lognews.co.id, Indramayu – Ma’had Al-Zaytun terus melakukan terobosan dalam dunia pendidikan berbasis kemandirian pangan dengan menerapkan teknologi Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) pada perkebunan pohon kelapa sebagai langkah nyata modernisasi pertanian. Penggunaan teknologi ini merupakan implementasi langsung dari kurikulum LSTEAMS yang memadukan teori ilmiah dengan praktik lapangan secara berkelanjutan.
Secara teknis, penggunaan mulsa perak ini memiliki manfaat multifungsi yang sangat krusial bagi pertumbuhan pokok utama tanaman. Sisi perak pada mulsa berfungsi memantulkan cahaya matahari untuk mengusir hama secara alami tanpa pestisida berlebih. Selain itu, pantulan cahaya tersebut membantu mengoptimalkan proses fotosintesis pada bagian bawah daun, sehingga pertumbuhan pohon menjadi lebih maksimal.
Sementara itu, sisi hitam pada mulsa berperan menjaga suhu dan kelembaban tanah agar tetap stabil. Teknologi ini terbukti efektif menekan pertumbuhan gulma yang sering mencuri nutrisi tanaman utama. Dengan tertutupnya permukaan tanah, erosi akar akibat air hujan dapat dicegah, sehingga struktur tanah di sekitar pohon kelapa tetap terjaga dengan baik dan efisiensi pemupukan meningkat.
Sebagai pusat pendidikan dengan ketersediaan fasilitas yang diberikan memungkinkan para pelajar mampu menjajal penerapan berbagai inovasi, seperti halnya yang dilakukan oleh pelajar Ma’had Al-Zaytun yang mengikuti kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler pertanian dan perkapalan dengan bimbingan profesional dari ustaz dan ustazah sehingga bukan sekadar aktivitas teori dan praktik biasa, melainkan bagian dari ekstrakurikuler yang bermanfaat bagi para pelajar sebagai pelanjut dari pemimpin Indonesia untuk menjemput Indonesia Emas 2045.
Al-Zaytun mendidik generasi muda untuk menguasai manajemen pangan masa depan melalui pendekatan sains dan teknologi. Pelajar diajarkan untuk memahami kaitan antara kelembaban tanah dengan produktivitas hasil panen dalam skala besar, sesuai dengan novum gradum terobosan Revolusioner Pendidikan dengan menerapkan prinsip Engineering dan Mathematics dalam LSTEAMS (Science technology engeneering art mathematic dan spiritual)
Dengan mengintegrasikan elemen Law, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, dan Spiritual, kurikulum ini membentuk karakter pelajar yang adaptif terhadap perubahan zaman di era abad 21. Pendidikan tidak lagi hanya sebatas teks di dalam kelas, namun menjelma menjadi aksi nyata dalam menciptakan ketahanan pangan nasional.
Melalui langkah ini, Ma’had Al-Zaytun membuktikan bahwa kemandirian bangsa dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Sinergi antara teknologi pertanian modern dan nilai-nilai spiritual diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompeten sebagai agen pembaru. Inovasi mulsa perak ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi LSTEAMS adalah kunci menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan dan berbasis data ilmiah. (Amri-untuk Indonesia)



