Thursday, 30 April 2026

Demo di Pendopo Indramayu, Tolak Program Strategis Nasional, Revitalisasi Tambak Pantura

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu – Ribuan warga pesisir pantai utara yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Alun-alun Pendopo Indramayu, Kamis (30/4/2026). Massa menyampaikan penolakan terhadap rencana program revitalisasi tambak di wilayah Pantura yang dinilai mengancam mata pencaharian petambak.

Aksi dimulai sekitar pukul 09.48 WIB. Massa bergerak dari titik kumpul di kawasan Kuliner Cimanuk menuju depan kantor pendopo dan menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Tuntutan Penolakan Revitalisasi Tambak

Dalam aksi tersebut, peserta meminta pemerintah daerah menemui warga dan mendengar langsung aspirasi masyarakat pesisir.

Koordinator umum KOMPI, Hatta Bintang, mengatakan warga datang secara damai untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan revitalisasi tambak Pantura.

“Kami datang secara damai. Tujuan kami ingin menyampaikan suara masyarakat pesisir Pantura menolak revitalisasi tambak pantura,” ujarnya.

Petambak Khawatir Kehilangan Sumber Penghidupan

Salah seorang petambak asal Desa Karanganyar, Kecamatan Pasekan, Darso, menyebut lahan tambak yang digarap keluarganya telah menjadi sumber penghidupan turun-temurun selama puluhan tahun.

Menurutnya, lahan yang dahulu berupa rawa dan hutan dibuka serta dikelola keluarga sejak masa awal kemerdekaan. Ia meminta apabila ada pengambilalihan lahan, pemerintah memberikan kompensasi yang layak kepada masyarakat penggarap.

Pemprov Jabar Dukung Program Revitalisasi

Di sisi lain, Dedi Mulyadi sebelumnya memastikan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap program revitalisasi tambak Pantura yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

“Ini adalah hal yang menggembirakan bagi warga Pantura karena ke depan Kementerian Kelautan akan melakukan revitalisasi terhadap tambak-tambak terlantar yang selama ini justru menjadi daerah yang seringkali terkena oleh abrasi,” katanya dikutip Senin (23/2/2026).

Menurut Dedi Mulyadi, program tersebut menjadi kabar baik bagi wilayah pesisir utara Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, dan Indramayu.

Ia menyebut revitalisasi akan menyasar tambak-tambak terlantar yang selama ini rawan terdampak abrasi serta diproyeksikan membuka lapangan kerja baru.

Simbolik Penyerahan Petisi

Selain orasi, massa juga menyerahkan tanda tangan petisi di atas kain putih kepada pemerintah daerah melalui Pelaksana Tugas Kasatpol PP Kabupaten Indramayu, Asep Afandi.

Perwakilan massa turut membawa lima ekor biawak sebagai simbol dalam aksi tersebut.

Pemda Janji Sampaikan Aspirasi ke Bupati

Asep Afandi menyatakan seluruh tuntutan warga akan dicatat dan diteruskan kepada Bupati Lucky Hakim untuk ditindaklanjuti.

“Semua tuntutan KOMPI akan kami terima dan selanjutnya disampaikan kepada Bupati untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Aksi Berjalan Tertib

Demonstrasi mendapat pengawalan aparat gabungan dan berlangsung dalam kondisi tertib, aman, serta kondusif hingga kegiatan selesai.

Warga berharap pemerintah membuka ruang dialog agar kebijakan pembangunan kawasan pesisir tetap memperhatikan hak masyarakat lokal, keberlangsungan usaha tambak rakyat, dan perlindungan lingkungan pesisir. (Amri-untuk Indonesia)