Thursday, 23 April 2026

NasDem–Gerindra Dorong Blok Politik Baru

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Wacana pembentukan blok politik antara Partai NasDem dan Partai Gerindra menguat, dengan penegasan bahwa konsep tersebut bukan merger, melainkan penyatuan visi politik. (14/4/26)

Ketua DPP NasDem Willy Aditya menyatakan gagasan Surya Paloh adalah political block. “Apa yang ditawarkan oleh Surya Paloh adalah political block, bukan merger,” ujarnya di kompleks parlemen.

Menurutnya, skema ini ditujukan untuk menyatukan arah kebijakan tanpa pendekatan transaksional seperti koalisi elektoral. Ia menilai koalisi dalam sistem presidensial Indonesia cenderung terbatas pada tahap pencalonan.

“Koalisi itu dipakai dalam proses kandidasi, bukan dalam pemerintahan,” kata Willy.

Preseden serupa pernah ada pada era Soekarno melalui Front Nasional yang menggabungkan unsur nasionalis, agama, dan komunis. “Itu political block, Front Nasional,” ujarnya.

Konsolidasi politik juga terlihat dalam pembentukan Golongan Karya yang berawal dari Sekber dan berkembang menjadi kekuatan utama pada masa Soeharto.

Pada 1973, pemerintah Orde Baru melakukan fusi partai dengan menggabungkan sembilan partai menjadi Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia, sementara Golkar tetap dominan.

Wacana blok politik NasDem–Gerindra menambah opsi konsolidasi politik di luar skema koalisi konvensional. (Amri-untuk Indonesia)