lognews.co.id, Indramayu – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya ditunjukkan dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di kawasan hutan Perhutani wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu. (17/5/26)
Kegiatan panen raya berlangsung di Petak 19 A Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bantarwaru, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sanca, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar. Panen tersebut menjadi simbol sinergi antara Perum Perhutani, Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, hingga berbagai instansi terkait dalam memanfaatkan lahan produktif untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Acara dihadiri Kapolda Jawa Barat Rudi Setiawan, jajaran Polda Jabar, Kapolres Indramayu, Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Agus Yulinto, Administratur KPH Indramayu, unsur Kodim 0616/Indramayu, Dinas Pertanian, Bulog, Kejaksaan, Pengadilan, Balai Kehutanan Bogor, Camat Gantar, kepala desa, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Agus Yulinto menegaskan Perhutani terus mendukung program swasembada pangan nasional melalui pemanfaatan kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, kawasan hutan tidak hanya berfungsi sebagai area konservasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sistem agroforestry atau wanatani.
“Perhutani terus berkolaborasi dengan masyarakat sekitar hutan dan para petani untuk mendorong peningkatan produktivitas lahan melalui sistem agroforestry,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan panen raya tersebut mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar kawasan hutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tantangan global yang memengaruhi pasokan pangan dunia.
“Melalui panen raya ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan,” kata Rudi Setiawan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyoroti persoalan klasik yang kerap dihadapi petani, yakni ketergantungan terhadap tengkulak. Pihaknya mendorong sistem distribusi hasil panen yang lebih baik agar harga jual komoditas pertanian tetap stabil dan keuntungan petani meningkat.
Selain panen raya, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat. Bantuan yang disalurkan antara lain pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI kepada kelompok tani, alat mesin pertanian (alsintan), benih jagung, pupuk, hingga paket sembako.
Program bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi petani sekaligus meringankan biaya operasional pertanian di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Kegiatan panen raya juga terhubung secara daring melalui Zoom Meeting bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Dalam agenda nasional tersebut, Presiden meresmikan operasional 166 Satuan Pelayanan Pertanian Gabungan (SPPG) sebagai bagian dari penguatan sistem pertanian nasional.
Program SPPG diharapkan mampu mempercepat distribusi layanan pertanian, memperkuat pendampingan petani, serta meningkatkan hasil produksi pangan di berbagai daerah.
Bagi Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, panen raya jagung tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.
Kolaborasi antara Perhutani, Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani sebagai ujung tombak sektor pertanian Indonesia. (Amri-untuk Indonesia)



