Friday, 03 April 2026

PSSI Awards 2026, Apresiasi Bersejarah bagi Pahlawan Sepak Bola Nasional

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – PSSI Awards 2026 menjadi momentum historis bagi kebangkitan sepak bola nasional. Untuk pertama kalinya sejak 95 tahun berdirinya federasi, ajang penghargaan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi menyeluruh kepada para pelaku sepak bola Indonesia, dari pemain hingga elemen pendukung yang bekerja di balik layar. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa PSSI Awards bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggung penghormatan bagi kontribusi kolektif yang menjaga ekosistem sepak bola tetap hidup. Ia menyebut para pahlawan lapangan hijau bukan hanya para pemain, tetapi juga wasit, pengurus PSSI provinsi, sponsor, komunitas akar rumput, hingga suporter yang selama ini menopang perjalanan sepak bola Indonesia dari bawah hingga ke level prestasi. Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam acara penganugerahan di Studio 6 Emtek City, Jakarta, Sabtu (28/3) malam WIB. (28/3/26)

Erick yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga itu menyoroti bahwa kualitas sepak bola nasional dibentuk oleh kerja simultan banyak pihak. Wasit dianggap memiliki peran krusial dalam menjaga integritas pertandingan, sementara kontribusi PSSI provinsi dinilai memegang peranan penting dalam mengembangkan talenta daerah. Ia menambahkan bahwa keberadaan sponsor merupakan tulang punggung pembiayaan kompetisi dan program pembinaan jangka panjang, sedangkan dukungan suporter menjadi kekuatan emosional yang selama ini menjaga semangat tim nasional. Semangat kolektif tersebut menurutnya patut dirayakan melalui PSSI Awards yang dirancang lebih hangat dan membumi dengan memprioritaskan penghargaan bagi mereka yang bekerja tanpa sorotan publik setiap harinya.

Ajang ini menghadirkan total 17 kategori penghargaan yang diberikan kepada individu maupun institusi sepanjang tahun berjalan. Di antara para penerima penghargaan, Jay Idzes tampil sebagai sorotan setelah dinobatkan sebagai Men’s Player of the Year. Kapten Timnas Indonesia itu mengaku bangga sekaligus bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menyampaikan bahwa banyak kerja keras yang tidak terlihat publik dilakukan oleh tim PSSI sehingga pencapaian ini menurutnya bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk semua pihak yang bekerja secara konsisten di belakang layar. Jay mengungguli nominasi lain seperti Yakob Sayuri, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk lewat pemungutan suara yang berlangsung Januari hingga Maret 2026.

Beberapa nama lain yang menerima penghargaan antara lain Marteen Paes sebagai Men's Goalkeeper of The Year, Marselino Ferdinan sebagai Men’s Young Player of The Year, Yance Sayuri untuk Assist of The Year, hingga Safira Ika sebagai Women’s Player of The Year. Pada sektor kepelatihan, perangkat pertandingan, dan institusi, Thoriq Munir Alkatiri dianugerahi Referee of the Year, Fuad Qohar sebagai Assistant Referee of the Year, Asprov PSSI Jawa Timur sebagai Provincial Association of the Year, serta MillkLife Soccer Challenge dan Gala Siswa Indonesia sebagai program pengembangan sepak bola yang diapresiasi.

Penghargaan khusus juga diberikan kepada tokoh dan sponsor yang dinilai berperan penting dalam mendukung pembiayaan serta pengembangan sepak bola nasional. Nama-nama seperti Tony Wenas (Presiden Direktur Freeport Indonesia), Kevin Wijaya (CEO Kelme Indonesia), Dicky Kristanto (Bank Mandiri), dan Sutanto Hartono (CEO Emtek Group) menerima apresiasi atas kontribusi mereka. PSSI turut memberikan penghargaan kepada almarhum Mas Katon sebagai Supporter of the Year atas dedikasinya selama ini terhadap sepak bola Indonesia. Sementara penghargaan Legend of the Year diberikan kepada Tan Liong Houw, sosok penting di era sepak bola Indonesia tahun 1950-an.

Daftar lengkap penerima PSSI Awards 2026 meliputi Yance Sayuri (Assist of The Year), Marselino Ferdinan (Men's Young Player of The Year), Gala Siswa Indonesia untuk pengembangan sepak bola nasional, Marteen Paes (Men’s Goalkeeper of The Year), Iris de Rouw (Women’s Goalkeeper of The Year), Fuad Qohar (Assistant Referee of The Year), Asprov PSSI Jawa Timur (Provincial Association of The Year), Setyo Putro Utomo (Man Behind The Jersey of the Year), Thoriq Munir Alkatiri (PSSI Referee of the Year), Safira Ika (Women’s Player of the Year), Emil Audero (Saves of the Year), MillkLife Soccer Challenge untuk program pembinaan akar rumput, almarhum Mas Katon (Supporter of the Year), Claudia Alexandra Scheunemann (Women’s Young Player of The Year), Rizky Ridho (Goal of The Year), Tan Liong Houw (Yayasan Bakti Sepak Bola of The Year), serta Jay Idzes sebagai Men’s Player of The Year.

Acara ini dipandang sebagai upaya PSSI mengonsolidasikan budaya penghargaan sebagai bagian dari reformasi tata kelola dan profesionalisme sepak bola Indonesia. Momentum tersebut sekaligus menjadi cermin bahwa kemajuan sepak bola bukan hanya ditentukan oleh hasil pertandingan, melainkan oleh ekosistem yang bekerja secara sistemik dan berkesinambungan. PSSI Awards diharapkan menjadi tradisi tahunan untuk menjaga semangat kolaboratif seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional. (Amri-untuk Indonesia)