Monday, 09 February 2026

Kampanye 10 Besar Calon Presiden OPMAZ DB Ke-23: Adu Gagasan, Semangat, dan Visi Santri Al-Zaytun

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh: Mochamad Iqbal Aulia, S.Sos.

lognews.co.id, Gantar, Indramayu — Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) Darma Bakti ke-22 sukses menyelenggarakan kegiatan Kampanye 10 Besar Calon Presiden OPMAZ DB Ke-23 pada Kamis malam, 5 Februari 2026. Bertempat di Lantai 2 Gedung Serbaguna Al-Akbar, kegiatan ini menjadi panggung strategis bagi para kandidat untuk menyampaikan gagasan, visi, serta program kerja kepada Pelajar Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun.

Acara yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 20.45 WIB ini disusun dalam empat agenda utama, yakni pembukaan, orasi sepuluh besar kandidat, penampilan, serta penutup. Meskipun terdapat sejumlah santri yang berhalangan hadir karena sakit dan izin, antusiasme peserta yang hadir tetap terasa kuat sepanjang kegiatan.

Ragam Gagasan dari Sepuluh Kandidat

Kampanye diawali dengan orasi Rafa Adliansyah Arizky (No. 1) yang menampilkan semangat kepemimpinan Generasi Z. Berbekal pengalaman sebagai Ketua MPK dan Ketua Paskibra serta prestasi akademik yang konsisten, Rafa menawarkan inovasi pembelajaran melalui pemanfaatan laptop bagi santri MTS guna menciptakan suasana belajar yang lebih variatif.

lognews9 capres01 02

Selanjutnya, Sheerard Aryoseto (No. 2) mengangkat kisah pencarian jati diri yang membawanya pada filosofi perubahan kecil yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya arahan yang tepat bagi santri melalui konsep “SOP Ilahi”, serta fokus pada pengembangan usaha santri melalui Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan dan Perbekalan Umum (KKPU) dan penguatan bidang kesenian.

Dengan gaya enerjik dan penuh kreativitas, Nisrina Amalia (No. 3) menyampaikan orasi bernuansa global melalui penggunaan bahasa Inggris. Mengusung prinsip Novum Gradum (Langkah Baru), ia menegaskan komitmennya terhadap kemajuan santri MTS dan menekankan pentingnya ketulusan dalam berorganisasi.

lognews 10 34

Orchida Meidina Putri (No. 4) tampil reflektif dengan mengaitkan dinamika kehidupan santri dengan analogi roda kehidupan dan Hukum Newton III. Ia menawarkan sistem demokrasi dalam setiap program OPMAZ serta penyediaan wadah khusus pengembangan bakat santri.

Kisah inspiratif datang dari Ihsan Syatiri Ahmad (No. 5) yang menceritakan perjalanannya dari keterbatasan hingga berprestasi. Menggabungkan nilai spiritualitas, intelektualitas, dan konsistensi (Man Jadda Wa Jadda), ia memperkenalkan program Santri Peduli Lingkungan (SPL) sebagai implementasi nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

lognews 11 56

Muhammad Ridho Ashidik (No. 6) menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing di era global tanpa meninggalkan jati diri bangsa. Ia mengusung konsep keseimbangan antara pikiran dan hati sebagai fondasi pelajar unggul, disampaikan dengan gaya komunikatif dan simbolik.

Tema keseimbangan dan keadilan menjadi sorotan Rais Annabiya (No. 7). Ia memandang keberagaman karakter santri sebagai kekuatan, serta mendorong keterlibatan aktif seluruh santri dalam setiap program organisasi dengan kualitas yang optimal.

lognews 13 78

Melalui filosofi angka delapan yang tak terputus, Fira Novianti (No. 8) mengajak santri membangun sinergi berkelanjutan antara Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) dan seluruh elemen santri. Program-programnya berfokus pada kolaborasi internal demi tercapainya tujuan bersama.

Cinta Kenia Al-Mukti (No. 9) menghadirkan orasi yang sarat refleksi personal tentang perubahan mindset dan keharmonisan hidup. Ia menekankan pentingnya pengembangan skill santri sebagai bekal masa depan, disertai nilai ketenangan melalui seni dan musik.

lognews 14 90

Menutup rangkaian orasi, Dinda Meisya (No. 10) menyampaikan pesan religius tentang syukur dan keteguhan dalam mengejar cita-cita. Program unggulannya berupa sistem mentor diharapkan mampu menjadi sarana bimbingan santri dalam merencanakan masa depan secara terarah.

Pendidikan Demokrasi dan Kepemimpinan Santri

Kegiatan kampanye ini tidak sekadar menjadi ajang adu popularitas, melainkan wadah pendidikan demokrasi, kepemimpinan, dan penyampaian gagasan secara santun dan argumentatif. Setiap kandidat menunjukkan keunikan visi dan pendekatan, mencerminkan semangat “Belajar dan berkarya semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah Swt.”

Dengan terselenggaranya kampanye ini, diharapkan para santri Ma’had Al-Zaytun dapat menentukan pilihan secara cerdas, objektif, dan bertanggung jawab demi keberlanjutan OPMAZ Darma Bakti ke-23 yang lebih progresif dan bermakna. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah