lognews.co.id, Jakarta - Penyakit ginjal sering kali terlambat diketahui karena berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal. Kondisi ini membuat banyak penderita baru menyadari gangguan ginjal saat sudah memasuki stadium lanjut atau tahap akhir. (29/4/26)
Menurut keterangan medis, gejala umumnya baru muncul ketika fungsi ginjal mulai menurun signifikan. Beberapa tanda yang sering dirasakan antara lain pembengkakan pada tubuh, mudah lelah, penurunan nafsu makan, hingga mual dan muntah.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi menjelaskan, penyakit ginjal dipicu berbagai faktor risiko yang sebagian besar berkaitan dengan penyakit kronis dan gaya hidup tidak sehat.
Penyebab Utama Penyakit Ginjal
Beberapa faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit ginjal meliputi:
- Diabetes melitus
- Hipertensi atau tekanan darah tinggi
- Konsumsi obat pereda nyeri berlebihan dalam jangka panjang
- Penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya
- Peradangan atau kerusakan jaringan ginjal
Selain itu, risiko juga lebih tinggi pada kelompok tertentu seperti orang dengan riwayat keluarga penyakit ginjal, usia di atas 60 tahun, serta individu dengan obesitas.
Pentingnya Deteksi Dini
Deteksi dini dinilai menjadi langkah krusial agar kerusakan ginjal tidak berkembang menjadi gagal ginjal tahap akhir. Pemeriksaan sederhana dapat membantu mengenali gangguan ginjal sejak awal.
Beberapa pemeriksaan yang disarankan antara lain:
- Pemeriksaan tekanan darah
- Pengukuran indeks massa tubuh (IMT)
- Tes darah untuk mengetahui kadar kreatinin
- Tes urine guna mendeteksi kerusakan ginjal
Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi.
Cara Mencegah Penyakit Ginjal
Selain pemeriksaan berkala, masyarakat perlu menjaga pola hidup sehat untuk melindungi fungsi ginjal dan mencegah penyakit kronis.
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
- Cek kesehatan secara rutin
- Menghindari asap rokok
- Rajin berolahraga
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Istirahat cukup
- Mengelola stres dengan baik
Dengan pola hidup sehat dan deteksi dini, risiko kerusakan ginjal berat dapat ditekan sejak awal. (Amri-untuk Indonesia)



