lognews.co.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengkaji penambahan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Bahasa Inggris dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan TKA tahun 2026 sekaligus upaya penyempurnaan sistem asesmen akademik nasional. (20/5/26).
Rencana tersebut disampaikan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).
Menurut Toni, hasil evaluasi pelaksanaan TKA tahun ini menunjukkan adanya sejumlah masukan dari pemerintah daerah terkait durasi pelaksanaan tes hingga kebutuhan penambahan mata pelajaran tertentu agar kemampuan siswa dapat diukur lebih komprehensif.
“Berdasarkan hasil pelaksanaan TKA di tahun 2026, terdapat beberapa catatan evaluasi yang menjadi perhatian untuk perbaikan berikutnya. Masukan yang paling banyak disampaikan daerah berkaitan dengan durasi pelaksanaan,” kata Toni.
Ia menjelaskan, selama ini pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP berlangsung dalam empat gelombang selama dua pekan. Kondisi tersebut dinilai cukup panjang dan menyulitkan sebagian daerah, terutama dalam aspek teknis dan kesiapan infrastruktur sekolah.
Sebagai tindak lanjut, Kemendikdasmen berencana menyederhanakan pelaksanaan TKA menjadi dua gelombang untuk setiap jenjang pendidikan. Penyederhanaan itu akan dibarengi dengan penguatan infrastruktur pelaksanaan di sekolah-sekolah agar proses asesmen berjalan lebih efektif dan efisien.
Selain persoalan durasi, pemerintah daerah juga mengusulkan penambahan mata pelajaran dalam TKA. Untuk jenjang SD sederajat, usulan yang muncul adalah penambahan mata pelajaran IPA. Sementara pada jenjang SMP sederajat, usulan mencakup penambahan mata pelajaran IPA dan Bahasa Inggris.
Kemendikdasmen menyatakan tengah menyiapkan framework atau kerangka pengembangan soal untuk kedua mata pelajaran tersebut secara bertahap. Namun, penerapan mata pelajaran baru dalam TKA masih akan dikaji lebih lanjut sebelum diberlakukan secara nasional.
“Penambahan mata pelajaran baru di tahun 2027 belum melibatkan soal daerah. Apabila dilaksanakan di tahun 2027, maka seluruh soal mata pelajaran baru berasal dari pusat,” ujar Toni.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai bagian dari penguatan kualitas asesmen pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada literasi dan numerasi, tetapi juga kompetensi akademik lain yang relevan dengan perkembangan pendidikan global.
IPA dianggap penting karena berhubungan dengan kemampuan berpikir ilmiah, pemecahan masalah, dan pemahaman konsep sains dasar. Sementara Bahasa Inggris dipandang semakin dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi internasional.
Kemendikdasmen menegaskan evaluasi terhadap TKA akan terus dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah, kondisi daerah, serta efektivitas sistem asesmen dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.
Pemerintah juga memastikan setiap perubahan kebijakan akan dilakukan secara bertahap agar tidak membebani peserta didik maupun satuan pendidikan dalam proses implementasinya. (Amri-untuk Indonesia)



