lognews.co.id, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan buku revisi sejarah Indonesia versi digital ditargetkan resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI yang disiarkan melalui TVR Parlemen pada 19 Mei 2026.
Fadli Zon menjelaskan, proses penyusunan substansi sejarah nasional sebenarnya telah rampung. Namun, pemerintah masih melakukan tahap penyempurnaan akhir, khususnya pada aspek desain visual, tata letak, hingga penyesuaian teknis penerbitan agar hasil akhir buku memiliki kualitas akademik sekaligus tampilan yang modern dan mudah dipahami masyarakat.
Menurutnya, finalisasi visual menjadi bagian penting karena buku sejarah nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen resmi negara, tetapi juga mampu menarik minat baca generasi muda yang kini lebih dekat dengan platform digital.
“Kami ingin hasil akhirnya benar-benar matang, baik dari sisi isi maupun tampilannya,” ujar Fadli Zon dalam rapat tersebut.
Dalam tahap penyelesaian akhir, Kementerian Kebudayaan melakukan penyempurnaan pada berbagai komponen penting, seperti desain grafis, pemilihan jenis huruf yang nyaman dibaca, tata letak halaman, hingga pengecekan ulang data dan fakta sejarah untuk meminimalisasi potensi kesalahan informasi.
Pemerintah juga menyiapkan dua format penerbitan, yakni versi digital dan versi cetak. Namun, distribusi digital akan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih mudah diakses masyarakat luas di seluruh wilayah Indonesia.
Format digital nantinya diperkirakan hadir dalam bentuk PDF dan buku elektronik atau e-book yang dapat diakses publik secara lebih praktis melalui perangkat digital.
Proyek revisi sejarah nasional tersebut berada di bawah koordinasi Direktorat Sejarah Kementerian Kebudayaan dengan dukungan anggaran sekitar Rp9 miliar. Dana itu digunakan untuk mendukung seluruh tahapan pengerjaan, mulai dari riset sejarah, penyusunan naskah, penyuntingan akademik, hingga proses desain dan publikasi.
Kementerian Kebudayaan menilai penulisan ulang sejarah nasional menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya bangsa sekaligus memperbarui cara penyampaian sejarah kepada masyarakat modern.
Selain menghadirkan narasi sejarah yang lebih komprehensif, pemerintah berharap buku ini dapat menjadi sarana edukasi publik yang lebih inklusif, mudah dipahami, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Fadli Zon juga menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari upaya lebih luas pemerintah dalam memperkuat sektor kebudayaan nasional, termasuk pengembangan industri kreatif seperti perfilman, musik, serta digitalisasi arsip dan dokumentasi budaya Indonesia.
Peluncuran buku revisi sejarah Indonesia pada 17 Agustus 2026 diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam penguatan literasi sejarah nasional sekaligus warisan pengetahuan bagi generasi mendatang.
(Amri-untuk Indonesia)



