Wednesday, 29 April 2026

"PR" ELEKTORAL PASANGAN "AMIN" PASCA DEBAT TERAKHIR

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh : H. Adlan Daie

Pemerhati politik dan sosial keagamaan. 

"PR" atau "pekerjaan rumah" elektoral Paslon "AMIN pasca debat terakhir (4/2/2024) bukan menyibukkan diri menghadapi manuver "zig-zag" sejumlah elite struktural NU yang menjadi bagian "tim sukses" Paslon 02.

Pemilih "santri" yang hendak direbut sejumlah elite PBNU untuk pemenangan Paslon 02 adalah "strong voters", pemilih paling kuat mayoritas mutlak pemilih pasangan "AMIN", sulit ditarik keluar, memiliki daya tahan dari gempuran "politik bansos" dan lain lain.

Problemnya pemilih "santri", gabugan santri "tradisional" dan santri "modernis" dalam sejarah demografi pemilih di Indonesia tidak "memadai" untuk mengantarkan Paslon "AMIN" memenangkan kontestasi pilpres 2024, "ceruk" pemilihnya terbatas maksimal 32%.

Dalam konstruksi di atas ruang elektoral yang tersisa untuk "digarap" oleh tim Paslon "AMIN" di sisa waktu beberapa hari ke depan jelang hari "pencoblosan" 14 Pebruari 2024 adalah :

Pertama "rumpun" pemilih generasi "milenial" (usia 27- 37 tahun)!dan generasi "Z" (usia 17 - 25 tahun) akumulatif sebesar 51% dari daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2024. Tipologi pemilih ini sulit didekati model "baju ormas" dengan jualan lama narasi "radikal radikul"

Karakter generasi "milenial" dan generasi "Z" dalam hasil penelitian "Boston Consulting Group" (2018) memang "no gadget no life", nyaris 100% hidup tergantung pada smartphone dan instan tapi sisi positifnya tidak suka pada kompetisi apapun yang tidak "fair".

Mendesakkan secara massif tentang bahaya "politik dinasti", sebuah kompetisi politik yang tidak "fairplay" adalah cara menarik pilihan politik mereka ke Paslon "AMIN" di mana menurut sejumlah survey mereka relatif "pemilih gamang" hingga jelang hari "pencoblosan".

Kedua, makin nyaringnya suara suara "kampus" mulai dari UGM, UI, Unhas dan lain lain memberikan kritik terbuka terhadap prilaku politik Jokowi adalah "senafas" dengan visi "perubahan" yang diusung Paslon "AMIN", sebuah perjuangan menyelamatkan demokrasi dari cengkraman "Oligarkhi".

Inilah ruang kemungkinan bagi Paslon AMIN merebut momentum peluang memenangkan kontestasi pilpres 2024 setidaknya untuk memastikan masuk ke "putaran kedua".

Perebutan elektoral harus diletakkan tim Paslon "AMIN" dalam frame isu perlawanan rakyat terhadap oligarkhi konglomerat dan penyelematan demokrasi terhadap politik dinasti.

Itulah "PR" elektoral bagi pasangan AMIN pasca debat terakhir, jelang sisa beberapa hari menuju hari "H" pencoblosan 14 Pebruari 2024.

Selamat berjuang !!!