Wednesday, 18 February 2026

Disrupsi Bisnis Era Digital Ubah Pola Transaksi Pasar Tradisional

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan signifikan dalam pola bisnis perdagangan ritel dan grosir, dari transaksi tatap muka menuju sistem pemesanan daring yang mengutamakan kecepatan, efisiensi, dan jangkauan pasar tanpa batas geografis. (12/2/26)

Model bisnis konvensional yang mengandalkan kunjungan fisik kini menghadapi tekanan kompetisi dari ekosistem digital seperti media sosial, platform niaga elektronik, dan layanan pesan instan yang memungkinkan transaksi terjadi tanpa pertemuan langsung antara penjual dan pembeli.

Perubahan ini tidak hanya menggeser cara transaksi, tetapi juga mengubah struktur biaya operasional, strategi pemasaran, hingga perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan akses dan kecepatan pengiriman dibanding pengalaman belanja langsung.

Pelaku usaha dituntut beradaptasi melalui integrasi kanal penjualan daring, optimalisasi katalog digital, serta penguatan sistem logistik dan layanan pelanggan agar tetap relevan di tengah pergeseran preferensi pasar.

Di sisi lain, era digital membuka peluang ekspansi yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil dan menengah karena hambatan geografis dan biaya distribusi dapat ditekan, namun sekaligus memperketat persaingan akibat kemudahan masuknya pemain baru.

Transformasi ini menegaskan bahwa daya saing bisnis tidak lagi semata ditentukan oleh lokasi fisik dan harga produk, melainkan kemampuan memanfaatkan teknologi, membangun kepercayaan digital, serta menjaga konsistensi layanan lintas kanal.

Fenomena pergeseran tersebut terlihat nyata pada aktivitas perdagangan di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, yang menjadi contoh bagaimana pasar fisik menghadapi disrupsi transaksi online, di mana sebagian besar pemesanan grosir kini berlangsung melalui sistem daring tanpa kehadiran pembeli secara langsung.

(Amri-untuk Indonesia)