lognews.co.id, Indramayu – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui DP2KBP3A Kabupaten Indramayu menargetkan peningkatan peringkat Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2026 dengan memperkuat sinkronisasi data dan koordinasi lintas sektor. Rapat koordinasi digelar di Aula DP2KBP3A pada Kamis (9/4/26) sebagai langkah awal konsolidasi. (13/4/26)
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Atin Justinah, menyatakan rakor difokuskan pada pemenuhan indikator enam klaster KLA melalui penguatan kolaborasi antarinstansi. Seluruh pemangku kepentingan diminta memastikan integrasi data berjalan optimal.
Kepala DP2KBP3A, Iman Sulaeman, menegaskan persoalan utama terletak pada administrasi dan kelengkapan bukti dukung. Ratusan indikator penilaian membutuhkan evidence valid, sehingga setiap kegiatan wajib terdokumentasi dengan perspektif perlindungan anak.
Pemkab menargetkan peningkatan status dari Pratama menuju Madya bahkan Nindya pada evaluasi 2026. Target tersebut dinilai realistis jika konsistensi program dan pelaporan dapat dijaga.
Materi teknis disampaikan oleh Faisan CB dari Yayasan Bahtera Bandung yang menekankan verifikasi pusat akan berlangsung ketat, sehingga dokumen harus tervalidasi, ditandatangani, dan distempel resmi sebelum diunggah.
Rakor dihadiri unsur kejaksaan, kepolisian, dan Badan Pusat Statistik, menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab kolektif lintas sektor. Pemkab optimistis penguatan data dan koordinasi akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pemenuhan hak anak di Indramayu. (Amri-untuk Indonesia)



