lognews.co.id, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung merespons laporan mahasiswa terkait dugaan bawang merah ilegal dan kelangkaan pupuk subsidi dalam diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia di Jakarta. (8/5/26).
Forum yang dihadiri sekitar 118 perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah itu menjadi wadah penyampaian berbagai persoalan pertanian yang terjadi di wilayah masing-masing.
Dalam forum tersebut, mahasiswa melaporkan dugaan peredaran bawang merah ilegal di Sumatera Utara yang dinilai merugikan petani lokal serta memengaruhi harga pasar. Selain itu, mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat juga mengadukan kelangkaan pupuk subsidi bagi petani bawang merah di daerahnya.
Menanggapi laporan tersebut, Amran langsung melakukan sambungan telepon kepada pihak terkait dan aparat penegak hukum di daerah guna memastikan laporan segera ditindaklanjuti.
“Terima kasih mahasiswa. Kalau ada pelanggaran, laporkan. Tidak boleh ada pembiaran,” ujar Amran.
Ia menegaskan praktik bawang merah ilegal harus ditindak tegas karena merugikan petani dalam negeri.
“Nah itu ditangkap, masukkan penjara. Kapan negeri ini bisa makmur kalau ada pembiaran,” katanya.
Terkait persoalan pupuk subsidi, Amran memastikan distribusi akan segera ditelusuri untuk mencegah adanya penyimpangan di lapangan.
“Kita butuh pengkritik yang konstruktif. Bukan fitnah, tapi kritik berbasis data,” ucapnya.
Menurut Amran, pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari mahasiswa. Kementerian Pertanian juga mengklaim terus melakukan pemberantasan mafia sektor pertanian.
“Ada koruptor, kita penjarakan. Di sektor pertanian sudah 76 tersangka,” tegasnya.
Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa SI Wilayah Sumatera Utara, Muzan Mirisan, mengapresiasi respons cepat Menteri Pertanian terhadap laporan mahasiswa.
“Kami berharap mafia bawang merah ilegal bisa dibasmi. Terutama yang masuk ke Sumatera Utara,” katanya.
Sementara itu, mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat, Muhammad Abdi Maludin, juga menyampaikan apresiasi karena pemerintah dinilai cepat merespons laporan dugaan permainan pupuk subsidi.
“Saya lihat Pak Menteri langsung merespon dan berkoordinasi saat itu juga. Ini yang kami harapkan,” ujarnya.
Kementerian Pertanian menegaskan akan terus membuka ruang dialog bersama mahasiswa dan masyarakat guna memperkuat pengawasan sektor pertanian secara terbuka dan cepat. (Amri-untuk Indonesia)



