lognews.co.id, Indramayu – Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu terus mengoptimalkan program pemberdayaan nelayan kecil sebagai bagian dari strategi mendukung ketahanan pangan berbasis laut atau pangan biru. (12/4/26)
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Diskanla, Rachmat Yulianto, menjelaskan bahwa terdapat dua program utama yang menjadi fokus, yakni pengelolaan perikanan tangkap dan pengawasan sumber daya kelautan.
Untuk mendukung program tersebut, berbagai intervensi dilakukan secara terintegrasi, mulai dari fasilitasi pendanaan, kemitraan usaha, hingga penguatan kelembagaan nelayan kecil. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penyediaan sarana-prasarana juga menjadi prioritas.
“Pendekatannya menyeluruh, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga kelembagaan dan akses informasi,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi berbasis satelit melalui sistem informasi daerah penangkapan ikan. Teknologi ini memungkinkan nelayan memperoleh data lokasi ikan secara lebih akurat dan efisien.
Dengan sistem tersebut, nelayan dapat mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas hasil tangkapan.
Program ini juga mencakup penyediaan sarana usaha perikanan tangkap serta penguatan kapasitas pengawasan sumber daya kelautan, guna memastikan keberlanjutan ekosistem laut tetap terjaga.
Melalui berbagai langkah tersebut, Diskanla menargetkan peningkatan kesejahteraan nelayan kecil di Indramayu, sekaligus memperkuat kontribusi sektor kelautan dalam ketahanan pangan nasional.
Pendekatan berbasis pemberdayaan ini diharapkan mampu mendorong nelayan lebih adaptif terhadap perubahan, baik dari sisi teknologi, pasar, maupun dinamika lingkungan laut. (Amri-untuk Indonesia)



