Thursday, 30 April 2026

Penerbit Erlangga Kunjungi Al-Zaytun, Jajaki Kolaborasi Penguatan Pendidikan Berkelanjutan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu – Rombongan Penerbit Erlangga melakukan kunjungan silaturahim ke Ma’had Al-Zaytun pada Selasa (28/4/26). Kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung proses pendidikan berbasis kesadaran ekologis dengan menata alam dengan ribuan pohon besar, kemudian melaksanakan nilai kemandirian, serta capaian prestasi pelajar yang tidak terlepas dari penerapan kurikulum LSTEAMS dalam ekosistem pendidikan yang tidak terputus di lingkungan Al-Zaytun.

Rombongan dipimpin Asisten Managing Director Marzuki bersama Kepala Cabang Cirebon Taufiq Ismail, Kepala Keuangan Cirebon Ichsan, serta tim operasional dan pemasaran lainnya.

Selama kunjungan, tim Erlangga meninjau sistem pendidikan terpadu, proses kemandirian pangan, hingga ekosistem pembelajaran berasrama yang diterapkan di kawasan Al-Zaytun.

lognews.co.id foto 74 erlangga tim kunjungan mahad

Apresiasi Sistem Pendidikan Al-Zaytun

Usai berkeliling, perwakilan Erlangga, Marzuki, menyampaikan apresiasinya terhadap sistem pendidikan yang berjalan di Al-Zaytun. Menurutnya, lembaga tersebut menunjukkan model pendidikan modern yang memadukan kualitas akademik, lingkungan, dan teknologi.

“Kami telah bertemu dengan Syaykh Panji Gumilang dan melihat langsung seluruh proses pendidikan di Ma’had Al-Zaytun. Luar biasa. Mudah-mudahan kita terus bekerja sama untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik, lebih mandiri, berbasis lingkungan dan teknologi,” ujarnya kepada lognews.co.id.

Ia juga berharap sinergi antara Erlangga dan Al-Zaytun dapat terus berlanjut sebagai kontribusi nyata dalam penguatan dunia pendidikan nasional.

Dorong Pendidikan Indonesia Lebih Maju

Marzuki turut menyampaikan pesan kepada para siswa dan tenaga pendidik Al-Zaytun agar terus berjuang membangun Indonesia melalui pendidikan berkualitas.

“Untuk peserta didik dan tim guru di Ma’had Al-Zaytun, teruslah berjuang membawa Indonesia menjadi lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi,” katanya.

Usung Gagasan 500 Pusat Pendidikan Berasrama

Dalam kesempatan tersebut, Syaykh Al-Zaytun menegaskan konsistensi pengembangan kurikulum LSTEAMS sebagai novum gradum atau lompatan revolusioner dalam dunia pendidikan.

Komitmen itu diwujudkan melalui agenda simposium bertema Menuju Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama Demi Terwujudnya Indonesia Modern Di Abad XXI Dan Usia 100 Tahun Kemerdekaan.

Melalui forum tersebut, sekitar 45 profesor disebut akan mengusulkan kepada pemerintah gagasan pendirian 500 pusat pendidikan berasrama di Indonesia sebagai strategi percepatan menuju Indonesia Emas 2045.

Model pendidikan berasrama dinilai sebagai salah satu jalan strategis membentuk generasi unggul, berkarakter, modern, dan siap bersaing di abad ke-21. (Amri-untuk Indonesia)