Sunday, 08 March 2026

Cirebon Kembangkan 1,5 Ton Benih Sorgum

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

CirebonDinas Pertanian Kabupaten Cirebon mendukung pengembangan tanaman Sorgum sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya mengatakan, pengembangan sorgum akan berjalan optimal apabila didukung kepastian pasar bagi hasil panen petani.

“Bagi petani yang penting itu ada yang membeli hasilnya dan harganya menguntungkan. Kalau pemasarannya ada, petani pasti mau menanam,” kata Deni saat kegiatan panen sorgum di lahan Satuan Pelayanan UPTD Balai Benih Palawija Plumbon, Kamis (5/3/2026).

Cocok untuk Lahan Kering

Menurut Deni, sorgum memiliki keunggulan karena tidak membutuhkan banyak air sehingga dapat tumbuh di lahan yang relatif kering atau marginal. Kondisi tersebut membuat komoditas ini berpotensi dikembangkan di berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon yang memiliki karakter lahan serupa.

“Kalau sorgum itu tidak perlu banyak air, jadi lahan yang agak kritis pun masih bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi lahan untuk pengembangan sorgum di Kabupaten Cirebon masih cukup luas. Selain pengembangan yang dilakukan bersama PT Dirgantara Indonesia, tanaman ini juga sudah dibudidayakan oleh petani di sejumlah wilayah.

Salah satu daerah yang telah mengembangkan sorgum adalah Kecamatan Beber, melalui program dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

“Di Beber sudah ada dari program kementerian dan provinsi, produksinya juga sudah cukup banyak,” kata Deni.

Cirebon Jadi Percontohan Sorgum di Jabar

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyebut Kabupaten Cirebon menjadi daerah percontohan pengembangan sorgum di Jawa Barat.

Menurutnya, sorgum merupakan tanaman serealia yang memiliki banyak keunggulan, antara lain kaya nutrisi, tahan terhadap kekeringan, serta mampu tumbuh di lahan marginal.

“Sorgum ini tanaman yang multifungsi. Bijinya bisa menjadi pangan, batangnya dapat dimanfaatkan untuk biomassa atau bioetanol, sedangkan daunnya bisa menjadi pakan ternak,” ujar Erwan.

Ia menambahkan, tanaman tersebut juga memiliki efisiensi budidaya karena dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun.

Potensi Produksi dan Teknologi Pengolahan

Dalam kegiatan panen tersebut, lahan sorgum seluas sekitar 1,5 hektare diperkirakan menghasilkan sekitar 1,5 ton benih dengan kelas benih dasar. Benih tersebut nantinya dapat dikembangkan menjadi benih pokok yang mampu mencakup area budidaya hingga sekitar 150 hektare.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan sorgum melalui penerapan teknologi pengolahan hasil pertanian.

“Kami ingin menginjeksi teknologi dalam pengolahan sorgum sehingga memberikan nilai tambah bagi para petani,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan sorgum tidak hanya terbatas pada biji sebagai bahan pangan, tetapi juga batangnya yang dapat diolah menjadi biomassa atau bahan baku energi.

Perusahaan tersebut juga menjajaki kerja sama teknologi pengolahan pangan dengan mitra dari China untuk mengembangkan berbagai produk turunan sorgum di Jawa Barat.

Pengembangan tanaman ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

(Amri-untuk Indonesia)