lognews.co.id, Politik – Calon presiden sedang berkontribusi dalam mewujudkan Solusi pelayanan Kesehatan pada debat Capres (Calon Presiden) ke-5 .
Dalam debat capres yang digelar oleh KPU (komisi Pemilihan Umum) Di JCC (Jakarta Convention Center). Dengan tema Kesejahteraan sosial, kebudayaan, Pendidikan, teknologi informasi, Kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.
Dalam debat semalam mengenai tema Kesehatan para capres memberikan solusinya mengenai masalah – masalah yang ada di Indonesia dalam pelayanan di bidang Kesehatan ini.
Para capres memiliki Solusi dalam mewujudkan pelayanan Kesehatan tanpa diskriminasi bagi seluruh lapisan Masyarakat. Karna saat ini terdapat persoalan serius yang belum sepenenuhnya terselesaikan yaitu ketidakadilan sebanyak 262 juta atau 94 persen dari total penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai penerima layanan Kesehatan yang difasilitasi pemerintah melalui BPJS.
Hal ini membahas bagaimana mendekatkan akses layanan Kesehatan di pelosok desa selayaknya di perkotaan, karena sangat susah bagi pasien pelosok untuk mendapatkan layanan Kesehatan dan menciptakan keadilan layanan Kesehatan antara pasien yang ditanggung pemerintah dengan pasien mandiri.
Capres nomor urut 1, Anies Baswedan menerangkan bahwa pentingnya menekan akses pelayanan Kesehatan bagi seluruh masyarakat serta merta menekankan pentingnya tiga peran fasilitas Kesehatan.
Anies dalam program kerjanya ingin layanan Kesehatan danpa diskriinasi yang andal dan Efisien, Jaminan Kesehatan nasional yang andal, Kesehatan ibu, bayi, dan tumbuh kembang anak, dan Kesehatan mental rakyat.
“Tumbuh cerdas dengan biaya terjangkau, keluarga sejahtera karena upahnya layak. Serta jika dibutuhkan, memberikan bansos sesuai kebutuhannya, bukan sesuai kebutuhan yang memberi bansos,” katanya dalam debat capres ke 5 di JCC , Senayan, Jakarta.
Sementara itu capres nomor urut 2 , Prabowo Subianto Solusi yang paling realistis adalah pemerataan Pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit di seluruh Indonesia dan adanya cek Kesehatan gratis.
“Memberi makan bergizi untuk seluruh anak – anak Indonesia termasuk masih dalam kandungan ibunya. Termasuk sampai sekolah dini sampai dewasa. Ini akan mengtasai angka kematian ibu waktu lahir. Kurang gizi anak stunting. Akan menghilangkan kemiskinan ekstrem. Termasuk meningkatkan ekonomi nasional 1,5 sampai 2 persen,” ujar Prabowo dalam debat capres.
“Kita kirim 10 ribu anak pintar dari lulusan SMA ke luar negeri untuk belajar kedokteran. Dan 10 ribu di bidang sains engenering, matematika, kimia, biologi dan fisika. Kita rebut teknologi dan sains. Kita akan memperbaiki gaji guru termasuk honorer. Meningkatkan kompetensi guru. Kita harus memberikan pelatihan – pelatihan dan juga seluruh penyelenggara ASN, TNI/Polri,” lanjutnya.
Dan menurut Capres nomor urut 3 Ganjar pranowo ingin memastikan akses pendidikan yang baik, lebih inklusi, serta kurikulum yang mantap. Serta dukungan fasilitas yang diberikan harus bisa memberikan akses terbaik untuk anak didik. “Termasuk nasib guru dan dosen. Kelompok perempuan dan penyandang disabilitas agar sekolah semakin inklusi agar tidak mendapat perlakukan yang diskriminatif,” ujar Ganjar.
“Ganjar – Mahfud membuat satu desa satu faskes dan satu nakes karena kami ingin mereka mendapatkan yang terbaik. Ibu, anak, lansia, disabilitas mendapatkan pelayanan yang sama. Termasuk daerah terisolir,” katanya.
Hal ini diungkapkan pada debat capres pemilu 2024 yang digelar JCC (Jakarta Convention Center), Senayan, Jakarta.(Umar Untuk Indonesia)



