesai, kondisi dilaporkan aman dan api berhasil dipadamkan. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, lognews.co.id - Memasuki usia ke-499 tahun, Kabupaten Indramayu masih menghadapi pekerjaan rumah besar di tengah melimpahnya sumber daya alam. Bupati Indramayu Lucky Hakim menyoroti ketimpangan ekonomi dan penguasaan sumber daya yang dinilai membuat manfaat kekayaan daerah belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Persoalan tersebut disampaikan Lucky seusai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Indramayu dalam rangka Hari Jadi ke-499 Indramayu, Rabu (7/10/2026).
Lucky mengatakan, Indramayu memiliki berbagai potensi besar, mulai dari lahan pertanian yang subur, minyak dan gas, wilayah pesisir, perikanan hingga komoditas pertanian. Namun, besarnya potensi tersebut belum otomatis membuat seluruh masyarakat hidup sejahtera.
"PR-nya banyak sekali, dari hampir semua lini. Kita ini kan kabupaten yang bukan kabupaten miskin. Tanah kita subur, bahkan ada minyaknya. Bahkan di atas minyaknya ada gasnya," ujar Lucky.
Menurutnya, persoalan utama yang perlu dibenahi adalah bagaimana kekayaan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih merata.
"Pantainya panjang, pantainya ada ikannya. Sawahnya subur. Tapi kenapa banyak orang tidak mampu di sini? Itu menurut saya adalah salah satu PR besar," katanya.
Lucky Soroti Ketimpangan Penguasaan Lahan dan Sumber Daya
Lucky mempertanyakan kemungkinan adanya ketimpangan dalam penguasaan aset produksi, terutama lahan pertanian dan armada perikanan.
"Jangan-jangan kekayaan itu hanya dikuasai oleh beberapa kelompok orang? Apakah ada satu orang ini yang memiliki bahkan sampai 50 hektare? Sementara ada yang satu hektare digarap oleh banyak orang. Itu ketimpangan tentang lahan itu sangat penting sekali," ujarnya.
Hal serupa, kata Lucky, dapat terjadi di sektor perikanan ketika sumber daya laut yang melimpah tidak sepenuhnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bekerja di dalamnya.
"Ketika bicara ikannya banyak, jangan-jangan satu orang punya kapalnya 20, 30, 50 kapal. Sementara yang kerja itu sebagai buruh," katanya.
Karena itu, pemerintah, menurut Lucky, harus hadir untuk mengikis ketimpangan tersebut.
"Para pengusaha tetap untung, para pengusaha tetap semangat. Tapi para buruhnya itu ada peningkatan taraf hidup," ujarnya.
Pendidikan dan Kewirausahaan Jadi Jalan Keluar
Lucky mengatakan penyelesaian ketimpangan harus dimulai dari masyarakat yang berada pada lapisan ekonomi paling bawah.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan.
"Setelah itu mereka diberikan pendidikan yang baik. Karena tanpa pendidikan mereka tidak bisa naik kelas," katanya.
Ia menilai pendidikan tidak cukup hanya membuat masyarakat bersekolah. Kualitas pendidikan menjadi faktor penting agar masyarakat memiliki kesempatan memperbaiki kondisi ekonominya.
"Saya rasa banyak orang sekolah. Tapi berkualitas tidak. Pendidikannya berkualitas. Karena kalau tidak berkualitas, mereka tidak bisa maju," ujar Lucky.
Selain pendidikan, pemerintah juga perlu mendorong kewirausahaan agar masyarakat tidak terus berada dalam rantai pekerjaan yang sama dari satu generasi ke generasi berikutnya.
"Jangan cuma dari buruh. Anaknya jadi buruh, cucunya jadi buruh, terus cicitnya jadi buruh," katanya.
Capaian Indramayu 2026
Di tengah berbagai persoalan tersebut, Lucky dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD juga menyampaikan sejumlah capaian Kabupaten Indramayu sepanjang 2026.
Beberapa capaian yang disampaikan antara lain:
Tata kelola pemerintahan: Indramayu masuk peringkat lima nasional dari 415 kabupaten dan peringkat ketiga se-Jawa Barat dengan predikat kinerja tinggi.
Ketahanan pangan: Produksi padi dipertahankan di kisaran 1,7 juta ton per tahun.
Perikanan: Indramayu menjadi penyumbang produksi perikanan terbesar di Jawa Barat dengan produksi 528.873,80 ton, atau sekitar 33,99 persen dari total produksi perikanan Jawa Barat.
Penurunan stunting: Angka stunting turun dari 18,4 persen pada 2023 menjadi 9,8 persen pada 2024.
BUMD: Indramayu meraih Top BUMD Award 2026.
Lucky menegaskan, capaian tersebut bukan semata-mata hasil kerja pemerintah daerah.
"Semua yang tadi kita sebutkan, penghargaan dan capaian ini bukan milik bupati atau pemerintah daerah. Ini adalah usaha bersama, keringat dan air mata seluruh masyarakat Kabupaten Indramayu," katanya.
Bukan Sekadar Merayakan Usia 499 Tahun
Lucky menilai Hari Jadi Indramayu bukan sekadar seremoni tahunan. Usia 499 tahun harus menjadi momentum untuk melihat kembali persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
"Kalau kita bicara Indramayu usianya sampai seribu tahun sekalipun, kalau masyarakat yang belum sejahtera belum tercapai," ujarnya.
Ia berharap capaian yang sudah diraih dapat menjadi modal untuk memperbaiki persoalan yang masih tersisa melalui semangat Beberes Indramayu.
"Melalui semangat Beberes Indramayu mari kita perbaiki apa yang kurang, meningkatkan sinergi pembangunan, mempercepat pembangunan daerah, mewujudkan kesejahteraan masyarakat," kata Lucky.
Dengan demikian, menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan Indramayu bukan hanya banyaknya produksi atau penghargaan yang diraih, tetapi sejauh mana kekayaan dan pertumbuhan ekonomi daerah benar-benar mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, lognews.co.id - Kabupaten Indramayu memasuki usia ke-499 tahun pada 7 Oktober 2026. Momentum menuju lima abad perjalanan sejarah ini menjadi ruang refleksi sekaligus harapan baru bagi seluruh masyarakat Indramayu untuk terus menjaga identitas daerah, memperkuat persatuan, dan mendorong pembangunan yang semakin maju.
Peringatan Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu tahun ini mengusung tema “499 Tahun Mengukir Sejarah, Menyongsong Lima Abad, Indramayu Berjaya.” Tema tersebut merefleksikan perjalanan panjang Indramayu sekaligus semangat menyongsong satu momentum besar, yakni 500 tahun atau lima abad perjalanan sejarah Indramayu.
Berbagai rangkaian kegiatan telah digelar menjelang puncak Hari Jadi. Salah satunya ziarah ke makam Raden Bagus Aria Wiralodra di Kecamatan Sindang sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indramayu.
Selain itu, prosesi Jamasan Pusaka juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merawat warisan sejarah dan budaya sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya Indramayu kepada generasi muda.
Bagi lognews.co.id dan Radio Prima 95,8 FM, Hari Jadi ke-499 bukan hanya perayaan bertambahnya usia sebuah daerah. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan Indramayu dibangun melalui sejarah, kebudayaan, kerja keras, serta kontribusi masyarakat dari berbagai generasi.
Sebagai media yang tumbuh dan hadir di tengah masyarakat Indramayu, lognews.co.id menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang daerah ini sekaligus menitipkan harapan agar Indramayu terus berkembang tanpa kehilangan akar sejarah dan identitas budayanya.
Umar sahid, S.Sos. Pimpinan Redaksi Radio Prima 95,8 FM dan lognews.co.id menyampaikan bahwa usia 499 tahun merupakan momentum penting untuk melihat kembali perjalanan Indramayu sekaligus menatap masa depan.
“499 tahun bukan sekadar angka. Di dalamnya ada sejarah, perjuangan, kebudayaan, dan cerita tentang masyarakat yang terus bertahan dan tumbuh. Semoga Indramayu semakin matang dalam menghadapi zaman, semakin kuat menjaga jati diri, dan semakin berani menatap masa depan.”
Sementara itu, Direktur Pemberitaan Radio Prima 95,8 FM dan lognews.co.id, Indah Wulansari menilai momentum Hari Jadi ke-499 harus menjadi energi untuk terus menghadirkan informasi yang faktual, kritis, dan konstruktif bagi masyarakat.
“Kami ingin perjalanan menuju lima abad Indramayu juga menjadi perjalanan menuju ekosistem informasi yang semakin sehat. Media harus hadir bukan hanya untuk memberitakan apa yang terjadi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, mengawasi pembangunan, dan merawat optimisme terhadap masa depan daerah.”
Adapun Direktur Utama Radio Prima 95,8 FM dan lognews.co.id Dynasti,S.I.Kom. menyampaikan harapan agar Indramayu mampu menjadikan sejarah panjangnya sebagai modal untuk membangun masa depan yang lebih maju dan sejahtera.
“Selamat Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu. Mari kita jadikan sejarah sebagai pijakan, kebersamaan sebagai kekuatan, dan masa depan sebagai tujuan. Dari 499 tahun perjalanan, kita menyongsong lima abad dengan keyakinan bahwa Indramayu mampu menjadi daerah yang semakin berjaya, mandiri, dan membanggakan.”
Momentum Hari Jadi ke-499 juga diharapkan menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat semangat gotong royong.
Sebagaimana pesan yang disampaikan Wakil Bupati Indramayu Syaefudin dalam rangkaian ziarah Hari Jadi, semangat para pendahulu perlu dijadikan inspirasi untuk menjaga kekompakan dan bersama-sama membangun Indramayu menjadi lebih baik.
Kini, Indramayu berada hanya satu langkah menuju usia lima abad. Perjalanan tersebut bukan sekadar tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana sejarah 499 tahun dapat menjadi fondasi untuk melahirkan Indramayu yang lebih maju, berdaya saing, berbudaya, dan tetap berpijak pada karakter masyarakatnya. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, Lognews.co.id - Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) Sukajati menggelar audiensi di Aula Desa Sukajati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jumat, 2 Oktober 2026. Audiensi tersebut digelar untuk meminta penjelasan pemerintah desa terkait temuan sekitar satu ton beras bantuan pangan yang sebelumnya ditemukan di garasi mobil Kepala Desa Sukajati.
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan hingga sekitar seratus orang perwakilan masyarakat yang tergabung dalam AMUK Sukajati. Namun, hanya sekitar 10 orang perwakilan yang diperkenankan mengikuti audiensi di dalam aula.
AMUK Sukajati Minta Kejelasan Terkait Temuan Beras Bantuan
Koordinator AMUK Sukajati, Nanang Khaerul A, mengatakan audiensi merupakan langkah yang ditempuh masyarakat untuk meminta kejelasan terkait persoalan tersebut sekaligus bagian dari penyampaian aspirasi secara demokratis.
Menurut Nanang, pihaknya telah melayangkan surat audiensi kepada pemerintah desa dua hari sebelum kegiatan dilaksanakan.
"Ini adalah salah satu cara bagi kami untuk menegur. Ini juga bagian dari demokratisasi," ujar Nanang pada saat di wawancarai awak media.
Namun, Kepala Desa Sukajati tidak dapat menghadiri audiensi karena sedang menjalani proses pemeriksaan di Polres Indramayu.
Nanang mengatakan AMUK Sukajati menghormati proses pemeriksaan yang sedang berlangsung dan tidak ingin memaksakan pihak yang bersangkutan untuk hadir dalam audiensi.
AMUK Minta Kasus Diusut Sampai Tuntas
Ia menegaskan, agenda utama AMUK Sukajati adalah mendorong agar persoalan temuan beras bantuan pangan tersebut dapat diusut secara menyeluruh.
"Agenda AMUK adalah satu, usut kasus ini sampai tuntas, sampai terang benar-benar. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi," katanya.
Terkait proses hukum yang saat ini berjalan, Nanang mengaku mempercayakan penanganannya kepada aparat kepolisian. Ia menilai langkah kepolisian yang telah melakukan proses pemeriksaan dalam waktu relatif cepat merupakan perkembangan positif.
"Harapan saya hanya ada di kepolisian. Saya percaya sepenuhnya kepada pihak kepolisian," ujarnya.
Nanang juga menegaskan bahwa AMUK Sukajati belum menganggap perjuangan mereka selesai setelah audiensi digelar. Menurutnya, kepuasan masyarakat baru dapat dinilai setelah seluruh proses terkait persoalan tersebut mendapatkan kejelasan.
"Kalau sekarang sudah dikatakan puas atau tidak, perjuangan belum berakhir," katanya.
Ia bahkan tidak menutup kemungkinan adanya aksi lanjutan apabila dalam proses berikutnya ditemukan hal-hal yang dinilai perlu dipertanyakan kembali.
Camat Haurgeulis Tegaskan Penyaluran Bantuan Harus Sesuai Prosedur
Sementara itu, Camat Haurgeulis Rory Firmansyah menyampaikan bahwa pihak kecamatan sebelumnya telah memberikan imbauan kepada desa-desa di wilayah Kecamatan Haurgeulis terkait penyaluran bantuan pangan.
Menurut Rory, imbauan tersebut diberikan agar proses penyaluran bantuan pangan di tingkat desa berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
"Kita sebelumnya memang sudah memberikan imbauan kepada semua desa yang ada di kecamatan dalam hal penyaluran bantuan pangan ini supaya sesuai dengan prosedur, sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Rory.
Ketika ditanya mengenai kendaraan yang dikaitkan dengan temuan beras bantuan pangan tersebut, Rory mengatakan pihaknya masih perlu melakukan pengecekan terhadap data yang ada.
"Nanti kita cek dulu datanya," katanya.
Rory juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas di wilayah Desa Sukajati selama proses hukum berlangsung. Ia meminta masyarakat menghormati tahapan pemeriksaan yang sedang dilakukan aparat penegak hukum.
"Mari kita sama-sama menghormati proses hukum yang sedang dilakukan. Kami berharap warga masyarakat Sukajati supaya tetap bisa menjaga kondusivitas Desa Sukajati yang kita cintai," ujar Rory.
Audiensi berlangsung dengan aman. AMUK Sukajati menyatakan akan terus mengikuti perkembangan proses hukum terkait temuan beras bantuan pangan tersebut dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat yang berwenang.
Kapolsek Haurgeulis: Audiensi Berjalan Aman dan Lancar
Sementara itu, Kapolsek Haurgeulis AKP Saefullah, S.H., M.A.P menyampaikan bahwa kegiatan audiensi berjalan dengan aman dan lancar. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang mengikuti kegiatan dengan tertib sehingga situasi selama audiensi tetap kondusif.
Saefullah juga mengimbau seluruh peserta untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tertib setelah kegiatan berakhir. Ia berharap masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban sembari menunggu tahapan selanjutnya.
"Kegiatan audiensi ini berjalan aman dan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengikuti kegiatan dengan tertib," ujar Saefullah. (Sahel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, Lognews.co.id – Aplikasi Sapawarga menjadi salah satu sarana Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyampaikan informasi program sekaligus menerima aspirasi masyarakat. Melalui platform tersebut, warga dapat mengakses berbagai layanan publik hingga menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungannya.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Taufiq Hidayat, saat ditemui dalam sesi doorstop usai kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Digital "KIM PINTER DIGITAL" yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat di Aula KPRI Mekar Jaya Widasari, Bangkaloa Ilir, Kabupaten Indramayu, Selasa (29/9/2026).
Taufiq menjelaskan, Sapawarga tidak hanya berfungsi sebagai kanal informasi pemerintah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memberikan umpan balik terkait berbagai kebutuhan dan persoalan di lapangan.
"Jawa Barat ini mempunyai aplikasi Sapawarga yang mewadahi, selain menginformasikan program-program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, juga feedback dari masyarakat. Masyarakat bisa menyampaikan apa-apa saja yang tentunya bisa untuk masyarakat Jawa Barat melalui program-program yang ada di Sapawarga," ujar Taufiq.
Ia menyebut sejumlah program dapat diakses melalui ekosistem layanan tersebut, termasuk program Imah Aing dan berbagai layanan perlindungan masyarakat.
KIM Jadi Jembatan Warga Mengakses Sapawarga
Menurut Taufiq, keberadaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dapat membantu warga yang mengalami kesulitan menggunakan layanan digital.
KIM, kata dia, dapat berperan sebagai jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, termasuk membantu warga menyampaikan informasi atau mengakses layanan melalui Sapawarga.
"Kalau KIM ini hanya jembatan saja. KIM menjembatani warga masyarakat melalui kelompok informasi masyarakat untuk bisa menyampaikan," katanya.
Ia mencontohkan masyarakat yang membutuhkan bantuan tetapi tidak mampu mengakses aplikasi secara mandiri.
"Di tengah masyarakat ada seorang nenek, rumahnya mau ambruk, tapi dia tidak bisa mengisi aplikasi di Sapawarga, di Imah Aing. Ini bisa dibantu oleh KIM yang memasukkan. Salah satunya keberadaan KIM seperti itu," jelasnya.
Taufiq menegaskan, KIM dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat. Keberadaannya juga telah memiliki payung hukum dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.
KIM Tidak Otomatis Mendapat Bantuan Provinsi
Meski dapat bersinergi dengan pemerintah, Taufiq menegaskan keberadaan KIM tidak berarti komunitas tersebut secara otomatis memperoleh bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Untuk operasionalnya, dari pemerintah ini secara lugas tidak ada. Tetapi tentunya pemerintah ini bisa memberi bantuan stimulan terhadap kelompok informasi masyarakat melalui kegiatan. Karena sinergi antara pemerintah dengan KIM ini sangat jelas," ujarnya.
Ia menilai KIM dapat dimanfaatkan sebagai saluran penyampaian informasi publik sekaligus aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Prima 95,8 FM Indramayu Role Model Ekosistem Audio Terintegrasi
Dalam doorstop tersebut, Taufiq juga menyinggung posisi radio lokal di tengah berkembangnya media sosial dan platform digital.
Menurutnya, lembaga penyiaran konvensional, khususnya radio, masih dibutuhkan karena tidak seluruh masyarakat memiliki akses dan kemampuan yang sama dalam menggunakan teknologi digital.
"Jangan sampai lembaga penyiaran konvensional tergerus oleh platform digital. Belum semuanya, apalagi di daerah-daerah yang blank spot di Jawa Barat, masih membutuhkan lembaga penyiaran," katanya.
Di tengah perkembangan tersebut, Radio Prima 95,8 FM Haurgeulis menjadi salah satu contoh lembaga penyiaran lokal yang mengembangkan pola distribusi konten melalui ekosistem audio terintegrasi. Selain siaran radio konvensional, Prima 95,8 FM juga memanfaatkan media sosial, layanan streaming di primafmindramayu.com , serta kanal digital lainnya untuk memperluas jangkauan konten dan menjangkau audiens di berbagai platform.
Pengembangan ekosistem tersebut menjadi bagian dari upaya radio lokal untuk tetap relevan dengan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi dan hiburan, sekaligus mempertahankan fungsi radio sebagai media informasi bagi masyarakat.
"Kami dukung kegiatan-kegiatan itu. Insyaallah Komisi I dukung, karena kita merasakan kita masih butuh ada radio," pungkasnya. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, LOGNEWS.CO.ID - Sebanyak 105 siswa SMA Negeri 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (5/10/2026).
Para siswa yang terdampak berasal dari kelas 10, 11, dan 12. Makanan MBG tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala II.
Camat Tukdana, Heka Sugoro, mengatakan kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah menerima laporan, pihak kecamatan bersama unsur terkait langsung melakukan pengawalan terhadap para siswa untuk mendapatkan penanganan medis.
"Usai kejadian, kami mengawal para siswa untuk mendapat penanganan di Puskesmas Kerticala dan Tukdana.," ujar Heka.
Penanganan dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 8 siswa mendapatkan infus di Puskesmas Tukdana, sementara 2 siswa lainnya dibawa ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, 75 siswa mendapat penanganan di Puskesmas Kerticala. Dua siswa lainnya di puskesmas tersebut juga mendapatkan infus.
Adapun 18 siswa lainnya mendapatkan penanganan di Puskesmas Tukdana. Dengan demikian, total siswa yang mendapat penanganan medis mencapai 105 orang.
SPPG Tunggu Hasil Uji Laboratorium
Di sisi lain, Kepala SPPG Kerticala II saat diwawancarai tim Lognews.co.id mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang dibagikan kepada para siswa.
"Kami sedang menunggu hasil uji makanannya di lab," tegasnya.
Ia juga mengaku telah menerima laporan mengenai sejumlah siswa yang dibawa ke fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan.
"Saya mendapatkan laporan siswa yang dibawa ke puskesmas, beberapa sudah ada yang kembali ke rumah," ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih ditunggu untuk mengetahui penyebab siswa mengalami keluhan setelah mengonsumsi MBG.
Pihak SPPG Kerticala II juga belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait penyebab kejadian tersebut. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, lognews.co.id - Semburan gas dari Sumur BDA 06 PT Pertamina di Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, yang terjadi pada Rabu, 30 September 2026, masih dalam proses penanganan hingga Kamis, 1 Oktober 2026. Peristiwa yang terjadi saat Pertamina melakukan servicing rutin sumur tersebut menyebabkan sekitar 18 rumah dalam radius 100 meter harus dikosongkan sebagai langkah antisipasi, sementara 808 warga dari tiga RT terdampak diarahkan ke lokasi evakuasi sementara.
Camat Tukdana Heka Sugoro mengatakan, semburan gas terjadi ketika pihak Pertamina sedang melakukan perbaikan atau servicing rutin pada Sumur BDA 06. Menurutnya, dalam proses tersebut terjadi tekanan yang menyebabkan gas keluar dari sumur.
"Jadi, kemarin sekitar pukul 12, terjadi ada kebocoran di BDA 06. Kebetulan di lokasi sumur sedang ada perbaikan. Ada service rutin dari Pertamina," ujar Heka dalam program Breaking News Prima Primetime News 1011 (BN PPN 1011).
Heka menjelaskan, wilayah yang menjadi perhatian berada di tiga RT, yakni RT 01, RT 02, dan RT 07. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Pertamina, warga yang berada dalam radius 100 meter dari sumur diminta mengosongkan rumah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya ledakan maupun dampak lain.
"Yang terdampak kemarin kami sudah dengan pihak Pertamina mengumpulkan para warga. Ada sekitar tiga RT, yaitu RT 1, RT 2, dan RT 7," katanya.
Suara Gemuruh Berangsur Mengecil
Sementara itu, proses penanganan Sumur BDA 06 masih berlangsung. Heka mengatakan suara gemuruh dari lokasi sumur yang sebelumnya terdengar cukup kuat mulai berangsur mengecil.
"Info di lapangan, suara-suara yang menggelegar itu sudah semakin mengecil dan sedang perbaikan," ujarnya.
Meski kondisi disebut berangsur membaik, pemerintah kecamatan belum menyatakan lokasi sudah sepenuhnya aman. Perbaikan masih dilakukan oleh teknisi Pertamina dan terus dipantau hingga proses penanganan selesai.
Heka mengatakan, teknisi Pertamina beserta kendaraan dan peralatan pendukung telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan.
"Perbaikan itu terus berjalan," katanya.
Tim Kesehatan Disiagakan
Selain mengevakuasi warga, tim kesehatan juga disiagakan di dua titik, yakni lokasi evakuasi dan sekitar area sumur.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apabila terdapat warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan gas atau bau menyengat.
Menurut Heka, hingga saat wawancara berlangsung, pihak Pertamina belum menyatakan bahwa gas tersebut bersifat beracun. Keluhan yang disampaikan warga sejauh ini terutama berkaitan dengan bau yang menyengat.
"Kalau untuk beracun sendiri pihak Pertamina belum menyatakan seperti itu. Tapi kalau misalkan ada warga yang mengeluhkan sakit dan lain sebagainya, pihak Pertamina juga sudah menyediakan tim kesehatan," ujarnya.
Warga Sampaikan Aspirasi Kompensasi
Dalam pertemuan antara warga, pemerintah, dan Pertamina yang berlangsung pada malam setelah kejadian, warga menyampaikan aspirasi terkait kompensasi atas dampak yang mereka rasakan.
Camat Tukdana Heka Sugoro mengatakan, pemerintah kecamatan akan mengoordinasikan aspirasi tersebut dengan pihak Pertamina. Namun, ia belum dapat memastikan bentuk kompensasi yang dimaksud karena hal tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut.
Menurut Heka, hingga saat itu Pertamina baru menyediakan konsumsi berupa makanan bagi warga yang terdampak dan tidak dapat memasak di rumah karena harus mengungsi.
"Pertamina kemarin itu hanya baru menyediakan untuk konsumsi, untuk makanan lah yang tidak bisa memasak di rumah," ujarnya.
Heka menambahkan, kemungkinan masih terdapat tuntutan atau kebutuhan lain dari warga terdampak. Aspirasi tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak Pertamina.
"Tapi kemungkinan warga yang lain juga mungkin ada tuntutan lain. Ya nanti kami koordinasikan dengan pihak Pertamina," katanya.
Pemerintah Siapkan Langkah Preventif
Peristiwa tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kecamatan dan Pertamina untuk menyiapkan langkah mitigasi apabila kejadian serupa terjadi kembali.
Heka mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pertamina mengenai jarak aman permukiman dari lokasi sumur, termasuk kemungkinan penanganan terhadap rumah warga yang berada dekat dengan area sumur.
"Untuk warga-warga yang dekat dengan sumur ini, apakah direlokasi atau seperti apa, nanti akan kami koordinasikan dengan pihak Pertamina," ujarnya.
Ia menyebut Sumur BDA 06 bukan merupakan sumur baru. Aktivitas di lokasi tersebut telah berlangsung sekitar 10 tahun dan kejadian kali ini terjadi ketika Pertamina melakukan kegiatan pemeliharaan rutin.
Pemerintah dan Pertamina Terus Berkoordinasi
Penanganan di lapangan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, unsur TNI dan Polri, serta pihak Pertamina.
Heka mengatakan, koordinasi dengan Pertamina terus dilakukan, baik melalui komunikasi maupun pertemuan langsung. Pertamina juga disebut telah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab apabila terdapat dampak yang lebih besar akibat peristiwa tersebut.
"Kami selalu berkoordinasi terus, baik via telepon maupun ketemu langsung," kata Heka.
Menurutnya, pemerintah kecamatan juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu. Untuk sementara, fokus utama pemerintah adalah memastikan keamanan warga terdampak dan mengawal proses penanganan sumur.
Belum Dinyatakan Sepenuhnya Aman
Hingga wawancara dilakukan pada Kamis, 1 Oktober 2026, Sumur BDA 06 masih dalam proses perbaikan dan belum dinyatakan sepenuhnya aman.
Suara gemuruh yang sebelumnya terdengar kuat disebut telah berangsur mengecil, tetapi proses penanganan masih terus berlangsung.
Hingga laporan ini disampaikan, tidak ditemukan korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut. Pemerintah dan Pertamina masih memantau kondisi di lapangan sampai penanganan dinyatakan selesai dan lokasi dipastikan aman. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, Lognews.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat mendorong masyarakat Kabupaten Indramayu untuk membentuk dan mengembangkan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai wadah pengelolaan informasi di tingkat masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Digital bertajuk "KIM PINTER DIGITAL" di Aula KPRI Mekar Jaya Widasari, Bangkaloa Ilir, Kabupaten Indramayu, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah, legislatif, organisasi masyarakat, komunitas, serta insan penyiaran. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat H. Taufiq Hidayat sebagai keynote speaker, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Jawa Barat Nidar Nadrotan Naim Sujana, S.S.T., M.T. yang mewakili Kepala Diskominfo Jawa Barat, serta narasumber Fikri Emsa Silmi, ST., M.MRS., selaku dosen/praktisi IT, dan Drs. Edi Kusdiana, BSW., MM., MBA., Wakil Ketua I RAPI Kabupaten Indramayu. Kegiatan juga diikuti perwakilan KIM, RAPI, Karang Taruna, PWRI, serta sejumlah komunitas masyarakat di Kabupaten Indramayu.
Yang turut hadir dari jajaran lembaga penyiaran di antaranya Radio Prima 95,8 FM Haurgeulis. Dalam kegiatan tersebut, Radio Prima 95,8 FM diwakili Direktur Utama Dynasti, S.I.Kom., Manajer On Air Indah Wulansari, serta Pimpinan Redaksi Umar Sahid, S.Sos. Kehadiran insan penyiaran tersebut turut memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas masyarakat, dan lembaga penyiaran dalam mendukung penyebaran informasi publik di tengah perkembangan ekosistem digital.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Jawa Barat, Nidar Nadrotan Naim Sujana, S.S.T., M.T., yang mewakili Kepala Diskominfo Jawa Barat, mengatakan pembentukan KIM harus dapat melibatkan masyarakat secara luas tanpa dibatasi usia maupun latar belakang pendidikan.
"Bagaimana nanti rekan-rekan yang hadir membentuk KIM tanpa ada batasan usia dan pendidikan, lalu bisa membuat media sosial KIM itu sendiri," ujar Nidar.
Menurutnya, keberadaan media sosial KIM dapat menjadi sarana masyarakat untuk mengelola sekaligus menyebarkan informasi mengenai berbagai potensi dan persoalan di lingkungan masing-masing.
KIM Jadi Jembatan Informasi
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Taufiq Hidayat, dalam keynote speech-nya menegaskan pentingnya KIM sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Taufiq mengatakan, KIM bukan hanya berfungsi menyampaikan informasi pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk menampung aspirasi warga.
"Keberadaan KIM ini tidak saja untuk memperlancar informasi antara pemerintah dengan masyarakat, tetapi juga antar-masyarakat. Aspirasi masyarakat bisa disampaikan melalui KIM," kata Taufiq.
Ia juga mendorong agar KIM di Kabupaten Indramayu segera terbentuk dan memiliki legalitas melalui Dinas Komunikasi dan Informatika setempat.
Namun, Taufiq menegaskan bahwa pembentukan KIM tidak berarti masyarakat akan mendapatkan bantuan anggaran secara otomatis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"KIM ini bukan berarti nanti ada bantuan dari provinsi. Tidak seperti itu. KIM dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana KIM ini menjadi wadah informasi dan komunikasi masyarakat," tegasnya.
Menurut Taufiq, KIM justru dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai persoalan di lingkungan mereka, termasuk infrastruktur, pelayanan publik, potensi ekonomi, maupun kebutuhan masyarakat lainnya.
Ia mencontohkan, informasi mengenai rumah warga yang membutuhkan perbaikan dapat disampaikan melalui jaringan KIM untuk diteruskan melalui kanal pemerintah yang tersedia.
Bekali Masyarakat Verifikasi Informasi
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai literasi digital dan verifikasi informasi.
Dosen sekaligus praktisi IT Fikri Emsa Silmi, ST., M.MRS., menyampaikan materi "Teknik Verifikasi Informasi di Media Sosial", sementara Drs. Edi Kusdiana, BSW., MM., MBA., Wakil Ketua I RAPI Kabupaten Indramayu, membawakan materi mengenai "Kemitraan Diseminasi Bersama Pemerintah".
Taufiq menekankan bahwa kemampuan memilah informasi menjadi penting karena masyarakat kini berhadapan dengan arus informasi yang sangat cepat.
"Berita yang masuk jangan selalu dianggap benar. Harus disaring dulu," ujarnya.
Melalui kegiatan KIM PINTER DIGITAL, masyarakat Indramayu diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadi pengelola informasi yang cakap, kritis dan bertanggung jawab.
Semangat tersebut dirangkum dalam ajakan "Hayu Gotong Royong Nyebarkeun Bewara Kahadean", atau bergotong royong menyebarkan kabar kebaikan. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU — Kodim 0616/Indramayu menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0616/Indramayu, Jalan Gatot Subroto Nomor 1, Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Senin (5/10/2026).
Upacara yang berlangsung pukul 07.00 hingga 07.50 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han. selaku Inspektur Upacara dan berlangsung khidmat serta tertib.
Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen prajurit dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus meningkatkan profesionalisme dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. yang dibacakan Dandim 0616/Indramayu, disampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, serta pengabdian yang telah diberikan di berbagai wilayah penugasan.
Panglima TNI juga menegaskan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga. Penguatan dan modernisasi kemampuan TNI harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, profesionalisme, serta integritas setiap prajurit.
Menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang, TNI dituntut tetap kokoh pada jati dirinya, menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi seluruh kekayaan Nusantara.
Dalam amanat tersebut, seluruh prajurit dan ASN TNI juga ditekankan untuk menjadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian, yang meliputi Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
Kelima nilai tersebut menjadi pedoman bagi prajurit dalam menguasai tugas dan tanggung jawab, peka terhadap perkembangan situasi, membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa, menguasai teknologi dan alat pertahanan, serta terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan ancaman.
Upacara diikuti oleh personel Kodim 0616/Indramayu serta pasukan pendukung yang terdiri dari unsur organisasi masyarakat, FKPPI, Hipakat, dan Pramuka.
Dengan semangat HUT ke-81 TNI, Kodim 0616/Indramayu berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa, serta hadir memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat. (Saheel untuk Indonesia)
SUKAJATI, lognews.co.id - Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) Sukajati akan menggelar audiensi dengan Pemerintah Desa Sukajati, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, pada Jumat, 2 Oktober 2026, untuk meminta klarifikasi terkait temuan beras bantuan pangan yang disebut mencapai sekitar satu ton di sebuah rumah warga Desa Sukajati. Audiensi tersebut dilakukan sebagai upaya memperoleh penjelasan mengenai asal-usul, peruntukan, dan rencana penyaluran beras tersebut.
Koordinator AMUK Sukajati, Nanang Khaerul, mengatakan pembentukan AMUK berawal dari keresahan masyarakat setelah munculnya informasi mengenai temuan beras bantuan pangan tersebut. Menurutnya, wadah tersebut dibentuk agar masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap persoalan keadilan sosial dapat berkoordinasi dan mengawal persoalan secara terarah.
"Jadi daripada kemudian orang bergerak sendiri-sendiri, kita himpun orang-orang yang punya kepedulian terhadap keadilan sosial," ujar Nanang dalam program Breaking News Prima Primetime News 1011 (BN PPN 1011).
Nanang menjelaskan, AMUK Sukajati merupakan organisasi taktis yang baru dibentuk. Saat ini, koordinasi dilakukan melalui grup WhatsApp untuk menghimpun informasi, menyampaikan masukan, serta mengawal perkembangan persoalan yang sedang ditangani.
Ia menyebut, rencana audiensi dipilih sebagai langkah awal dibandingkan melakukan aksi massa. Menurut Nanang, masyarakat perlu memperoleh penjelasan secara langsung dari pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
"Jangan demo dulu, coba kita audiensi. Karena tetap kita harus kondusif," katanya.
Minta Klarifikasi Tiga Hal
Dalam audiensi tersebut, AMUK Sukajati akan meminta penjelasan mengenai beras yang ditemukan, khususnya terkait asal beras, peruntukannya, serta rencana penyalurannya.
Nanang mengatakan pihaknya tidak datang dengan membawa kesimpulan mengenai persoalan tersebut. AMUK Sukajati ingin mendengarkan keterangan langsung dari Pemerintah Desa Sukajati.
"Poin utamanya adalah mengklarifikasi sebenarnya itu beras siapa, dari mana, buat apa," ujar Nanang.
Ia juga menyampaikan bahwa surat audiensi telah diterima dan mendapat respons dari pihak Pemerintah Desa Sukajati. Dalam surat tersebut, AMUK meminta kepala desa hadir secara langsung dalam agenda audiensi.
Temuan Beras Disebut Mencapai Satu Ton
Persoalan ini mencuat setelah ditemukannya beras bantuan pangan di sebuah rumah di Desa Haurgeulis yang disebut berkaitan dengan wilayah Sukajati. Menurut Nanang, beras tersebut ditemukan dalam sebuah kendaraan jenis Suzuki Carry yang berada di garasi.
Jumlah beras sekitar satu ton, menurut Nanang, bukan merupakan perhitungan AMUK Sukajati, melainkan angka yang disebut dalam keterangan pihak kepolisian.
"Yang mengatakan satu ton itu bukan saya, tapi kepolisian," katanya.
Nanang menyebut beras tersebut terdiri atas sejumlah karung yang berisi beras kemasan 10 kilogram. Persoalan tersebut kemudian ditangani oleh pihak kepolisian dan disebut telah memasuki proses pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Namun, Nanang menegaskan bahwa AMUK Sukajati tidak berada dalam posisi untuk menyimpulkan apakah beras tersebut sengaja ditimbun atau hanya berada sementara sebelum dikembalikan kepada pihak yang berwenang.
"Itu ranah penyidik untuk mengungkap apakah memang benar beras ini hanya ditimbun sementara atau beras ini memang sengaja ditimbun," ujarnya.
AMUK Serahkan Proses Hukum kepada Kepolisian
Nanang mengatakan AMUK Sukajati menghargai proses yang sedang dilakukan kepolisian. Menurutnya, agenda audiensi dengan pemerintah desa merupakan hal yang berbeda dengan proses hukum yang sedang berjalan.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah kepolisian yang telah menangani persoalan tersebut.
"Penanganan dari pihak kepolisian itu satu hal yang berbeda. Saya apresiasi setidaknya kepada kepolisian sudah bergerak cepat," kata Nanang.
Bagi AMUK Sukajati, audiensi tersebut bukan bertujuan untuk menentukan siapa yang bersalah. Masyarakat ingin mendapatkan penjelasan mengenai persoalan beras bantuan pangan yang menjadi perhatian publik.
Nanang mengibaratkan audiensi tersebut seperti seorang anak yang meminta penjelasan kepada orang tua mengenai sesuatu yang menjadi pertanyaan.
"Ini bukan karena kebencian, karena sayangnya anak sama orang tua. Bapak, ini beras dari mana, buat apa, terus mau dikemanakan," ujarnya.
Imbau Masyarakat Tetap Kondusif
Di tengah perhatian masyarakat terhadap persoalan tersebut, Nanang mengimbau warga Desa Sukajati agar tidak melakukan tindakan provokatif.
Ia mengajak masyarakat mengawal proses yang berjalan secara tertib dan menyerahkan proses hukum kepada pihak yang berwenang.
"Mari bersama-sama AMUK mengawal kasus ini sampai tuntas dan mohon hindari tindakan-tindakan provokatif. Kita tetap jaga kondusivitas," katanya.
Nanang menegaskan, pihaknya tidak menetapkan jawaban tertentu yang harus diberikan Pemerintah Desa Sukajati dalam audiensi. AMUK Sukajati menyatakan siap mendengarkan penjelasan yang disampaikan dan tetap mempercayakan proses hukum kepada pihak berwenang.
"Jawaban itu tidak bisa dipaksakan. Saya percaya pada proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya. (Saheel untuk Indonesia)
Indramayu, lognews.co.id - Pasca terjadinya Tumpahan Material batu Bara serta Polusi batu bara yang di angkut kapal tongkang BG SALWA di wilayah perairan Indramayu, tepatnya di Perairan Desa Ujunggebang dan Desa Tegal Taman Kecamatan Sukra - Indramayu.
Masyarakat / Nelayan di Pesisir Pantai Desa. Ujunggebang blok Tanjungpura dan Desa Tegal Taman belum mendapatkan konvensasi dari pihak Perusahaan Kapal Tongkang.
Dikatakan oleh Ajid Warga sekaligus Nelayan Desa Ujunggebang blok Tanjungpura kepada awak media mengatakan, Konvensasi buat masyarakat / Nelayan di blok Tanjungpura yang dijanjikan oleh pihak perusahaan Kapal Tongkang untuk Warga / Nelayan terdampak belum cair ."terangnya.
Di tempat Terpisah H. Makrus Hadi Prayitno Kuwu Desa Tegal taman dan H. Sarjani Kuwu Desa Ujunggebang kepada awak media mengatakan, Konvensasi untuk warga terdampak di desa Tegal taman dari Perusahaan Kapal tongkang Batu Bara sampai saat ini jangankan cair, bahkan kabar pun tidak ada alias tidak Jelas."tukasnya. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, lognews.co.id - Tradisi Nadran atau sedekah laut kembali digelar masyarakat nelayan Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Minggu (4/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Eretan Kulon tersebut menjadi momentum masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas limpahan rahmat Allah SWT serta hasil tangkapan ikan para nelayan.
Ketua Panitia Pesta Nadran Eretan Kulon, Rosimin, mengatakan Nadran merupakan bagian dari adat istiadat masyarakat setempat yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
"Agendanya merupakan adat istiadat Eretan Kulon, di samping ungkapan rasa syukur atas limpahan rahmat dari Allah untuk hasil tangkapan ikan Eretan Kulon," ujar Rosimin.
Menurut Rosimin, pelaksanaan Pesta Nadran di kawasan Eretan dilakukan secara bergilir antara Eretan Kulon dan Eretan Wetan. Pergiliran tersebut berkaitan dengan keberadaan dua koperasi dalam satu alur kawasan perikanan.
"Tahun ini Eretan Kulon, untuk tahun berikutnya Eretan Wetan. Memang karena pada satu alur ini ada dua koperasi, sehingga setiap tahun bergilir antara Eretan Kulon dan Eretan Wetan untuk pelaksanaan Pesta Nadran," jelasnya.
Kegiatan Nadran tahun ini turut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh ulama, pejabat pemerintah, unsur keamanan, serta instansi terkait hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Salah satu agenda utama dalam Pesta Nadran adalah prosesi pelarungan replika kapal ke laut. Replika kapal bernama Mina Bahari tersebut dihias dengan tulisan "Sedekah Laut 2026", bendera Merah Putih, serta sejumlah atribut nelayan.
Rosimin menjelaskan, prosesi pelarungan merupakan bagian dari tradisi masyarakat Eretan Kulon yang diwariskan secara turun-temurun. Secara filosofis, tradisi tersebut dimaknai sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus simbol memberi makan ikan.
"Intinya kita hanya ada kepala kerbau dan lainnya, itu hanya sekadar memberi makan ikan. Tidak ada indikasi lain yang mengarah ke agama, seperti musyrik," katanya.
Prosesi pelarungan tersebut mendapat pengawalan dari puluhan kapal nelayan. Sekitar 30 kapal besar dan 100 kapal kecil ikut mengiringi replika kapal menuju perairan.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Warga diperbolehkan ikut naik ke kapal untuk menyaksikan prosesi secara langsung tanpa dipungut biaya.
Replika kapal yang dilarung bukan merupakan kapal nelayan sebenarnya, melainkan dibuat menyerupai bentuk kapal yang biasa digunakan para nelayan. Pada bagian bawah replika kapal dipasang alas dari batang pisang agar dapat tetap mengapung saat dibawa menuju perairan.
Selain replika kapal, sejumlah perlengkapan turut menjadi bagian dari prosesi. Di bagian depan kapal terdapat kelapa yang nantinya dipecahkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Setelah sampai di perairan, replika kapal kemudian dilarung dan masyarakat turut menyaksikan prosesi tersebut.
Kemeriahan juga terlihat ketika warga mengikuti prosesi pelarungan dan berebut sejumlah perlengkapan yang ikut dilarung ke laut.
Rosimin berharap pelaksanaan Nadran ke depan dapat terus berkembang dengan tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya.
"Mudah-mudahan ke depannya kita lebih baik lagi, terutama kita menjaga keamanan, ketertiban. Acara-acara ini terus akan berkembang dan sesuai tradisi turun-temurun dari nenek moyang kita untuk selalu menjaga kelestarian budaya ini sampai turun-temurun," tegasnya.
Pesta Nadran Eretan Kulon 2026 pun menjadi salah satu ruang bagi masyarakat pesisir untuk berkumpul, mempererat kebersamaan, sekaligus mempertahankan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat nelayan Eretan Kulon. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, Lognews.co.id - Semburan gas terjadi di sumur BDA-06 milik PT Pertamina yang berada di Desa Pagedangan, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat pihak PT Pertamina tengah melakukan kegiatan servicing atau penanganan terhadap sumur BDA-06.
Berdasarkan laporan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, petugas bersama unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, serta pihak keamanan Pertamina langsung melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi.
Camat Tukdana, Hega Sugoro, mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika kegiatan servicing sumur sedang berlangsung. Pihak Pertamina kemudian melakukan penanganan terhadap adanya kebocoran gas.
"Iya, itu kan sedang ada servisnya. Ada aduan di situ, sekitar pukul 11.15 WIB ada kebocoran," ujar Hega dalam wawancara melalui sambungan telepon.
Menurut Hega, kondisi semburan gas saat ini berangsur membaik seiring proses penanganan yang dilakukan pihak Pertamina.
"Berangsur-angsur pulih sebenarnya. Perbaikannya sudah berjalan," katanya.
Namun, sebagai langkah antisipasi, pihak Pertamina sebelumnya menginformasikan perlunya evakuasi terhadap warga yang berada di sekitar lokasi sumur.
Hega menyebut, berdasarkan radius pengamanan sekitar 100 meter dari lokasi, terdapat sekitar 16 hingga 18 rumah yang masuk dalam wilayah yang perlu mendapatkan perhatian untuk evakuasi.
"Gasnya kan radius 100 meter. Sebenarnya yang harus dievakuasi ada sekitar 16 atau 18 rumah," jelasnya.
Dalam perkembangannya, warga yang terdampak berada di tiga RT, yakni RT 01, RT 02, dan RT 07. Pemerintah desa kemudian melakukan musyawarah bersama warga untuk menentukan lokasi evakuasi sementara.
"Hari ini sudah musyawarah. Semua yang terdampak di tiga RT itu dievakuasi di Balai Administrasi, di Masjid Jami Desa Pagedangan," kata Hega.
Menurut dia, lokasi tersebut dipilih karena memiliki fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan warga selama proses evakuasi, termasuk ketersediaan air.
Hega menambahkan, evakuasi tersebut bersifat sementara dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing setelah pihak Pertamina menyatakan kondisi telah aman.
"Besok juga kalau selesai, ya sudah. Ini sudah hampir selesai sebenarnya," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan laporan petugas di lapangan, kondisi di sekitar lokasi semburan juga mulai membaik dan proses perbaikan masih terus dilakukan.
"Untuk pengamanan sebenarnya hanya 18 rumah yang dekat dengan itu harus dievakuasi. Cuma semuanya ingin evakuasi, ya sudah tidak apa-apa. Akhirnya pihak desa menyediakan tempat di masjid," ungkapnya.
Sementara itu, unsur terkait yang berada di lokasi antara lain Camat Tukdana Hega Sugoro, Kasi Trantib Kecamatan Tukdana beserta anggota Satpol PP, pihak keamanan PT Pertamina, Banlok PT Pertamina, Bhabinsa, serta Pemerintah Desa Pagedangan.
Petugas juga telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari melaporkan kejadian kepada komando atas, memantau situasi, mengimbau masyarakat menjauh dari lokasi semburan, mengamankan area sekitar kejadian, hingga berkoordinasi dengan PT Pertamina dalam proses penanganan.
Hingga laporan ini dibuat, situasi di sekitar lokasi terpantau tertib, lancar, dan aman. Tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Pihak PT Pertamina masih melakukan penanganan terhadap sumur BDA-06. Perkembangan kondisi semburan masih akan terus dipantau hingga proses penanganan dinyatakan selesai dan lokasi dipastikan aman bagi masyarakat. (Saheel untuk Indonesia)
BANDUNG, Lognews.co.id – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, M.I.P., mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan dukungan anggaran yang lebih kuat bagi lembaga penyiaran sebagai bagian dari penguatan ekosistem informasi publik di tengah pesatnya transformasi digital.
Hal tersebut disampaikan Rahmat Hidayat Djati saat menghadiri kegiatan Peningkatan SDM Penyiaran yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dengan tema “Optimalisasi Platform Digital untuk Menunjang Siaran On Air” pada Jumat, 25 September 2026, di kerawang.
Dalam doorstop usai kegiatan, Rahmat menegaskan bahwa kebutuhan anggaran bagi lembaga penyiaran merupakan hal yang penting untuk mendukung keberlangsungan penyiaran yang profesional dan mampu menjalankan fungsi pelayanan informasi kepada masyarakat.
“Penting, perlu. Kalau keperluannya kemudian menjadi akibatnya, akibat dari perlu ini dibutuhkan anggaran, kita support,” ujar Rahmat.
Menurutnya, salah satu persoalan yang masih dihadapi lembaga penyiaran di Jawa Barat adalah minimnya dukungan anggaran yang resmi dari pemerintah. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian karena media penyiaran memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi publik.
Rahmat mengatakan Komisi I DPRD Jawa Barat secara konsisten menyampaikan usulan peningkatan dukungan anggaran dalam pembahasan anggaran daerah.
“Pemerintah harus ikut serta memikirkan ulang dan menyiapkan ulang. Kita di DPRD, khususnya Komisi I, sering menyampaikan di Banggar bahwa kita perlu peningkatan,” katanya.
Ia menilai keberadaan radio dan televisi tetap relevan meskipun masyarakat kini semakin banyak mengakses informasi melalui berbagai platform digital. Menurutnya, lembaga penyiaran merupakan bagian dari pilar demokrasi yang menghadirkan informasi melalui proses verifikasi dan kaidah jurnalistik.
Rahmat juga menyoroti maraknya informasi yang beredar di media sosial yang belum tentu terverifikasi. Karena itu, ia menilai media penyiaran memiliki fungsi penting sebagai penyeimbang di tengah derasnya arus informasi digital.
“Di media sosial akurasi pemberitaannya masih belum terverifikasi. Sehingga rawan kalau tidak diimbangi, masyarakat kita mendapat informasi yang belum pasti benar, apalagi kalau sudah masuk kategori hoaks,” ujarnya.
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, Rahmat menjelaskan bahwa transformasi digital tidak seharusnya menggeser eksistensi radio, melainkan menjadi peluang untuk memperluas jangkauan penyiaran melalui integrasi platform digital dan siaran terestrial.
Ia menyebut hasil survei menunjukkan masyarakat Jawa Barat kini banyak mengakses informasi melalui Facebook, TikTok, YouTube, dan Instagram. Namun, menurutnya, media penyiaran tetap memiliki peran penting sebagai sumber informasi yang kredibel.
Rahmat mengajak pelaku penyiaran untuk tidak menyerah menghadapi perubahan ekosistem media dan terus mengoptimalkan platform digital tanpa meninggalkan kekuatan siaran on air.
Menutup sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan pelaku penyiaran agar anggaran komunikasi publik dapat dimanfaatkan secara tepat guna bagi kepentingan masyarakat.
“DPRD ada anggaran. Bagaimana anggaran itu bisa diserap, dimanfaatkan, dan tepat guna untuk para pelaku penyebar informasi. Ini adalah sebuah sinergi yang bagus,” pungkasnya. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, Lognews.co.id – Satu unit kendaraan terjebur ke sungai di Jalan Raya Majasari, Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Sabtu (3/10/2026). Peristiwa tersebut terjadi setelah kendaraan diduga kehilangan kendali saat menghindari dua sepeda motor dari arah berlawanan.
Berdasarkan laporan Regu 2 Pos Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Jatibarang, kejadian tersebut dilaporkan oleh Ade Riyanto. Petugas kemudian melakukan penanganan dan evakuasi terhadap kendaraan yang terjebur ke sungai.
Menurut keterangan korban, kendaraan yang ditungganginya melaju dan kemudian lepas kendali ke arah kiri. Kondisi tersebut diduga terjadi karena dari arah berlawanan terdapat dua sepeda motor yang melaju sejajar hingga melewati lajur.
Akibat kejadian tersebut, kendaraan masuk ke sungai. Dua orang yang terlibat dalam kejadian dilaporkan mengalami luka ringan.
Regu 2 Pos Unit Damkar Jatibarang tiba di lokasi dan melakukan proses evakuasi terhadap kendaraan. Penanganan berlangsung pada pukul 10.15 WIB hingga 11.30 WIB.
Kendaraan yang terjebur ke sungai tersebut akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas.
Dalam penanganan tersebut, Regu 2 Pos Unit Damkar Jatibarang melibatkan empat personel, yakni Mahathir, Ferry AP, Rizki IR, dan Safri C.
Kegiatan evakuasi tersebut merupakan penanganan nonkebakaran yang dilakukan oleh Regu 2 Pos Unit Damkar Jatibarang. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, Lognews.co.id – Pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Kroya dan Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, telah rampung secara fisik. Jembatan tersebut berada di wilayah perbatasan Desa Sukaselamat, Kecamatan Kroya, dengan Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar.
Hal tersebut disampaikan Camat Kroya, Cahyandi, SKM., MKM., dalam talkshow di Radio Prima 95,8 FM Indramayu, program acara BN PPN 1011, pada Rabu, 30 September 2026, pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.
Dalam talkshow tersebut, Cahyandi menjelaskan bahwa keberadaan jembatan menjadi bagian penting dalam penguatan infrastruktur sekaligus konektivitas masyarakat di wilayah Kroya dan Gantar.
Menurut Cahyandi, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap peningkatan infrastruktur daerah. Kecamatan Kroya, kata dia, menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan prioritas pembangunan.
“Ini memang konsen dari Bupati kita untuk meningkatkan infrastruktur di Kabupaten Indramayu. Walaupun secara serentak tidak mungkin karena ada anggaran yang terbatas, sehingga dilakukan berdasarkan prioritas. Alhamdulillah Kecamatan Kroya termasuk kecamatan yang prioritas,” ujar Cahyandi dalam talkshow tersebut.
Masuk Perencanaan Tahun 2026
Cahyandi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut masuk dalam perencanaan tahun 2026. Untuk pelaksanaan teknis, kewenangan berada pada dinas terkait, sementara pihak kecamatan menjalankan fungsi koordinasi dan pemantauan di wilayah.
Ia juga menjelaskan bahwa secara fisik jembatan telah selesai dibangun. Namun, jembatan belum langsung dapat digunakan karena masih terdapat tahapan pemeliharaan yang harus diselesaikan.
“Kalau nanti pembangunan, kan ada masalah pemeliharaan. Tidak langsung digunakan, apalagi jembatan. Jembatan itu ada masalah pemeliharaannya,” jelasnya.
Terkait jadwal peresmian, Cahyandi belum dapat memastikan waktunya. Menurutnya, jadwal tersebut berkaitan dengan dinas teknis dan pemerintah daerah sebagai pihak yang menangani pembangunan jembatan.
Penghubung Kroya dan Gantar
Lebih jauh, Cahyandi menilai jembatan tersebut memiliki fungsi strategis karena menjadi penghubung antara Kecamatan Kroya dan Kecamatan Gantar.
Keberadaan jembatan diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di kedua wilayah.
“Kepada masyarakat, baik itu di Kecamatan Kroya, khususnya Desa Sukaselamat, maupun yang lainnya, ini dipergunakan sebagai jalan untuk menunjang perekonomian, menuju desa sebelah, dari Kroya ke Gantar sampai ke wilayah lainnya,” ungkapnya.
Cahyandi juga mengapresiasi pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kondisi jembatan sebelumnya sudah memerlukan perhatian sehingga pembangunan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Ia berharap fasilitas tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses antarkecamatan.
Aspirasi Masyarakat dan Media Sosial
Dalam talkshow, Cahyandi juga menyinggung mengenai aspirasi masyarakat yang turut disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial.
Menurutnya, perkembangan media sosial seperti TikTok dan Instagram telah menjadi salah satu sarana masyarakat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.
“Sekarang sudah banyak media sosial, TikTok, Instagram, yang menyampaikan kepada pemerintah daerah. Bupati sangat respons terhadap usulan-usulan melalui media sosial,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut juga melibatkan koordinasi antara pemerintah daerah, dinas teknis, Kecamatan Gantar, dan Kecamatan Kroya.
Hal tersebut dilakukan karena jembatan memiliki posisi strategis sebagai penghubung dua wilayah kecamatan.
Lokasi jembatan yang berada berdekatan dengan kawasan Al-Zaytun turut dibahas dalam talkshow.
Cahyandi mengatakan, hingga saat wawancara berlangsung, belum ada komunikasi secara langsung antara Kecamatan Kroya dengan pihak Al-Zaytun mengenai pembangunan jembatan tersebut.
Namun, ia menyebut koordinasi lebih lanjut dapat dilakukan bersama dinas terkait dan pihak-pihak yang berkepentingan.
“Belum ada komunikasi sama sekali, tapi ada dari pihak dinas yang menanyakan, sudah selesai belum di lapangan. Kita informasinya selesai. Nanti teknis segala sesuatunya ada di dinas,” jelas Cahyandi.
Camat Imbau Masyarakat Jaga Jembatan
Selain fungsi jembatan sebagai penghubung wilayah, Cahyandi turut menyoroti aspek estetika bangunan tersebut.
Ia menilai jembatan memiliki tampilan yang baik sehingga masyarakat diminta ikut menjaga kebersihan, keindahan, dan kondisi fisiknya.
Cahyandi secara khusus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan vandalisme atau mencoret-coret bagian jembatan.
“Saya imbau kepada masyarakat, terutama mungkin yang mampir ke jembatan itu, mohon dijaga. Jangan sampai ada coret-coretan. Mampir, nongkrong, mampir istirahat, jangan iseng. Dijaga estetikanya,” tegasnya.
Menurutnya, fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah perlu dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia juga secara khusus mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan jembatan sebagai tempat mencoretkan nama, singkatan, maupun tulisan lainnya.
Cahyandi berharap setelah seluruh proses pembangunan dan peresmian selesai, masyarakat Kroya dan Gantar dapat memanfaatkan jembatan tersebut dengan baik sekaligus menjaga keberadaannya.
Pembangunan jembatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas dua kecamatan, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah yang terhubung. (Saheel untuk Indonesia)
INDRAMAYU, Lognews.co.id – Sebuah rumah milik Putri Sukmawati (20) yang berada di Blok Gabel RT 002/RW 002, Desa Gantar, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, mengalami kebakaran pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa kebakaran diketahui korban setelah pulang dari wilayah Kecamatan Haurgeulis. Saat tiba di rumah, Putri mendapati api sudah membesar di bagian dapur belakang rumah. Korban kemudian berteriak meminta pertolongan sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
Mendengar teriakan tersebut, warga bernama Ujang Berto (53) dan Bacang (40) segera memberikan bantuan untuk memadamkan api. Ujang juga langsung melaporkan kejadian itu kepada Polsek Gantar.
Menerima laporan warga, Kapolsek Gantar IPTU Sutarko bersama Kanit Reskrim AIPTU Asep Susanto dan anggota Bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi kejadian. Petugas kemudian berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, perangkat desa, dan warga untuk melakukan upaya pemadaman menggunakan alat seadanya sambil menunggu armada damkar tiba.
Bantuan pemadam kebakaran datang secara bertahap. Satu unit mobil pemadam dari Kecamatan Patrol tiba sekitar pukul 23.30 WIB. Selanjutnya, dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Indramayu tiba sekitar pukul 00.30 WIB, disusul satu unit mobil damkar dari Yon TP Cikamurang pada pukul 01.30 WIB.
Berkat kerja sama petugas gabungan dan masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 02.15 WIB.
Kapolsek Gantar IPTU Sutarko memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara itu, jumlah kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.
Berdasarkan hasil penanganan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari bagian belakang rumah.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan instalasi listrik di rumah.
“Kami mengingatkan masyarakat agar senantiasa waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman. Apabila terjadi keadaan darurat, masyarakat juga diimbau tidak ragu memanfaatkan layanan darurat kepolisian,” ujar AKP Tarno. (Saheel untuk Indonesia)