Sunday, 08 March 2026

Safari Ramadhan Civitas PKBM Al Zaytun dan PIP: Keselarasan Keluarga dan Kemandirian Berkoperasi

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh: Lilis Baiti Jannati

lognews.co.id, Indramayu - Pagi nan cerah di hari Jum'at, 6 Maret 2026, bertepatan dengan hari ke-16 Ramadhan, suasana hangat terasa di blok Gantar, Indramayu. Para Ibu melangkah dengan penuh suka cita menuju kediaman Ibu Siti Bandiyah. Di rumah sederhana itu, mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan istighosah dan Safari Ramadhan bersama civitas PKBM Al Zaytun dan Paguyuban Istri Peduli (PIP). Sebuah pertemuan yang bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga ruang belajar, berbagi pengalaman, serta menumbuhkan kesadaran dalam keluarga dan kemandirian dalam berkoperasi.

Tepat pukul 09.00 WIB, acara istighosah dimulai. Ibu Rohayati memimpin doa dan dzikir dengan penuh khusyu'. Para Ibu anggota Paguyuban Istri Peduli (PIP) yang sebagian besar merupakan alumni dan warga belajar PKBM Al Zaytun, mengikuti istighosah dengan hati yang khidmat. Harapan mereka sederhana namun dalam: semoga pertemuan hari itu membawa perubahan yang lebih baik bagi diri sendiri dan keluarga.

Setelah istighosah selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan inti Safari Ramadhan. Ibu Sukarti, yang juga merupakan warga belajar PKBM Al Zaytun, bertindak sebagai pembawa acara. Dengan memimpin pembacaan Basmallah, ia menandai dimulainya rangkaian kegiatan Safari Ramadhan.

lognews.co.id foto 41ojds

Suasana semakin hangat ketika Ibu Karni, penanggung jawab blok Gantar, menyampaikan sambutannya. Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para pembicara yang telah hadir dan bersedia berbagi ilmu serta pengalaman kepada para Ibu yang hadir pada kegiatan tersebut.

Selanjutnya, Ibu Yatmini, warga belajar PKBM Al Zaytun, menyampaikan sosialisasi program-program Paguyuban Istri Peduli (PIP). Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan salam hangat serta ucapan terima kasih dari Ibu Sri Wahyuni S.Pd., tutor PKBM Al Zaytun sekaligus Ketua PIP, yang berhalangan hadir karena tugas lain. Pesan beliau disampaikan kepada para Ibu atas sumbangsih dan dukungannya selama ini sehingga berbagai program dan kegiatan PIP dapat berjalan dengan lancar.

 

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Dewi Asih Nusantari selaku pembina Paguyuban Istri Peduli dan representatif Koperasi Desa Kota (KODEKO) istri civitas. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya kesadaran dalam berkoperasi. Menurutnya, koperasi bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kesadaran untuk saling menguatkan. Hal ini dicontohkan melalui kisah Ibu Parinten, seorang anggota koperasi sekaligus warga belajar PKBM Al Zaytun yang hanya berpenghasilan dua puluh ribu rupiah per hari, namun tetap mampu menjadi anggota koperasi yang aktif.

Memasuki sesi berikutnya, para peserta mendapatkan materi yang sangat menyentuh tentang keluarga. Ibu Umi Umutiah Marowiyah, S.Psi., hadir menyampaikan materi bertajuk “Parenting Keluarga.” Dalam penjelasannya, ia mengingatkan bahwa sering kali sumber masalah dalam keluarga justru berasal dari diri sendiri. Ia juga menekankan pentingnya mengelola emosi. Menurutnya, ketika emosi muncul, jangan dibiarkan berlarut-larut, cukup sesaat saja, karena emosi yang berkepanjangan dapat memicu sakit fisik.

 1000331666

Materi tersebut disambut dengan antusiasme luar biasa dari para Ibu. Hal itu terlihat dari ramainya tanggapan dan aktifnya peserta dalam memberikan pendapat, terutama ketika membahas berbagai studi kasus keluarga. Satu per satu pertanyaan yang selama ini tersimpan di hati pun disampaikan. Dengan sabar dan penuh empati, Ibu Umi Umutiah merespons setiap pertanyaan yang diajukan.

 lognews.co.id foto 43 dewi

Materi terakhir dalam kegiatan Safari Ramadhan hari itu adalah tentang “Bahasa Kasih.” Materi ini disampaikan oleh Ibu Maryuni, S.Pd.SD. Ia menjelaskan bahwa dalam hubungan suami istri terdapat lima bahasa kasih yang dapat memperkuat keharmonisan rumah tangga, yaitu pujian, sentuhan, pelayanan, kebersamaan, dan waktu. Ketika kelima bahasa kasih tersebut dipahami dan diterapkan, hubungan suami istri dapat menjadi lebih hangat dan harmonis.

Ibu Maryuni juga menegaskan bahwa kunci utama dalam kehidupan rumah tangga adalah terjaganya komunikasi. Tanpa komunikasi yang baik, berbagai masalah kecil dapat berkembang menjadi persoalan besar. Sebagai penutup sesi, para Ibu diberi tugas sederhana namun bermakna: mencari tahu bahasa kasih dari pasangan masing-masing.

Waktu pun berjalan tanpa terasa. Tepat pukul 13.00 WIB, rangkaian kegiatan Safari Ramadhan berakhir. Rasa syukur terpancar dari wajah para peserta. Sebelumnya, para Ibu juga telah menuliskan pesan, kesan, maupun berbagai persoalan keluarga yang mereka rasakan di selembar kertas, sebuah bentuk refleksi diri setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Akhirnya, Safari Ramadhan hari itu ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama. Sebuah pertemuan sederhana yang meninggalkan pesan mendalam: bahwa mendidik dan membangun kehidupan keluarga serta masyarakat pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yaitu beribadah kepada Allah SWT. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah