Thursday, 30 April 2026

Tenun Gedogan Indramayu Jadi Warisan Budaya Khas Pesisir

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu – Kain tenun merupakan salah satu hasil kerajinan tradisional Indonesia yang dibuat melalui teknik menyusun benang memanjang dan melintang hingga membentuk lembar kain bernilai seni. Setiap daerah memiliki ciri khas tenun tersendiri, baik dari motif, alat, maupun teknik pengerjaannya.

Salah satu warisan budaya khas Jawa Barat berasal dari Kabupaten Indramayu, yaitu Tenun Gedogan. Kerajinan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir Indramayu.

Asal Nama Tenun Gedogan

Tenun Gedogan dibuat menggunakan alat tradisional bernama gedogan. Nama tersebut diyakini berasal dari bunyi alat saat digunakan menenun yang menghasilkan suara “dog… dog… dog…”.

Teknik pengerjaan masih mengandalkan keterampilan tangan penenun, sehingga setiap lembar kain memiliki nilai tradisi dan keunikan tersendiri.

Bagian Alat Tenun Gedogan

Dalam alat tenun gedogan terdapat beberapa komponen utama yang memiliki fungsi berbeda, yakni:

  • Por: alat penahan pinggang penenun, terbuat dari kayu dan tali rami atau tambang.
  • Suri: berbentuk menyerupai sisir, berfungsi memisahkan benang lusi atas dan bawah.
  • Dayan: papan penarik benang saat proses menenun.
  • Apit: alat penggulung kain hasil tenunan yang diletakkan di depan penenun.

Susunan alat sederhana tersebut menunjukkan kearifan lokal masyarakat dalam menciptakan teknologi tradisional yang efektif dan bertahan lama.

Diakui Sebagai Warisan Budaya

Tenun Gedogan kini telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia asal Jawa Barat. Pengakuan tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi lokal.

Pemerintah Kabupaten Indramayu juga rutin menggelar pelatihan kepada generasi muda agar keterampilan menenun tetap terjaga dan tidak punah.

Potensi Ekonomi Kreatif

Selain bernilai budaya, Tenun Gedogan memiliki potensi sebagai produk ekonomi kreatif daerah. Pengembangan desain, pemasaran digital, dan promosi wisata budaya dinilai dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan perajin lokal.

Pelestarian Tenun Gedogan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis warisan budaya daerah. (Amri-untuk Indonesia)