Friday, 17 April 2026

Bukan Sekadar "Yes" dan "No"! Begini Serunya Kelas 2-B02 Al Zaytun Saat 'Menyulap' Ekspresi Menjadi Keceriaan Berbahasa Inggris

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh: Mochamad Iqbal Aulia, S.Sos. (Kepala MI Ma'had Al Zaytun) 

lognews.co.id– Pagi yang cerah di kampus MI Ma'had Al Zaytun, Jum’at, 17 April 2026, menyambut langkah para pejuang ilmu di jam pelajaran pertama. Namun, ada yang berbeda di ruang kelas 2-B02. Bukan hening yang mencekam, melainkan riuh rendah tawa dan antusiasme yang meledak saat *Ustadzah Luluk Syifa Hasna Rasyida, S.Pd.* mulai membuka materi Bahasa Inggris hari itu.

Ekspresi: Jembatan Menuju Kemanusiaan

Di bawah bimbingan Ustadzah Luluk, para santri cilik ini diajak menyelami materi Expression (Ekspresi). Pembelajaran tidak sekadar menghafal kosakata di buku, melainkan mempraktikkan dialog sederhana yang sangat mendalam maknanya:

 _“How are you today?”

 _“How do you feel?”

 _“I am...” (diikuti raut wajah bahagia, sedih, atau terkejut).

Pertanyaan-pertanyaan ini bukan sekadar basa-basi linguistik. Di sinilah nilai "Menanam Kesadaran, Menumbuhkan Kemanusiaan" diimplementasikan sejak dini. Pelajar diajak sadar akan perasaan diri sendiri dan peduli pada perasaan orang lain melalui sebuah dialog.

Panggung Kecil Athiyah dan Ratu

Kegembiraan memuncak saat Ustadzah Luluk mengambil sampel pelajar untuk maju ke depan. Athiyah dan Ratu terpilih menjadi pembuka. Dengan sedikit malu namun penuh tekad, mereka melafalkan dialog tersebut. Saat salah satu mengekspresikan wajah Shocked (terkejut), teman bicaranya harus menebak dengan sigap: “Oh, you are shocked!”. Gelak tawa pun pecah, mencairkan suasana pagi yang hangat.

1000361907

Rebutan Tampil: Antara Percaya Diri dan Keceriaan

Setelah sesi latihan berpasangan dengan teman sebangku, suasana kelas semakin "panas"—dalam arti yang positif. Para pelajar saling berebut mengangkat tangan, ingin menunjukkan kebolehan mereka di depan kelas.

Pasangan Pertama: Yusuf dan Haikal tampil dengan kepercayaan diri yang luar biasa. Suara mereka lantang, mencerminkan profil santri yang cerdas dan berani.

 Pasangan Kedua: *Makaila dan Luthfia* menyusul dengan aura penuh keceriaan. Ekspresi wajah mereka begitu natural, membuktikan bahwa belajar bahasa asing bisa seasyik bermain.

Mewujudkan Masyarakat Sehat, Cerdas, dan Manusiawi

Ustadzah Luluk dengan telaten memberikan penilaian, bukan hanya pada aspek pelafalan (pronunciation), tapi juga pada keberanian mereka berinteraksi.

Pembelajaran hari ini di MI Ma'had Al Zaytun membuktikan bahwa bahasa adalah alat komunikasi untuk memanusiakan manusia. Dengan bertanya "How do you feel?" para pelajar sedang dilatih untuk menjadi pribadi yang manusiawi, peka terhadap sesama, dan memiliki mental yang sehat karena berani mengekspresikan diri secara positif.

Dari kelas 2-B02, kita belajar bahwa pendidikan terbaik adalah yang mampu membuat anak-anak tersenyum sambil menggenggam dunia melalui bahasa. Cerdas otaknya, Manusiawi hatinya. (Amri-untuk Indonesia) 

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah