Oleh: Rizkhi Nur Fazri Bin Ande Irawan (Kelas XII Mipa R5, Jakarta Pusat)
lognews.co.id, Indonesia - Bangsa Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, keberagaman suku, budaya, dan bahasa, serta jumlah penduduk yang besar. Namun, semua potensi tersebut tidak akan bermakna tanpa pendidikan yang kuat dan bermoral. Sejarah membuktikan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kekuatan ekonomi, tetapi oleh kualitas manusia yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab.
Dalam kehidupan ini, salah satu amanah terbesar yang Allah titipkan kepada kita semua adalah pendidikan. Pendidikan bukan hanya sarana untuk meraih kecerdasan dan keberhasilan duniawi, tetapi merupakan proses pembentukan nilai moral, akhlak, dan kepribadian. Ilmu tanpa moral dapat menyesatkan, sementara moral tanpa ilmu akan melemahkan langkah kita menghadapi tantangan zaman.
Islam mengajarkan bahwa ilmu harus melahirkan adab, dan pendidikan harus menumbuhkan kesadaran akan amanah sebagai khalifah di muka bumi. Pendidikan yang berlandaskan iman dan moral inilah yang akan melahirkan generasi Indonesia yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga tetap berpegang teguh pada nilai kejujuran, keadilan, persatuan, dan kepedulian sosial.
Namun, di tengah kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi, bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Kita menyaksikan masih adanya krisis moral, menurunnya etika sosial, serta melemahnya rasa tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Semua ini menjadi pengingat bagi kita bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada kecerdasan intelektual semata, tetapi harus menanamkan nilai moral, akhlak mulia, dan karakter kebangsaan.
Untuk itulah, pada kesempatan Jum’at kali ini, Khotib menyampaikan khutbah yang berjudul: Pendidikan sebagai Nilai Moral untuk Membangun Masa Depan yang Gemilang
Pendidikan dalam pandangan Islam merupakan amanah besar yang menentukan arah kehidupan manusia. Pendidikan bukan hanya proses mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana menanamkan nilai moral dan membentuk akhlak mulia. Ilmu yang tidak disertai akhlak akan kehilangan makna, bahkan dapat menjadi sumber kerusakan. Oleh karena itu, pendidikan sejati adalah pendidikan yang melahirkan manusia beriman, berilmu, dan beradab dalam setiap aspek kehidupannya.
Nilai moral dalam pendidikan tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, amanah, disiplin, kerja keras, dan kepedulian sosial. Pendidikan yang baik tidak hanya diukur dari tingginya prestasi akademik, tetapi dari kemampuan seseorang menjaga etika dan adab dalam pergaulan. Inilah esensi pendidikan akhlak yang menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan saling menghormati.
Dalam Quran Surat Luqman ayat 17 disebutkan:
يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Artinya:Wahai anakku! Laksanakan sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpahmu, sesungguhnya yang demikian itu termasauk perkara yang penting.
Ayat ini menggambarkan hakikat pendidikan yang menanamkan nilai ibadah, kepedulian sosial, kesabaran, dan akhlak mulia. Inilah inti pendidikan sebagai nilai moral. Pendidikan tidak hanya mengajarkan kecerdasan, tetapi membentuk kepribadian yang bertanggung jawab, rendah hati, dan berani menegakkan kebenaran. Apabila nilai-nilai ini tertanam kuat, maka akan lahir generasi yang berakhlak, berilmu, dan mampu membangun masa depan yang gemilang dengan penuh keberkahan.
Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa tujuan utama pendidikan adalah pembentukan akhlak. Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Hadis ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur dari kecerdasan semata, tetapi dari kemuliaan akhlak. Generasi yang berakhlak mulia akan menjadi generasi yang mampu memikul amanah, menjaga keadilan, dan membawa kemaslahatan bagi sesama.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pendidikan bermoral memiliki peran strategis. Bangsa Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan keberagaman budaya membutuhkan generasi yang berilmu sekaligus berakhlak. Banyaknya permasalahan sosial seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan adalah cermin dari lemahnya pendidikan moral. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi sarana pembentukan karakter bangsa yang berlandaskan nilai ajaran Ilahi, Pancasila, dan semangat kebersamaan.
Masa depan yang gemilang tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi dan ekonomi, tetapi oleh kualitas manusia yang mengelolanya. Pendidikan yang sarat nilai moral akan melahirkan generasi yang bijak dalam menggunakan ilmu dan teknologi, serta mampu membedakan antara yang benar dan yang salah. Dengan demikian, kemajuan zaman tidak menjauhkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Mahad Al-Zaytun adalah lembaga pendidikan yang berkomitmen membangun lingkungan pendidikan dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini sampai Perguruan Tinggi dengan kurikulum berbasis LSTEAMS (Law, Science, Tecnology, Engenering, Art, Mathematic dan Spiritual). Al-Zaytun menjadikan pendidikan sebagai dasar atau pondasi sekaligus tonggak awal untuk membangun kemajuan pembangunan bangsa dalam memanfaatkan sumber daya alam maupun sumber daya manusia bagi keadilan social seluruh rakyat Indonesia.
Al-Zaytun akan memberikan kontribusi besar dalam pengembangan sumber daya manusia yang mempunyai intelektual yang tinggi dan moral yang kokoh, di samping kemampuan lain yang diperlukan dalam kehidupan global.
Oleh sebab itu, tanggung jawab pendidikan berada di pundak seluruh civitas Al-Zaytun: inilah Pelaku Didik yang menghantarkan murid berprestasi dalam bingkai akhlak- budi pekerti dan nilai spiritual serta memiliki seluruh kemampuan yang diperlukan dalam kehidupan global. (Amri-untuk Indonesia)
Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah


