lognews.co.id, Indramayu – Serabi gopak sejak lama menjadi ikon kuliner pesisir Indramayu dengan ciri tekstur tebal, aroma tradisional, dan penyajian unik melalui proses pemotongan atau “digopak” sebelum disiram kuah gula merah. Jajanan ini bertahan lintas generasi dan tetap diminati warga maupun pendatang di tengah maraknya kuliner modern. (26/3/26)
Serabi gopak terbuat dari tepung beras, santan, dan sedikit garam yang dipanggang menggunakan wajan tanah liat di atas tungku api. Cara memasak konvensional itu menghasilkan kerak tipis, aroma asap alami, dan rasa gurih khas yang tidak bisa digantikan peralatan modern. Selain versi klasik dengan kuah gula merah kental, sejumlah pedagang menambahkan inovasi seperti parutan kelapa, kacang, atau meses, meskipun varian tradisional tetap menjadi pilihan utama.
Keberadaan serabi gopak tidak sekadar menandai identitas kuliner lokal, tetapi juga merepresentasikan tradisi masyarakat pesisir Indramayu yang memadukan bahan sederhana dengan teknik memasak turun-temurun. Kuliner ini kerap hadir dalam acara adat, menjadi jamu tamu, hingga oleh-oleh khas pasar-pasar pagi. Konsistensi para pedagang dalam mempertahankan metode masak tradisional menjadikan jajanan ini tetap relevan dan memiliki nilai nostalgis kuat bagi warga perantauan yang pulang kampung.
Di tengah tren wisata kuliner, serabi gopak makin dikenal wisatawan sebagai jajanan khas yang wajib dicicipi karena rasanya yang lembut, legit, dan harga yang terjangkau. Daya tarik itu sekaligus menguatkan posisi Indramayu sebagai daerah dengan kekayaan kuliner pesisir yang kuat akar budaya dan keberlanjutannya. (Amri-untuk Indonesia)



