lognews.co.id, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi campak untuk kelompok dewasa setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR). Tahap awal difokuskan bagi tenaga kesehatan yang memiliki risiko tertinggi terpapar kasus campak seiring meningkatnya potensi penularan. (08/4/26)
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, L. Rizka Andalusia, menyampaikan bahwa vaksinasi difokuskan pada 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi. Selain itu, 28.321 dokter umum dan dokter gigi dalam masa internship juga masuk kelompok prioritas.
Total kebutuhan sekitar 290 ribu dosis dipastikan aman oleh pemerintah. Hingga pekan ke-13 tahun 2026, stok vaksin MR tercatat 9,8 juta dosis, cukup untuk 5,5 bulan. Ketersediaan dipantau melalui sistem SMILE dan Satu Sehat Logistik untuk memastikan distribusi tetap stabil hingga tingkat fasilitas kesehatan.
BPOM menyetujui perluasan indikasi untuk vaksin MR, MMR, dan vaksin campak tunggal produksi Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), dan Merck Sharp Dohme (MSD). Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut keputusan tersebut telah melalui kajian ilmiah ketat guna menjamin keamanan dan khasiat.
Kemenkes juga mengimbau orang tua agar segera melengkapi imunisasi dasar anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan booster SD tanpa menunggu terjadinya kenaikan kasus.
(Amri-untuk Indonesia)



