lognews.co.id, Jatim - Pada hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei Indikator, Tingkat keterpilihan 3 kontestan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dipaparkan survei Indikator Politik Indonesia, seperti dilansir, pada Jumat (2/2/24). Menyebutkan bahwa Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur cenderung mendukung calon presiden dan calon wakil presiden yang didukung atau pilihan Presiden Joko Widodo.
"NU merupakan pendukung utama pasangan capres-cawapres yang dipersepsikan merupakan pasangan yang lebih didukung dan akan dipilih oleh Presiden Joko Widodo, yaitu Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, terutama dari kelompok yang aktif sebagai anggota organisasi NU," kata Founder & Peneliti Utama Indikator Burhanuddin Muhtadi dalam paparan daring yang dipantau di Surabaya, Kamis.terungkap bahwa capres Anies, Ganjar, dan Prabowo mendominasi dalam preferensi pemilih di NU Jatim. Survei ini dilakukan untuk mengukur tingkat elektabilitas para calon presiden dalam kalangan pemilih dari Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur.
Sebelumnya, KPU RI mengumumkan peserta Pemilu 2024 sebanyak 18 partai politik nasional, yakni (sesuai dengan nomor urut) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Buruh, dan Partai Gelora Indonesia.
Berdasarkan survei terakhir, lebih dari 80 persen masyarakat Jatim sangat puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo, hampir di semua segmen demografi dan wilayah. Tingkat kepuasan tersebut sedikit lebih rendah di wilayah sekitar Jatim-II. dan Jatim-V, tapi dengan rate Masih di atas 70 persen,” ujarnya.
Selain itu, wilayah Jawa Timur merupakan wilayah dengan konsentrasi umat NU terbesar. Rata-rata, sekitar 52,4 persen Muslim nasionalis merasa menjadi bagian dari organisasi NU, khususnya di Jawa Timur.
Berikut elektabilitas ketiga peserta Pilpres menurut Indikator Politik Indonesia di segmen NU Jatim : Anies-Muhaimin 16,9 persen, Prabowo-Gibran 58,5 persen, Ganjar-Mahfud 17,8 persen dan tidak jawab 6,8 persen.
Elektabilitas di kalangan ormas selain NU di Jatim : Anies-Muhaimin 12,4 persen, Prabowo-Gibran 56,9 persen, Ganjar-Mahfud 16,8 persen dan tidak jawab 13,9 persen.
Berikut elektabilitas di kalangan penganut agama Islam secara umum di Jatim :
Anies-Muhaimin 16,2 persen, Prabowo-Gibran 57 persen, Ganjar-Mahfud 18,2 persen dan tidak jawab 8,6 persen.
Secara garis besar, tingkat keterpilihan Prabowo-Gibran unggul atas 2 paslon lainnya di Jatim. Elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 56,2 persen. Sementara Ganjar-Mahfud 19,9 persen dan Anies-Muhaimin 15,7 persen, serta tidak menjawab 8,2 persen.
Oleh karena itu, jika partai andalan NU di Jatim masih bisa memilih Presiden Joko Widodo, maka besar kemungkinan Prabowo-Gibran akan mempertahankan dominasinya.
“Tetapi jika pendekatan sederhana itu tidak dapat dipertahankan, maka basis potensialnya akan berkurang signifikansinya, dan sejauh tampaknya ini merupakan
insentif yang berpotensi menarik, maka itulah pasangan Anies-Kampanye,” tambahnya.
Sedangkan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar juga tampak dari kelompok yang lebih militan, lebih sering melakukan persuasi baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Jajak pendapat dilakukan mulai 14-19 Januari 2024, dengan melibatkan 810 responden berumur 17 tahun atau sudah menikah.
Sampel dipilih memakai teknik multistage random sampling, dengan margin of error survei sekitar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Nabila untuk Indonesia).



