Catatan sementara lognews tentang pemilu 2024
Indonesia memilih demi Indonesia Emas
lognews.co.id - Fenomena kemenangan Paslon 02 Prabowo-Gibran, (versi quick count) cukup mengejutkan walaupun semua yang terjadi saat ini pasti karena mereka Paslon 02 berstrategi dari jauh jauh hari.
Dari data yang diambil hari Kamis (15/2/2024) terdapat 8.705.532 suara (25.09%) untuk pasangan 01 (Anies-Muhaimin), 19.777.201 suara (57 %) untuk pasangan 02 (Prabowo-Gibran), dan 6.214.432 (17,91 %) suara untuk pasangan 03 (Ganjar – Mahfud).

Dari data 15 Februari 2024 pukul 09.18 WIB Kalau dilihat dari partai koalisi masing masing perbedaan hanya ada dipaslon 03 sedangkan Palson 02 mendapatkan suara dari koalisi Paslon lain
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 11,82%
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 13,15%
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 17,36%
Partai Golongan Karya (Golkar) 15,49%
Partai Nasional Demokrat (NasDem) 8,57%
Partai Buruh 0,67%
Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora 0,88%
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 7,91%
Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) 0,25%
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 0,66%
Partai Garda Perubahan Indonesia 0,34%
Partai Amanat Nasional (PAN) 6,83%
Partai Bulan Bintang (PBB) 0,42%
Partai Demokrat 7,23%
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2,78%
Partai Persatuan Indonesia 1.29%
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3,65%
Partai Ummat 0,7%
Dan bila dilihat ada kecendrungan pilihan partai namun bukan pilihan capres. Fenomena ini bisa jadi karena arahan ketua umum partai sudah tidak bertuah, terpengaruh akibat keluarnya kader potensi partai dan bisa jadi pengaruh Jokowi masih sangat kuat.
Kita lihat kelemahan secara internal Paslon 02 ;
1.Nama Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto, selalu menjadi polemik yang tidak berkesudahan di tengah masyarakat, terutama soal dugaan keterlibatan dan petanggungjawaban pidana dari Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto dalam sejumlah kasus pidana (Penculikan Aktivis Mahasiswa, Penembakan Mahasiswa Universitas Trisakti, Perkosaan Perempuan (Etnis Tionghoa), Penjarahan dll). yang terjadi selama 1997-1998. walaupun pemerintah telah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) namun seperti mati suri, sehingga Perwakilan ADVOKAT-ADVOKAT TPDI dan PEREKAT NUSANTARA (Petrus Selestinus, Erick S Paat, Pieter Paskalis, Pitria Indriningtyas, Ricky D Miningka dan Frans R. Delong) mendatangi Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly (31/1/2024).
2. Munculnya pengujian Undang-undang tentang batas usia calon presiden dan calon wakil presiden, soal 40 (tahun) turun menjadi 35 (tahun) hanya selisih 2 tahun dengan kelahiran Gibran yaitu 1 Oktober 1987, yang diusung oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam hasil musyawarah seluruh DPW partai dalam Kopdarnas di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2023), hal itu disuarakan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie yang menyampaikan rekomendasi tersebut di hadapan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, sosok yang dianggap sebagai calon wakil presiden berusia 35 tahun itu.
Berakhir dengan amar putusan MK yaitu:
"berusia paling rendah 40 (empat puluh) tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah" sehingga memuluskan jalan Gibran dalam keikut sertaan pemilu 2024.
3.Adanya pengadaan 5 pesawat jet Mirage 2000-5 dari Qatar, bertepatan dengan masa pemilu justru menimbulkan isu sensitif yaitu dugaan tindak pidana korupsi yang ditujukan kepada Menteri Pertahanan Parabowo Subianto yang dilaporkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Keamanan.
Koordinator Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Julius Ibrani, menjadi salah satu anggota koalisi masyarakat sipil Jakarta mengaku telah mengumpulkan berkas dan dokumentasi sebagai bukti dalam laporannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (13/2/2024),
4. Prabowo merupakan Bacapres tertua dengan usia 72 tahun. Selisih usia ini cukup berbeda jauh dengan kedua Bacapres lainnya yaitu Anies baswedan dan Ganjar Pranowo yang berusia 54 tahun.
Batas usia maksimal capres dan cawapres pernah diajukan ke MK untuk diatur paling tinggi 70 tahun. Satu gugatan lainnya meminta batas usia maksimal 65 tahun, namun gugatan tersebut akhirnya ditolak.
5. Selalu kalah dalam petarungan pemilu, Empat kali pencalonan Prabowo pada akhirnya membuahkan hasil.
Perjalanan Prabowo dimulai pada Pemilu 2009, bersedia menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri, dengan menandatangani Perjanjian Batu Tulis, . Namun, Prabowo kalah dan konvensi dimenangkan oleh Wiranto yang berpasangan dengan Salahudin Wahid.
Kemudian ditahun 2014, Prabowo menggandeng Hatta Rajasa yang kala itu menjabat sebagai ketua umum partai PAN, pasangan capres dan cawapres itu hanya punya pesaing tunggal, yakni Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Muncul kembali ditahun 2019 dengan pasangan Sandiaga Uno, dan mendapatkan 68 juta suara, kalah dari jumlah suara yang didapatkan oleh pasangan Jokowi Ma'aruf Amin.
Kini beda soal ketika, ditahun 2024 Prabowo mencalonkan kembali menjadi calon presiden, dengan keinginan demi meneruskan keberhasilan Presiden Joko Widodo dan ingin mencontoh politik persatuan Jokowi. Kemudian, ia mengangkat Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming sebagai calon wakil presidennya.
6.Secara Kapabilitas Putra Presiden Jokowi, Gibran disentil oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok Ia mengatakan bahwa dalam struktur tata negara, seorang wakil presiden hanya menjadi ban serep presiden, Ahok saat itu bertanya tentang kinerja Gibran selama dua tahun menjadi Wali Kota Solo yang membuatnya khawatir dengan penunjukannya sebagai cawapres, ujar Ahok dalam acara "Ahok is Back" yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2024).
Hal itu diperparah dengan kesalahan pemilihan kata yang seharusnya Asam Folat mejadi Asam Sulfat, saat menjelaskan kebutuhan ibu hamil yang harus cukup asupan nutrisinya, padahal asam sulfat merupakan zat kimia berbahaya, salah satunya jika salah penggunaan untuk aki mobil, “Lalu ketika hamil harus dicek ya misalnya asam sulfat, yodiumnya terpenuhi nggak," ujar Gibran saat kampanye terbuka pada Minggu (3/12/2023).
Kemudian image samsul (asam sulfat) ramai ramai disematkan netizen untuk mengambarkan sosok Gibran.
7. Belum lagi isu soal politik dinasti yang dianggap lebih parah dari Presiden Soeharto Tim Pembela Demokrasi Indonesia dan Perekat Nusantara menggugat Presiden Jokowi dan keluarganya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Jumat (12/1/2024). Jokowi digugat karena dianggap melakukan perbuatan melawan hukum oleh badan dan/atau pejabat pemerintah negara (onrechtmatige overheidsdaad) terkait tuduhan politik dinasti.
Bukan hanya anak dan menantu yang menjadi sorotan dengan memegang kekuasaan di pemerintahan, adik ipar Jokowi juga diperhitungkan.
Putra sulung dari Presiden Jokowi yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, Bobby Nasution merupakan menantu dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang sekarang menempati posisi Wali Kota Medan setelah menang dalam kontestasi Pilkada 2020 lalu. Bobby merupakan suami dari anak kedua Jokowi, Kahiyang Ayu.
Kaesang akhirnya memutuskan terjun ke dunia politik dan memilih Partai solidaritas Indonesia (PSI).
Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2023-2028, Anwar Usman juga menjadi perbincangan usai pernikahannya dengan Idayati pada (26/5).
Kemudian Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Perekat Nusantara menggugat Presiden Jokowi dan keluarganya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas dugaan melakukan perbuatan melawan hukum karena mempraktikkan politik dinasti dan nepotisme dan berujung ditolak oleh Majelis Hakim PTUN DKI Jakarta dalam sidang putusan di ruang Sidang Kartika PTUN DKI Jakarta, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa 13 Februari 2024.
8. Yang terbaru adanya serangan eksternal dimasa tenang usai final Debat Presiden Pendukung calon presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat acara kampanye Pesta Rakyat Prabowo-Gibran di dalam Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/2/2024). https://www.youtube.com/@DirtyVote yang telah ditonton sebanyak 8.779.254 kali.
Dirty Vote dokumenter yang disampaikan oleh tiga ahli hukum tata negara yang membintangi film ini. Mereka adalah Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari. Ketiganya mengungkap berbagai instrumen kekuasaan telah digunakan untuk tujuan memenangkan pemilu dan merusak tatanan demokrasi. 11 Feb 2024, dengan beberapa rangkuman singkat dirty vote full movie
- Gabungan suara pulau Sumatera (jokowi dan prabowo)
- Penunjukan 20 PJ Gubernur dipilih Presiden
- 82 PJ Walikota/Bupati
- Suara papua dan penunjukkan Tito Karnavian yang tidak menghormati MK
- Pakta Integritas bupati Sorong
- Pelanggaran deklarasi desa bersatu (8 organisasi desa = 81 juta = sepertiga dpt)
- Kasus penyelewengan dana desa dikonversi sebagai alat tukar dukungan politik
- Tekanan kepada kepala desa untuk mendukung salah satu capres (evidence mengarah ke 03)
- Penyelewengan BANSOS oleh pejabat Negara (evidence Airlangga dan Zulkifli)
- BANSOS menjelang PEMILU >>>>> BANSOS zaman COVID-19
- Tidak digunakannya Data Kesejahteraan terpadu Kementerian Sosial
- Kabinet berkampanye (Prabowo dan Mahfud MD) dan tim kampanye ataupun
- Ketidaknetralan Presiden dan UU yang mengatur
- Kegagalan BAWASLU mengawasi PEMILU
- KPU bermasalah (tahapan verifikasi in evidence partai Gelora)
- Shadowing partai politik (Partai Ummat, Partai PKN, Partai Gelora)
- Pelanggaran Etik ketua KPU
- Ketidakpatuhan KPU terhadap putusan MK (30% caleg perempuan, Caleg Napi)
- Mahkamah Konstitusi (Kontradiksi, Presidential Treshold 20, Pendaftaran Gibran, pelanggaran etik, ketua MKMK bentrok kepentingan)
ROADMAP MATINYA DEMOKRASI
- Laporan MK
- Batas Usia 40 ke 35 (PSI)
- Berpengalaman sebagai penyelenggara negara (partai Gelora)
- 5 Kepala Daerah
- Usia 40 & Berpengalaman sebagai penyelenggara negara (Almas Tsawibbiru)
- Hari libur nyuruh panitera kerja sama "Paman"
- Prank MK karena 3 putusan ditolak
- Putusan MK sudah ada bocoran dari Bambang Pacul dan wartawan
- 15:27 WIB engingeng ketok palu
Dengan berbagai kekurangan diatas, kemenangan yang dihadirkan dalam pemilu 2024, penting untuk diperhatikan, bahwa Prabowo mempunyai “kelebihan” yang tidak dimiliki oleh semua pesaing Pasangan Prabowo - Gibran, semua berdasar kepada faktor keberuntungan.
Nah sekarang kita lihat, Paslon 02 unggul bahkan di atas prediksi dan ekspektasi, padahal secara masiv, tidak sedikit "serangan" negatif meluncur kepada Paslon 02.
Menurut lognews jawabannya hanya 1 kenapa seperti itu ; Paslon 02 cerdas karena yang dikedepankan "pluralisme" untuk Indonesia Emas.
Berdasarkan laporan The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) yang bertajuk The Muslim 500: The World's 500 Most Influential Muslims 2024, jumlah muslim di Indonesia sebanyak 240,62 juta jiwa pada 2023. Jumlah ini setara 86,7% dari populasi nasional yang totalnya 277,53 juta jiwa.
Pluralisme dalam perspektif kerukunan antar umat beragama diperlebar dalam kaitan pemilu 2024 bahwa faham pluralisme dimasyarakat yang mayoritas Islam menganggap tujuan dalam pemilihan presiden pada pemilu 2024 kali ini bukan berdasarkan karena isu Agama.
Tidak lagi menjadi daya tarik bagi masyarakat yang hidup dalam kebhinekaan sehingga kelompok-kelompok elite partai tidak lagi hanya mengangkat keagamaan secara praktis dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (lognews media)



