lognews.co.id, Magelang – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries, anak usaha Bakrie Group, di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4). Fasilitas ini menjadi pabrik bus dan truk listrik pertama di Indonesia, menandai akselerasi pemerintah menuju elektrifikasi transportasi nasional. (09/4/26)
Presiden menyampaikan bahwa langkah Bakrie Group selaras dengan agenda energi baru terbarukan (EBT). Ia memuji konsistensi keluarga Bakrie yang dinilainya terus mengambil peran dalam transformasi industri nasional. “Dengan ini saya meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik VKTR. Saya berharap beberapa tahun lagi kita melihat VKTR sebagai champion Indonesia,” kata Prabowo dalam siaran resmi.
Komisaris Utama VKTR, Anindya Novyan Bakrie, menjelaskan bahwa fokus perusahaan pada bus dan truk listrik didasari dua tujuan utama: dekarbonisasi dan kemandirian ekonomi. Menurutnya, elektrifikasi kendaraan komersial mampu menjadi pengungkit ekosistem industri listrik nasional sekaligus berpotensi menghemat subsidi BBM hingga 5 miliar dolar AS per tahun.
VKTR menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari 40 persen menjadi 60 persen tahun ini dan 80 persen pada 2028. Perusahaan juga memperluas kolaborasi teknologi dengan berbagai universitas, termasuk PENS dan Universitas Sebelas Maret, menghasilkan 14 hak cipta mulai dari teknologi retrofit hingga sistem manajemen armada.
Pabrik senilai investasi Rp5 triliun itu dilengkapi fasilitas uji berstandar internasional, termasuk road test, rain test, climb test, dan flood test. Dalam operasionalnya, VKTR bekerja sama dengan karoseri nasional seperti Laksana, Tri Sakti, Adiputro, Tentrem, dan Mekar Armada Jaya. Sejumlah operator besar seperti Transjakarta, Blue Bird, OIKN hingga Semen Indonesia Logistik juga menjadi mitra pengujian dan pengguna awal.
Prabowo menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan industri otomotif listrik nasional, terutama di segmen kendaraan berat yang diyakini berkontribusi signifikan terhadap ekosistem energi bersih.
Hadir dalam peresmian tersebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Prasetyo Hadi serta pejabat daerah Jawa Tengah.
(Amri-untuk Indonesia)



