lognews.co.id, Indramayu – Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu mengapresiasi lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir setelah diterapkannya sistem swakelola di dua pasar daerah, yakni Pasar Jatibarang dan Pasar Karangampel. Kebijakan tersebut dinilai efektif meningkatkan penerimaan daerah sekaligus memperbaiki tata kelola parkir. (3/5/26)
Anggota Komisi III DPRD Indramayu Nico Antonio mengatakan capaian tersebut menunjukkan pengelolaan mandiri mampu memberi hasil nyata bagi keuangan daerah.
“Kami melihat adanya lonjakan PAD yang cukup signifikan dari swakelola parkir di Pasar Jatibarang dan Karangampel. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Menurut Nico, keberhasilan swakelola tidak hanya berdampak pada naiknya PAD, tetapi juga memperkuat prinsip transparansi dan efisiensi. Dengan sistem ini, potensi kebocoran pendapatan dinilai bisa ditekan, sementara pelayanan parkir kepada masyarakat menjadi lebih tertata.
Komisi III DPRD juga mendorong pola serupa diperluas ke pasar-pasar lain di Indramayu guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“Jika pola ini diterapkan di lebih banyak titik, tentu kontribusi PAD akan semakin besar,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan kroscek terhadap 12 pasar lain yang belum melaporkan perkembangan pengelolaan parkir. Menurut dia, pelaksanaan swakelola oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri Kabupaten Indramayu telah berlandaskan Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Indramayu Suhendri menegaskan capaian PAD dari sistem swakelola jauh lebih baik dibanding saat pengelolaan diserahkan kepada pihak ketiga.
“Dulu saat dikelola pihak ketiga, 13 pasar hanya menyumbang sekitar Rp900 juta per tahun. Sekarang, dari dua pasar saja sudah terlihat lonjakan signifikan,” ungkapnya.
Ia menyebut sebelum swakelola diterapkan, pendapatan parkir di salah satu pasar hanya sekitar Rp1,13 juta per hari. Setelah dikelola langsung, nilainya meningkat hingga tiga kali lipat.
Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Diskopdagin Indramayu Mardono menyampaikan terima kasih atas apresiasi DPRD. Ia menegaskan swakelola parkir menjadi bagian strategi memperkuat kemandirian daerah.
“Alhamdulillah, PAD memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya.
Mardono menambahkan, capaian kinerja triwulan pertama telah mencapai 25 persen dan pihaknya optimistis target tahunan dapat terpenuhi hingga 100 persen pada akhir tahun.
Lonjakan PAD sektor parkir ini dinilai menjadi bukti optimalisasi pengelolaan aset daerah mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan, mulai dari infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan layanan publik. (Amri-untuk Indonesia)



