lognews.co.id, Indramayu - Ma'had Al-Zaytun kembali menghidupkan nilai-nilai luhur kebersamaan melalui kegiatan Sungkai Bersama bertajuk “Taaruf Mewujudkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” pada Kamis, 26 Februari 2026. Sebanyak 177 peserta yang merupakan pelajar lintas angkatan, mulai dari kelas 1 hingga 12 dari berbagai asrama seperti Al-Madani, Al-Fajr, Al-Mushthafa, Al-Nur, dan Persahabatan, berkumpul secara terpadu di Kafe Kita sejak pukul 15.30 WIB.
Acara ini tidak sekadar ritual berbuka puasa, tetapi diisi dengan pentas seni sebagai ruang ekspresi kreativitas pelajar dan guru yang mengintegrasikan elemen LSTEAMS (Law, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Spirituals), khususnya pada aspek seni dan spiritualitas.

Refleksi doa yang dipimpin oleh Ustaz Marzuki, M.Pd., menjadi penguat moral sebelum seluruh pelajar melaksanakan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah di Masjid Rahmatan Lil Alamin Ma’had Al-Zaytun.
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penanaman nilai Sapta Janji Dharma Bakti tentang cinta sesama dan cinta bangsa yang kembali diteguhkan di hadapan seluruh santri dan pembina. Penyelenggara menekankan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak boleh berhenti pada seremoni belaka, melainkan harus diwujudkan secara nyata dalam praktik kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai dan gotong royong antar-sesama penghuni kampus hijau dengan luasan mencapai 1.200 hektare lebih.

Tema utama kegiatan ini diambil langsung dari esensi Sila Kedua Pancasila, yakni "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab". Dalam implementasinya, Ma'had Al-Zaytun mengajarkan bahwa rasa keadilan dan keberadaban harus dijalankan sebagaimana filosofi lambang rantai emas yang terdiri atas mata rantai berbentuk lingkaran dan persegi yang saling berkaitan erat.
Lingkaran melambangkan perempuan dan persegi melambangkan laki-laki, yang secara simbolis menegaskan bahwa setiap individu, tanpa memandang latar belakang, harus bersatu padu dan saling menguatkan layaknya rantai yang tidak terputus. Melalui Sungkai Bersama ini, pendidikan karakter, seni, dan spiritualitas dipadukan secara beriringan untuk membentuk generasi yang beradab, berintegritas, dan memiliki kepekaan sosial tinggi.
Pengalaman interaksi lintas asrama dan angkatan ini menjadi laboratorium sosial yang sangat berharga bagi para pelajar untuk mempraktikkan budaya toleransi dan perdamaian sesuai visi besar lembaga. Dengan demikian, Ma’had Al-Zaytun tidak mencetak tapi menghantarkan pelanjut generasi bangsa yaitu lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki kedalaman rasa kemanusiaan yang adil serta beradab dalam bingkai kebangsaan yang kokoh. (Ukku, Amri-untuk Indonesia)



