Saturday, 29 August 2026

Dedi Mulyadi: Sudah 1.128 Sekolah Swasta Bergabung dalam SPMB Jawa Barat 2026

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

lognews.co.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperluas akses pendidikan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Hingga saat ini, sebanyak 1.128 sekolah swasta telah resmi menjadi mitra pemerintah dalam pelaksanaan SPMB.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan jumlah sekolah swasta yang bergabung terus mengalami peningkatan. Awalnya tercatat sekitar 750 sekolah, kemudian bertambah menjadi 1.015 sekolah, dan kini mencapai 1.128 sekolah yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Dedi, daftar sekolah negeri maupun sekolah swasta mitra kini sudah tersedia dalam sistem sehingga dapat dipilih oleh calon peserta didik saat proses pendaftaran.

Kemitraan Sekolah Swasta Terus Bertambah

Dedi menepis anggapan yang menyebut banyak sekolah swasta enggan bekerja sama dengan pemerintah. Ia justru menyatakan minat sekolah swasta untuk menjadi mitra Pemprov Jawa Barat terus meningkat.

"Kalau ada yang mengatakan banyak sekolah swasta menolak, justru sebaliknya. Semakin banyak sekolah yang ingin bergabung," ujar Dedi.

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas daya tampung pendidikan sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan formal.

Sekolah Hybrid untuk Warga yang Tetap Bekerja

Selain memperkuat kemitraan dengan sekolah swasta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menghadirkan program sekolah hybrid yang sebelumnya dikenal sebagai sekolah terbuka.

Program ini ditujukan bagi masyarakat yang tidak memungkinkan mengikuti pembelajaran tatap muka setiap hari, seperti atlet, pedagang, petani, nelayan, maupun warga dengan aktivitas lainnya.

Menurut Dedi, sistem pembelajaran akan dilaksanakan secara lebih fleksibel, yakni pada akhir pekan serta didukung pembelajaran secara daring.

"Sistem belajarnya hari Sabtu dan Minggu, kemudian bisa dilakukan secara online," jelasnya.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan ataupun aktivitas utama mereka.

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan

Dedi menegaskan seluruh kebijakan yang diterapkan dalam SPMB 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan belajar bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.

Menurutnya, tidak boleh ada warga yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan waktu, pekerjaan, maupun faktor lainnya.

"Prinsipnya yang penting seluruh warga Jawa Barat bisa sekolah," tegasnya.

Di sela penyampaiannya, Dedi juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dan doa kepada Vita, korban dugaan kekerasan yang masih menjalani pemulihan. Ia berharap Vita segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa. (Sahil untuk Indonesia)