Sunday, 17 May 2026

PKBM Al-Zaytun Jadi Penggerak Sinergi Pendidikan dan Ekonomi Warga di Gantar

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh Sri Wahyuni, S.Pd. (Tutor PKBM Al Zaytun)

lognew.co.id - Udara siang di Desa Situy Kecamatan Gantar, Indramayu, pada Jumat 16 Mei 2026 itu sejatinya cukup menyengat kulit. Namun, bagi 35 perempuan tangguh yang tergabung dalam Paguyuban Istri Peduli (PIP), terik matahari bukanlah alasan untuk berdiam diri. Dengan langkah mantap, mereka menyusuri jalanan Desa Kiara Kurung menuju kediaman Dewi Asih Nusantari, Pembina PIP sekaligus istri dari Direktur Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) setempat. Siang itu bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah ruang rindu yang dirayakan dalam balutan tasyakuran rumah baru, sekaligus ruang kerja nyata tempat evaluasi bulanan digulirkan. Di sinilah potret nyata bagaimana pendidikan, gerakan sosial, dan kemandirian ekonomi warga yang dimotori oleh KSU Desa Kota Indonesia (Kodeko) berdenyut harmonis di tingkat tapak.


Suasana hangat langsung terasa begitu rombongan pengurus PIP, yang sebagian besar merupakan Warga Belajar, alumni, dan tutor PKBM, memasuki rumah baru Umi Dewi, sapaan akrab sang pembina. Acara yang dimulai tepat pukul dua siang lewat seperempat itu dibuka dengan cerita yang menyentuh hati dari tuan rumah. Umi Dewi mengisahkan bagaimana rumah kokoh di pinggir jalan ini menjadi takdir yang tak disangka-sangka, sebab sedianya ia dan sang suami, Ust. Ali Aminulloh, hanya berencana merenovasi rumah lama mereka yang langganan banjir. Namun, saat hendak melapor ke pimpinan, mereka justru langsung ditawari rumah siap huni tersebut hingga proses kilat tiga hari langsung tuntas. Sambil menitikkan air mata haru yang segera disambut pekik hamdalah dan tawa bahagia ibu-ibu, Umi Dewi mengibaratkan proses ini seperti dijodohkan, sebuah bentuk perhatian dan kasih sayang pimpinan yang luar biasa. Tak lupa, sebagai representatif dari KSU Desa Kota Indonesia, ia membakar semangat para pengurus untuk terus meningkatkan setoran Kodeko dan menyatakan kesiapannya untuk turun ke blok-blok warga kapan saja. Kebahagiaan itu kemudian dikunci lewat kekhusyukan istighasah yang dipimpin oleh Rohayati, seorang alumni PKBM, di mana gema Asmaul Husna dan Asmaul Nabi mengangkasa memenuhi sudut ruangan, membawa doa agar hunian baru tersebut dilimpahi keberkahan.


Usai spiritualitas terisi, giliran profesionalisme organisasi yang unjuk gigi melalui laporan bulanan yang disampaikan secara maraton namun tetap tertib. Sebanyak 13 Penanggung Jawab Blok hadir tanpa absen untuk memaparkan progres nyata di lapangan, mulai dari perolehan donasi, pendataan warga yang siap masuk PKBM dan Kodeko, hingga sosialisasi program anyar seperti tabungan rekreasi dan latihan seni angklung. Transparansi keuangan juga dijunjung tinggi melalui laporan struktur PIP. Karni, alumni PKBM yang memegang donasi jimpitan beras dan kain kafan, memastikan kesiapan stok pangan sosial dan kebutuhan fardu kifayah warga. Sementara itu, Istikomah melaporkan perolehan donasi operasional bulan ini, yang kemudian disusul oleh Yatmini selaku Bendahara Umum yang mengumumkan bahwa total donasi berbentuk uang dari 13 blok berhasil menembus angka 10 juta.


Nafas pendidikan dan kesejahteraan pun tidak luput dari pembahasan siang itu, mengingat gerak PIP memang selalu selaras dengan PKBM. Umi Umutiah dan Winarsih selaku tutor memaparkan strategi jemput bola lewat program Bazar berkala, di mana mereka akan membuka stan khusus yang memamerkan foto kegiatan, piala prestasi, hingga hasil karya Warga Belajar demi menarik minat masyarakat yang putus sekolah agar mau kembali belajar. Dari sektor kesehatan dan jasmani, Esi bersama tim melaporkan hasil tes kebugaran serta distribusi bantuan dana bagi warga yang sakit atau yang membutuhkan tengokan berkala. Sementara dari sisi rohani, kontrol terhadap tilawah anggota terus ditekankan bersamaan dengan usulan pemantapan pelatihan pemulasaraan jenazah. Semua dinamika, angka, dan rencana strategis ini dicatat dengan jemari cekatan oleh Imas Mastini, Sekretaris 2 PIP yang juga merupakan alumni PKBM.


Di penghujung sore, Ketua PIP Sri Wahyuni mengambil alih podium untuk memberikan evaluasi menyeluruh. Senyum sumringah tak bisa disembunyikannya saat mengetahui donasi bulan ini justru meroket dibanding bulan sebelumnya, sebuah bukti nyata dari kerja keras dan kerja ikhlas seluruh sahabat pengurus. Dengan bijak, Sri Wahyuni memberikan arahan yang mencerahkan atas kendala-kendala yang dihadapi Penanggung Jawab Blok di lapangan, yang langsung diterima dengan dada lapang oleh seluruh pengurus. Pertemuan di Kiara Kurung hari itu. akhirnya ditutup dengan rasa syukur yang mendalam. Di bawah atap rumah baru yang berkah, ibu-ibu Gantar telah membuktikan bahwa ketika perempuan bergerak lewat wadah PIP, didukung oleh sistem pendidikan PKBM, dan dikuatkan oleh pilar ekonomi KSU Desa Kota Indonesia, maka kesejahteraan dan kemandirian bukan lagi sekadar impian di atas kertas.