lognews.co.id, Jakarta - Pada debat kelima Pilpres 2024, Anies Baswedan menunjukkan sikap yang lebih tenang dan tidak menyerang lawan-lawannya secara langsung. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa Anies Baswedan memilih pendekatan tersebut.
Sebagai informasi, debat terakhir Pilpres 2024 telah digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakpus, tadi malam. Tema debat capres itu yakni Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.
Cawapres Anies, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengungkap alasan kenapa capresnya tidak melakukan serangan. Menurut Cak Imin, menjelaskan tema lebih penting dibanding memberikan serangan.
"Ya akan saya jawab. Debat ini kan yang paling penting adalah tujuannya," ujar Muhaimin yang disambut tepuk tangan para pendukungnya.
Tentu, Anies akan memanfaatkan waktu yang telah ditentukan KPU RI dalam debat kelima calon Presiden yakni dua jam. Sebab, kata dia, sesudah perdebatan itu namanya pembentukan opini yang membutuhkan anggaran biaya. “Kalau sesudah perdebatan namanya pembentukan opini, pembentukan opini ini kuat kuatan anggaran. Kalo anggarannya gede, buzzernya banyak bisa tuh buat opini di sosmed. Tapi yang membutuhkan anggaran biaya. Tapi yang sesungguhnya terjadi adalah dua jam debat itu. Kalau sesudahnya itu mesin operasi uang dan itulah yang dicoba diciptakan persepsinya,” jelas Anies.
Kemudian, Anies mengatakan tema debat kelima ini tentu semua saling berkaitan dan harus dikuasai. Meskipun, debat kelima ini temanya terkait pendidikan sehingga Anies dianggap menguasai tema tersebut.
“Sebenernya semua tema adalah tema yang kita harus berurusan, dan kebetulan di masa lalu saya pernah bertugas tetapi juga sekarang selama 1 tahun lebih kita harus berinteraksi dengan tema apapun dari mulai tema kemaritiman sampai tema pertahanan sampai tema luar negeri jadi ini adalah tema yang sangat penting untuk rakyat Indonesia karena tujuan kesejahteraan ya paling utama untuk kita raih,” pungkasnya.(Nabila untuk Indonesia)



