lognews.co.id — Pola makan tidak hanya ditentukan oleh jenis bahan pangan, tetapi juga metode pengolahannya. Sejumlah kajian ilmiah dan rekomendasi lembaga kesehatan internasional menunjukkan bahwa teknik memasak tertentu dapat memicu terbentuknya senyawa berisiko kanker.
Berdasarkan kompilasi rujukan dari World Health Organization, International Agency for Research on Cancer, serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, metode memasak bersuhu sangat tinggi—terutama pembakaran langsung hingga hangus—dapat menghasilkan senyawa seperti heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Senyawa ini terbentuk saat daging merah, ayam, atau ikan dimasak sampai gosong.
Hindari Suhu Ekstrem dan Bagian Hangus
Memanggang atau menggoreng hingga kehitaman meningkatkan pembentukan HCA dan PAH. Praktik yang dianjurkan:
- Gunakan suhu sedang.
- Balik bahan makanan lebih sering.
- Hindari permukaan hangus.
- Buang bagian yang terbakar sebelum dikonsumsi.
Pilih Metode Memasak Lebih Aman
Metode yang dinilai lebih rendah risiko pembentukan zat karsinogenik antara lain:
- Mengukus
- Merebus
- Slow cooking suhu rendah
- Pressure cooking
- Menumis cepat dengan sedikit minyak
Teknik tersebut membantu menjaga kandungan gizi sekaligus meminimalkan senyawa berbahaya.
Gunakan Minyak Secara Bijak
Pemanasan minyak berulang kali menghasilkan radikal bebas dan senyawa toksik. Konsumsi minyak jelantah dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis.
Rekomendasi:
- Hindari penggunaan ulang minyak goreng.
- Jangan memanaskan minyak hingga berasap pekat.
- Gunakan minyak yang stabil pada suhu tertentu seperti minyak kanola atau minyak zaitun light sesuai kebutuhan.
Cegah Kontaminasi dan Paparan Pestisida
Bahan pangan yang tidak dicuci bersih berisiko membawa residu pestisida atau mikroba.
Langkah aman:
- Cuci buah dan sayur di bawah air mengalir.
- Gunakan talenan terpisah untuk bahan mentah dan matang.
- Kupas kulit luar produk non-organik bila diperlukan.
Batasi Daging Olahan
International Agency for Research on Cancer mengklasifikasikan daging olahan (seperti sosis dan kornet) sebagai karsinogen kelompok tertentu untuk kanker kolorektal bila dikonsumsi berlebihan. Konsumsi sebaiknya dibatasi dan tidak menjadi menu harian.
Marinasi Bisa Kurangi Risiko
Penelitian menunjukkan marinasi dengan bahan kaya antioksidan seperti bawang putih, kunyit, jahe, lemon, atau rempah dapat menurunkan pembentukan HCA saat daging dimasak suhu tinggi. Marinasi minimal 30 menit sebelum proses memasak disarankan.
Perbanyak Sayur dan Serat
Sayuran mengandung antioksidan dan serat pelindung kanker. Namun pemanasan berlebihan dapat merusak kandungan gizinya. Kukus sebentar atau tumis cepat untuk mempertahankan nutrisi.
Perhatikan Penyimpanan
Jamur penghasil aflatoksin pada bahan pangan lembap berkaitan dengan risiko kanker hati. Simpan makanan matang di suhu dingin bila tidak langsung dikonsumsi dan buang bahan yang berjamur.
Hindari Plastik Tidak Tahan Panas
Pemanasan dalam wadah plastik tertentu berisiko menyebabkan migrasi bahan kimia ke makanan. Gunakan wadah kaca, stainless steel, atau keramik berlabel food grade dan microwave safe.
Pencegahan Dimulai dari Dapur
Upaya pencegahan kanker tidak hanya bergantung pada pilihan bahan makanan, tetapi juga teknik pengolahannya. Menghindari suhu ekstrem, membatasi makanan ultra-proses, menjaga kebersihan, dan menerapkan metode memasak yang lebih aman merupakan langkah preventif berbasis bukti yang dapat diterapkan setiap hari.
(Amri-untuk Indonesia)


