lognews.co.id – Pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2026 sebagai langkah untuk memperkuat stok jagung nasional sekaligus meningkatkan keberpihakan terhadap petani jagung di dalam negeri.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat posisi produsen pangan lokal.
“Pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto selalu berpihak pada kepentingan produsen pangan di dalam negeri, termasuk petani jagung,” kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, Inpres Nomor 3 Tahun 2026 mengatur tentang pengadaan dan pengelolaan jagung dalam negeri, serta penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) untuk periode 2026 hingga 2029.
Menurut Amran, beleid tersebut memuat arahan langsung Presiden agar pengadaan jagung domestik dilaksanakan secara optimal sepanjang tahun 2026.
“Dalam Inpres 3/2026 ini memuat direktif Presiden untuk melaksanakan pengadaan jagung dalam negeri sepanjang tahun 2026,” ujarnya.
Dalam aturan itu, pemerintah menetapkan target pengadaan sebesar 1 juta ton jagung dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram.
Adapun jagung yang dapat diserap harus memenuhi kriteria, yakni telah memasuki usia panen dengan kadar air antara 18 hingga 20 persen.
Untuk periode 2027 sampai 2029, target pengadaan jagung akan ditentukan lebih lanjut melalui rapat koordinasi bidang pangan pada tahun berjalan.
Sementara itu, pelaksanaan pengadaan jagung dalam negeri dalam kebijakan ini ditugaskan kepada Perum Bulog, yang akan berperan dalam memperkuat stok Cadangan Jagung Pemerintah.
Amran menyambut positif terbitnya Inpres tersebut dan menilai kebijakan itu sebagai salah satu bukti keberpihakan pemerintah terhadap petani jagung nasional.
Ia juga menegaskan bahwa capaian swasembada jagung untuk kebutuhan pakan harus terus dijaga dan dilanjutkan secara berkelanjutan.
“Indonesia sudah swasembada jagung untuk pakan. Impor jagung pakan sudah nol persen. Ini berita baik bagi kita semua. Ini hasil kolaborasi dari kerja sama, sinergi, dan kolaborasi. Tentu sesuai arahan Bapak Presiden, capaian ini akan dilanjutkan seterusnya,” tutur Amran.
Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya memperkuat cadangan jagung nasional, tetapi juga memberikan kepastian pasar dan harga yang lebih baik bagi petani di tengah dinamika produksi pangan nasional. (Saheel untuk Indonesia)



