Friday, 28 August 2026

El Nino Mengancam, Kementan Perkuat Irigasi Sawah Melalui Program Pompanisasi

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengoptimalkan program pompanisasi sebagai strategi menghadapi potensi El Nino kuat pada 2026. Program tersebut bertujuan menjaga ketersediaan air di lahan pertanian selama musim kemarau ekstrem sehingga produksi pangan nasional tetap terjaga.

Program pompanisasi menyasar lahan sawah yang masih memiliki sumber air, seperti sungai, embung, waduk, maupun saluran irigasi. Melalui langkah ini, pemerintah berharap dapat menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan.

Pompanisasi Jadi Solusi Cepat Hadapi Kekeringan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pompanisasi merupakan solusi cepat untuk mengatasi ancaman kekeringan yang berpotensi terjadi akibat El Nino. Oleh karena itu, pemerintah mempercepat penyaluran pompa air ke berbagai sentra produksi padi di Indonesia.

"Sekarang kita perlu pompanisasi untuk memenuhi air dari sungai ke sawah. Mustahil kita lolos dari krisis pangan kalau solusi cepat ini tidak dilakukan," ujar Amran.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian selama musim kemarau.

Puluhan Ribu Pompa Disiapkan

Pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian Pertanian menyiapkan 56 ribu unit pompa air untuk mendukung program pompanisasi. Hingga saat ini, sekitar 11 ribu unit telah disalurkan kepada daerah penerima, sementara 20 ribu unit lainnya masih dalam proses berdasarkan usulan dari pemerintah daerah.

Selain mempercepat distribusi pompa, Kementan juga melanjutkan program modernisasi pertanian melalui penyaluran berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan).

Bantuan tersebut meliputi traktor, rice transplanter, combine harvester, serta berbagai alsintan lainnya yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus menjaga produktivitas pangan nasional.

Distribusi Diprioritaskan ke Daerah Rawan Kekeringan

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Andi Nur Alam Syah mengatakan distribusi pompa terus dipercepat dengan memprioritaskan daerah-daerah yang mengalami kekeringan namun masih memiliki sumber air permukaan.

"Mitigasi kekeringan harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran," katanya.

Ia menambahkan, program pompanisasi menjadi strategi utama agar petani tetap dapat mengairi sawah meskipun curah hujan menurun.

Kolaborasi Pemerintah dan Petani

Salah satu daerah yang dipersiapkan menerima tambahan bantuan pompa adalah Kabupaten Kendal. Selain 60 unit pompa yang telah disiapkan, pemerintah masih membuka peluang penambahan sesuai hasil identifikasi kebutuhan di lapangan.

Andi menjelaskan bahwa pemerintah daerah, kepala desa, dan kelompok tani diminta aktif memetakan sumber air yang masih tersedia agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

"Pompa kita siapkan, tinggal mencari sumber-sumber airnya. Kalau masih membutuhkan, nanti kita tambah. Kepala desa harus aktif melakukan identifikasi," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.

"Ini kolaborasi antara petani dengan pemerintah yang luar biasa. Masyarakat berswadaya melakukan penggalian sumur dangkal, sementara pompanya disiapkan pemerintah," tuturnya.

 

(Delili untuk Indonesia)