lognews.co.id, Pontianak — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai diarahkan sebagai instrumen peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus membuka akses ekonomi digital yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. (16/2/2026)
Melalui forum diskusi dan pelatihan literasi digital yang digelar di Pontianak, pelaku usaha diperkenalkan pada pemanfaatan asisten berbasis AI untuk mendukung kebutuhan administrasi, pembuatan materi pemasaran, hingga percepatan pengambilan keputusan bisnis. Pendekatan ini dinilai mampu membantu UMKM mengefisienkan operasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar digital.
Pemerintah daerah menilai transformasi digital tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam memahami fungsi serta batas penggunaan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Aspek inklusivitas menjadi fokus utama kegiatan dengan melibatkan perempuan, pemuda, serta komunitas disabilitas agar tidak tertinggal dalam arus digitalisasi. Sejumlah peserta dari komunitas Tuli menilai teknologi AI berpotensi mengurangi hambatan komunikasi dan menciptakan peluang kerja yang lebih setara.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas sosial, dan mitra teknologi diharapkan menjadi model penguatan ekonomi lokal berbasis digital yang transparan serta dapat direplikasi di wilayah lain. (Amri-untuk Indonesia)


