Oleh : Sri Wahyuni, S.Pd.
lognews.co.id, Indramayu - Pagi masih terasa sejuk ketika matahari belum sepenuhnya tinggi. Sabtu, 7 Maret 2026, bertepatan dengan hari ke-17 Ramadhan. Di wilayah Gantar dan sekitarnya, suasana tampak berbeda. Sejak pagi, semangat kebersamaan sudah terasa di Gate Utara (GU). Orang-orang datang dengan wajah cerah, membawa satu tujuan: menyalurkan kebaikan melalui kegiatan Bakti Ramadhan Ma’had Al Zaytun untuk masyarakat Jama’ah Ka’batullah Indonesia (JKI).
Tepat pukul 07.00 WIB kegiatan dimulai. Seluruh panitia berkumpul untuk briefing yang dipimpin langsung oleh Ketua Jama’ah Ka’batullah Indonesia, Ust. Syafruddin Ahmad, SH. MH. Hadir pula Dr. Ali Aminullah, M.Pd.I. ME. selaku Sekretaris I dan Kurnoto, SE sebagai Sekretaris II, bersama para panitia perwakilan blok dari wilayah Gantar, Hourgelius, dan sekitarnya.
Namun kegiatan pagi itu bukan sekadar pembagian zakat.
Dalam arahannya, Ustadz Ali Aminullah menegaskan bahwa kegiatan Bakti Ramadhan membawa dua misi besar.
Pertama, misi pendidikan.
Ma’had Al Zaytun sebagai pusat pendidikan ingin menanamkan nilai-nilai peradaban kepada masyarakat. Ketertiban, sikap santun, budaya tinggi, hingga cara berkomunikasi yang baik menjadi bagian dari pesan yang dibawa dalam kegiatan ini. Bahkan hal sederhana seperti cara berbicara dan penampilan dianggap penting karena mencerminkan martabat sebuah peradaban.
“Ini bukan hanya menyerahkan paket Bakti Ramadhan kepada masyarakat, tetapi juga membawa misi pendidikan,” ungkapnya.

Kedua, misi diplomasi sosial.
Bakti Ramadhan menjadi jembatan komunikasi antara Ma'had Al Zaytun dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin hubungan yang hangat dan berkelanjutan, bukan hanya berhenti pada momentum pembagian zakat.
Setelah briefing selesai, seluruh panitia memulai kegiatan dengan doa bersama sebelum berangkat menjalankan tugas di blok-blok masing-masing.

Sementara itu, Kurnoto selaku Sekretaris II mengkoordinir panitia ibu-ibu yang sebagian besar berasal dari Warga Belajar (WB) dan alumni PKBM Al Zaytun. Mereka menjadi perwakilan dari berbagai blok di wilayah Gantar dan Haurgeulis.
Paket Bakti Ramadhan yang disalurkan berupa beras 5 kilogram dan gula putih 2 kilogram, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Syaykh kepada masyarakat.
Bagi warga JKI, momentum ini selalu dinanti. Bukan hanya karena bantuan yang diterima, tetapi karena pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat dan pengurus.
Seperti yang terlihat di Blok Gabel, masyarakat berkumpul di rumah Haji Imat sejak pagi. Dengan wajah penuh kegembiraan, mereka menyambut kedatangan perwakilan Ma’had Al Zaytun, Bapak Sukatno.
Dalam prolognya, ia menyampaikan salam dari Syaykh.
“Salamun’alaikum.”
Salam itu langsung disambut hangat oleh masyarakat yang hadir.
“Wa’alaikumsalam… Alhamdulillah, terima kasih,” jawab mereka penuh syukur.
Dalam sambutannya, Bapak Imat selaku Penanggungjawab JKI Blok Gabel menyampaikan rasa terima kasih kepada Syaykh yang selama ini terus memperhatikan masyarakat.
“Semoga Syaykh selalu diberikan kesehatan, panjang umur, dan dimudahkan segala urusannya,” ucapnya.
Yang menarik, kegiatan penyaluran zakat ini juga memperlihatkan peran aktif Warga Belajar dan alumni PKBM Al Zaytun. Mereka tidak hanya menjadi peserta pendidikan di kelas, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat sebagai panitia dan amil.
Di antara mereka tampak Bu Karsini, Bu Tuminah, Bu Sulastri, Bu Hasanah, Bu Umi Kulsum, serta para alumni seperti Bu Suryati, Bu Wasiyem, Bu Kristiani, bahkan calon warga belajar Bu Paryanti.
Di blok lain pun semangat yang sama terlihat.
Di wilayah Gantar misalnya, terdapat WB seperti Bu Sukarti, Bu Partinah, Bu Heriyati, Bu Kasinen, dan Bu Maryati, bersama para alumni Bu Karni, Bu Rohayati, Bu Sulasih, dan Bu Meisinem yang turut aktif membantu pembagian Bakti Ramadhan.
Di Blok Tanjung Sari 1 dan Babakan Betawi (BBT), Bu Juwanah, Bu Sarmi, dan Bu Tuti tampak membersamai ibu-ibu JKI sebagai panitia.
Sementara di Blok Balir, Bu Puji, salah satu alumni PKBM, terlihat sibuk membantu membagikan zakat kepada masyarakat.
Meski sedang berpuasa, wajah mereka tetap penuh semangat. Bagi mereka, tugas ini bukan sekadar kewajiban, tetapi panggilan jiwa.
Peran WB dan alumni PKBM memang tidak berhenti di kegiatan ini saja. Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, mereka juga aktif menggerakkan kegiatan sosial dan keagamaan.
Mereka sering mengajak warga mengikuti istighazah di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin Ma’had Al Zaytun yang dilaksanakan setiap Kliwon. Mereka pula yang mempelopori kegiatan rutinan blok, sebuah forum silaturahmi antara civitas dan masyarakat sekitar.
Ketika ada pertanyaan dari masyarakat, para WB dan alumni ini kerap tampil menjelaskan dengan percaya diri. Kebiasaan berdiskusi, presentasi, dan berbicara di kelas membuat mereka tidak lagi canggung berbicara di depan publik.
Bahkan beberapa di antaranya aktif mengajar mengaji anak-anak di masjid lingkungan tempat tinggal mereka.
Ilmu yang diperoleh dari bangku sekolah tidak berhenti di ruang kelas. Ia hidup dan memberi manfaat di tengah masyarakat.
Inilah wajah pendidikan yang sesungguhnya.
Ketika pendidikan melahirkan manusia yang bukan hanya cerdas, tetapi juga bermanfaat.
Menjelang tengah hari, langit mulai mendung. Rintik hujan turun perlahan, seakan ikut menyertai akhir dari kegiatan hari itu.
Tepat pukul 12.00 WIB, seluruh proses pembagian Bakti Ramadhan selesai dengan lancar.
Para panitia, termasuk Warga Belajar dan alumni PKBM, menuntaskan tugas mereka dengan penuh rasa syukur.
Di balik pembagian zakat yang sederhana, tersimpan makna besar:
tentang kepedulian, pendidikan, silaturahmi, dan langkah kecil yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Dan dari langkah-langkah kecil itulah, peradaban besar selalu bermula.
Alhamdulillah. (Amri-untuk Indonesia)
Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepad Allah



