lognews.co.id, Indramayu – Ribuan masyarakat Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu memadati pesisir dalam perayaan tradisi Pesta Laut atau Nadranan yang digelar meriah sebagai wujud syukur atas hasil laut. (16/4/26)
Tradisi tahunan khas masyarakat pesisir ini kembali digelar dengan melibatkan berbagai elemen warga, khususnya nelayan, yang secara turun-temurun menjaga warisan budaya tersebut.
Tradisi Syukur dan Kebersamaan Nelayan
Nadranan menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas rezeki dari laut, sekaligus mempererat solidaritas sosial antarwarga pesisir.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh kelompok nelayan KPL Mina Sejati Jaya bersama pemerintah desa setempat, dengan partisipasi luas dari masyarakat.
Ketua KPL Mina Sejati Jaya, Tohadi, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menyukseskan acara tersebut.
“Partisipasi masyarakat sangat tinggi, termasuk para nelayan yang berhasil menghimpun dana dan melibatkan sekitar 300 perahu yang bersandar di Baroh Kali Limbangan,” ujarnya.
Ritual Larung Sesaji Jadi Puncak Acara
Dalam prosesi Nadranan, masyarakat menyiapkan berbagai sesajian sebagai simbol penghormatan dan rasa syukur. Sesaji tersebut meliputi nasi tumpeng, aneka makanan tradisional, hingga kepala kerbau.
Seluruh sesaji kemudian dilarung ke laut menggunakan perahu kecil yang telah dihias, sebagai bagian dari ritual sakral yang dipercaya membawa berkah, keselamatan, dan kelimpahan hasil tangkapan.
Warisan Budaya Pesisir Terus Dijaga
Nadranan telah berlangsung sejak lama dan menjadi identitas budaya masyarakat pesisir Indramayu. Tradisi ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki fungsi sosial sebagai ruang kebersamaan dan gotong royong.
Pelestarian tradisi ini menjadi penting di tengah arus modernisasi, agar nilai-nilai lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
(Amri-untuk Indonesia)



