lognews.co.id — Konsumsi asinan sayur dan buah saat berbuka puasa tidak dianjurkan karena berisiko meningkatkan produksi asam lambung dan memicu gangguan pencernaan. Peringatan ini disampaikan dokter spesialis gizi klinik dalam sejumlah keterangan media kesehatan nasional.
Berdasarkan kompilasi laporan media nasional dan pernyataan medis yang dipublikasikan dalam kanal kesehatan, dr. Verawati Sudarma, M Gizi, SpGK menjelaskan kandungan cuka dalam asinan dapat memperberat kerja lambung yang sebelumnya kosong selama berpuasa.
Mekanisme Medis: Lambung Kosong dan Lonjakan Asam
Secara fisiologis, saat berpuasa lambung berada dalam kondisi kosong selama kurang lebih 12–14 jam. Dalam kondisi ini, produksi asam lambung tetap berlangsung meski tidak ada asupan makanan.
Ketika makanan tinggi asam seperti asinan—yang mengandung cuka dan rasa asam kuat—dikonsumsi sebagai menu pertama saat berbuka, kondisi tersebut dapat:
- Merangsang peningkatan sekresi asam lambung
- Memicu rasa mual dan kembung
- Menimbulkan sensasi perih pada ulu hati
Kondisi ini terutama berisiko bagi individu dengan riwayat maag, GERD, atau gastritis.
Risiko Lanjutan: Dispepsia hingga Gastritis
Menurut penjelasan medis yang dihimpun, konsumsi asinan secara berulang saat berbuka dapat memicu dispepsia, yaitu rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. Dalam jangka panjang, iritasi berulang berpotensi berkembang menjadi gastritis (peradangan dinding lambung).
Gangguan ini tidak hanya muncul selama Ramadan, tetapi bisa berlanjut setelah periode puasa berakhir apabila pola makan tidak dikendalikan.
Kandungan Gizi Tetap Bermanfaat, Namun Perlu Pengaturan
Dokter menegaskan bahwa sayur dan buah dalam asinan tetap memiliki manfaat gizi, termasuk serat dan vitamin. Namun, penggunaan cuka serta kadar asam tinggi menjadi faktor utama yang perlu dibatasi, khususnya sebagai konsumsi pertama saat berbuka.
Sebagai alternatif, masyarakat dianjurkan berbuka dengan makanan yang lebih ramah lambung seperti:
- Air putih
- Kurma
- Makanan manis alami dalam porsi kecil
- Sup hangat atau makanan berkuah ringan
Pendekatan ini selaras dengan prinsip kesehatan pencernaan saat puasa yang direkomendasikan berbagai sumber medis nasional.
Konteks Kesehatan Ramadan
Kementerian Kesehatan RI dalam sejumlah panduan puasa sebelumnya juga menekankan pentingnya berbuka secara bertahap dan menghindari makanan terlalu asam, pedas, atau berlemak tinggi untuk mencegah gangguan lambung.
Dengan demikian, konsumsi asinan saat buka puasa sebaiknya tidak dijadikan menu utama pembuka, terutama bagi masyarakat dengan riwayat gangguan lambung.
Informasi ini dihimpun dari kompilasi keterangan dokter spesialis gizi klinik, laporan media kesehatan nasional, serta referensi edukasi kesehatan Ramadan.
(Amri-untuk Indonesia)


