Oleh: Ali Aminulloh
lognews.co.id, Indramayu - Pendopo Kabupaten Indramayu pagi itu tidak sekadar menjadi ruang pertemuan formal. Kamis, 16 April 2026, suasana hangat terasa sejak awal ketika Ketua Umum KSU Desa Kota Indonesia, Ibu Anis Khoirunnisa, S.Th.I. MAP melangkah masuk memenuhi undangan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, SH. MH. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan pintu menuju jejaring yang lebih luas: menghubungkan koperasi, pemerintah, hingga investor internasional.
Didampingi Sekretaris I Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I. ME. dan Sekretaris II Budiyanto, MM. rombongan KSU disambut hangat di ruang kerja wakil bupati. Percakapan yang awalnya santai berubah menjadi nostalgia ketika Syaefudin mengenang kebersamaannya dengan Anis Khoirunnisa semasa di DPRD dari Partai Golkar. Namun di balik obrolan ringan itu, terselip semangat yang sama: membangun ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
Moto KSU Desa Kota Indonesia, “Berkoperasi Demi Wujud Kesejahteraan Bersama,” terasa hidup dalam setiap dialog yang terjalin hari itu.

Pertemuan berlanjut ke pesisir Karangsong, tepatnya di Rumah Makan Panorama. Di tempat ini, silaturahmi berkembang menjadi forum strategis. Wakil Bupati telah menyiapkan jamuan makan siang untuk menyambut Menteri Koperasi, Dr. Ferry Joko Juliantono, SE. Ak, M.Si.
Tak lama berselang, rombongan menteri tiba bersama Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS (Komisi IV DPR RI) dan investor nasional asal Beijing, Merry, beserta tim. Kehadiran mereka mengubah makan siang menjadi ruang diplomasi ekonomi yang cair namun sarat makna.
Di meja makan, sajian khas Indramayu: ikan gomyang dan ikan bakar kerapu, menjadi pengikat suasana. Dalam kehangatan itulah, Anis Khoirunnisa memaparkan perkembangan KSU Desa Kota Indonesia yang kini telah menghimpun lebih dari 18.000 anggota. Ia menjelaskan berbagai lini usaha, termasuk penyediaan kebutuhan pokok sehat (Mulbako) yang diproduksi oleh LKM Masjid Rahmatan Lil Alamin.

Menteri Koperasi merespons dengan terbuka. Ia menawarkan berbagai peluang dukungan pemerintah, menandakan adanya ruang sinergi antara koperasi dan kebijakan nasional. Dialog pun melebar, tidak hanya soal koperasi, tetapi juga peluang investasi.
Investor Merry mengungkapkan rencana ambisius: pembangunan galangan kapal penangkap ikan dan pabrik biofarmasi di Indramayu. Bahkan, pembicaraan dengan Bu Anis mulai menyentuh kemungkinan kerja sama ekspor-impor dengan perusahaan China, sebuah langkah yang dapat membawa koperasi masuk ke rantai perdagangan global.
Usai santap siang, rombongan bergerak ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong. Di sana, realitas ekonomi nelayan berbicara lebih lantang daripada data di atas kertas.
Para nelayan menyampaikan keluhan yang sama: tingginya harga solar industri yang menembus diatas Rp. 23.000 per liter. Angka yang membuat banyak kapal terpaksa bersandar, bukan karena cuaca, tetapi karena biaya operasional yang tak lagi terjangkau. Harapan mereka sederhana: akses BBM dengan harga yang setara dengan sektor transportasi darat.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari persoalan riil di lapangan. Koperasi, pemerintah, dan investor dituntut tidak hanya berbicara visi, tetapi juga solusi konkret.
Perjalanan berlanjut ke Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, lokasi yang diusulkan untuk pengembangan proyek. Namun, investor menilai lokasi tersebut kurang strategis karena jauh dari garis pantai.
Alternatif berikutnya berada di Eretan Kulon. Di sinilah optimisme kembali tumbuh. Lahan yang berbatasan dengan kawasan Al Zaytun ini dinilai ideal: dekat pantai, terhubung dengan jalan nasional, dan tidak jauh dari Pelabuhan Patimban. Kombinasi yang menjadikannya potensial sebagai pusat industri maritim dan biofarmasi.
Rangkaian kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi momentum penting bagi KSU Desa Kota Indonesia untuk memperluas jejaring: dari tingkat lokal hingga internasional. Pertemuan yang dimulai dari ruang kerja wakil bupati, berlanjut ke meja makan, hingga berakhir di pesisir dan lahan pengembangan, menggambarkan satu hal: koperasi tidak lagi berdiri di pinggiran, tetapi mulai masuk ke pusat percaturan ekonomi.
Di tengah arus perubahan itu, KSU Desa Kota Indonesia membawa satu keyakinan yang sederhana namun kuat: bahwa kesejahteraan bersama bukan sekadar slogan, melainkan tujuan yang terus diperjuangkan melalui kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor. (Amri-untuk Indonesia)
Mendidik dan membangun semata mata untuk beribadah kepada Allah



