lognews.co.id, Indramayu — Pemerintah Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis, menggelar tradisi adat Mapag Sri sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan keberkahan pertanian. (14/4/2026)
Kegiatan tersebut dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga yang mengikuti rangkaian acara adat secara bersama-sama.
“Melalui acara Mapag Sri ini, kita ingin menjaga agar budaya nenek moyang tidak hilang ditelan zaman, sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk selalu bersyukur atas apa yang telah kita terima hari ini,” (14/4/2026) ujar Kepala Desa Kertanegara H. Mulyono.
Ia menjelaskan Mapag Sri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat agraris di wilayah Jawa dan Sunda sebagai simbol menyambut musim panen sekaligus bentuk penghormatan terhadap Dewi Sri atau Dewi Padi.
“Mapag Sri adalah tradisi tahunan masyarakat sebagai wujud syukur menjelang panen raya, sekaligus penghormatan kepada Dewi Padi,” (14/4/2026) kata Mulyono.
Dalam pelaksanaannya, warga membawa hasil bumi seperti padi, buah, dan sayuran sebagai simbol kelimpahan rezeki, disertai doa bersama serta pertunjukan wayang kulit.
Pemerintah desa menyebut tradisi ini juga berfungsi sebagai ruang memperkuat kebersamaan sosial sekaligus menjaga kesinambungan budaya lokal di tengah perubahan zaman.
(Amri-untuk Indonesia)



