lognews.co.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan mobil transparan antipeluru yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto. (20/5/26)
Mobil khusus tersebut dirancang agar Presiden dapat lebih leluasa menyapa masyarakat saat melakukan kunjungan kerja di berbagai daerah.
Purbaya mengatakan anggaran pengadaan kendaraan itu akan tersedia apabila sudah ada permintaan resmi dari Presiden maupun instansi terkait.
“Ada pasti kalau memang diminta, tapi kan belum ada permintaan resmi,” ujar Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dikutip Selasa (19/5/2026).
Menurut Purbaya, gagasan kendaraan transparan muncul karena kendaraan taktis kepresidenan yang digunakan saat ini memiliki desain tertutup sehingga membatasi interaksi Presiden dengan masyarakat.
“Kalau Maung kan tertutup, beliau maunya kelihatan. Jadi bisa terlihat duduk maupun berdiri supaya lebih nyaman saat menyapa warga,” katanya.
Purbaya kembali menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema anggaran untuk kebutuhan tersebut dan tinggal menunggu keputusan resmi.
“Dalam bentuk perintah belum. Nanti kita lihat seperti apa. Anggarannya ada di sana,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa memastikan pihaknya mulai menindaklanjuti permintaan Presiden terkait kendaraan khusus tersebut.
“Kalau itu iya kita siapkan terus,” kata Sigit usai menghadiri rapat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan permintaan mobil transparan antipeluru memang telah disampaikan langsung oleh Presiden kepada Pindad. Saat ini proses penyiapan konsep kendaraan masih berlangsung.
Sebelumnya, Prabowo disebut menginginkan kendaraan kepresidenan dengan desain menyerupai “Popemobile”, yakni mobil berkaca transparan dengan perlindungan antipeluru standar VVIP.
Ide tersebut muncul setelah Presiden beberapa kali harus berdiri cukup lama di kendaraan tertutup untuk menyapa warga saat kunjungan kerja hingga mengalami kelelahan pada tangan akibat banyak berjabat tangan.
Presiden menilai kendaraan transparan akan membuat interaksi dengan masyarakat menjadi lebih mudah tanpa mengurangi faktor keamanan selama perjalanan kenegaraan. (Amri-untuk Indonesia)



