Saturday, 29 August 2026

Gas LPG 3 Kg Langka di Indramayu, Warga Terpaksa Menunggu Berhari-hari demi Mendapatkan Tabung

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram kembali dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu. Masyarakat mengaku harus menunggu hingga beberapa hari untuk memperoleh tabung gas, bahkan ada yang terpaksa menitipkan tabung kosong di warung agar mendapat giliran ketika pasokan datang.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah pendengar Radio Prima 95,8 FM saat diwawancarai reporter di lapangan.

Teh Isah, warga Desa Cadas Ngampar, mengatakan dirinya harus bersabar selama dua hingga tiga hari untuk mendapatkan gas LPG 3 kilogram di warung langganannya.

"Kalau gas habis, biasanya harus nunggu dua sampai tiga hari baru ada lagi. Makanya saya siasati punya dua tabung. Jadi kalau satu habis, masih bisa pakai yang satu lagi sambil menunggu gas tersedia," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Salim, warga Desa Mekarjati. Menurutnya, pasokan gas di wilayahnya hanya datang sekitar satu kali dalam sepekan. Namun, stok tersebut sering kali sudah habis lebih dahulu karena dibeli oleh pihak lain.

"Gas datang seminggu sekali. Biasanya susah dibooking karena banyak yang berani beli dengan harga lebih tinggi. Saya akhirnya cuma nitip tabung kosong di warung sampai benar-benar ada isi lagi," kata Salim.

Selain sulit diperoleh, harga LPG 3 kilogram juga mulai mengalami kenaikan. Jika pada kondisi normal masyarakat dapat membeli dengan harga sekitar Rp22 ribu per tabung, kini harga di tingkat pengecer berkisar antara Rp23 ribu hingga Rp25 ribu.

Fenomena kelangkaan LPG 3 kilogram ini juga ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warga Indramayu mengunggah kondisi pangkalan yang kehabisan stok, antrean pembelian, hingga keluhan sulitnya memperoleh gas bersubsidi. Beberapa unggahan bahkan memperlihatkan masyarakat harus berkeliling ke beberapa warung sebelum akhirnya menemukan tabung yang masih tersedia.

Sementara itu, Pertamina sebelumnya menyampaikan bahwa distribusi LPG subsidi tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, tingginya kebutuhan masyarakat serta kendala distribusi di sejumlah wilayah menyebabkan stok di pangkalan lebih cepat habis sehingga memicu kelangkaan di tingkat konsumen.

Hingga berita ini ditulis, warga berharap pasokan LPG 3 kilogram di Kabupaten Indramayu segera kembali normal sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh gas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. (Sahil untuk Indonesia)