lognews.co.id, Hanoi — Majelis Nasional Vietnam resmi menetapkan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, sebagai Presiden pada Selasa, 7 April 2026. Penetapan ini mengukuhkan konsolidasi kekuasaan yang jarang terjadi, di mana satu figur memegang kendali tertinggi partai dan negara secara bersamaan. (7/4/26)
Lam, 68 tahun, menjadi satu-satunya kandidat dalam pemilihan presiden periode lima tahun sehingga persetujuan parlemen bersifat formalitas. Ia memperoleh 99% suara Majelis Nasional dan langsung menyampaikan komitmen untuk menjaga stabilitas nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi. Langkah ini memperkuat sentralisasi kekuasaan di tengah tekanan global terhadap ekonomi Vietnam, termasuk perlambatan pertumbuhan kuartal I–2026 dan krisis energi yang memengaruhi industri.
To Lam sebelumnya sempat merangkap jabatan Sekjen Partai dan Presiden pada 2024 setelah pergantian mendadak dalam struktur kepemimpinan, namun baru kali ini ia mengamankan kedua posisi melalui mekanisme penuh partai. Dalam sejarah modern Vietnam, hanya tokoh-tokoh kuat seperti Ho Chi Minh dan Nguyen Phu Trong yang pernah memegang dua jabatan strategis ini secara bersamaan.
Posisi Lam sebagai pemimpin puncak mempertegas arah politik Vietnam yang mengutamakan stabilitas internal, konsistensi kebijakan, serta kontrol ketat pemerintah terhadap sektor strategis. Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam menghadapi tekanan energi global, kenaikan biaya industri, serta penyesuaian kebijakan investasi yang memengaruhi performa ekonomi nasional. Di sisi lain, negara itu tetap menjadi magnet investasi manufaktur Asia, bersaing dengan Indonesia dan Malaysia dalam menarik relokasi industri besar.
Pada pernyataannya, Lam menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga perdamaian regional di Asia Tenggara, memperkuat pertahanan, mengamankan suplai energi, dan mendorong transformasi ekonomi yang lebih resilien. Kebijakan luar negeri Vietnam diperkirakan tetap pragmatis, menjaga keseimbangan hubungan dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, dan mitra penting lainnya.
(Amri-untuk Indonesia)



