lognews.co.id, Indramayu — Operasional Bus Primajasa rute Bekasi–Indramayu dipastikan tetap berjalan setelah mediasi antara pengurus Primajasa dan para sopir Elf trayek Indramayu–Patrol yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Indramayu pada Senin (6/4/26). Mediasi dilakukan menanggapi keluhan sopir Elf terkait pengambilan penumpang di jalur Pantura yang dinilai melampaui batas wilayah operasi. (6/4/26)
Para sopir Elf menyebut kehadiran Primajasa menyebabkan penurunan drastis jumlah penumpang jarak dekat, terutama pelajar yang menjadi basis utama mereka. “Semenjak ada Primajasa, pendapatan kami berkurang karena penumpang jarak dekat juga diambil. Seharusnya kita saling menghargai wilayah operasional,” ujar Iis, salah satu sopir Elf.
Pihak Primajasa melalui Febri menjelaskan persoalan yang terjadi hanya akibat miskomunikasi antarpetugas dan menyatakan siap mematuhi seluruh poin kesepakatan hasil mediasi. Kasi Lalu Lintas Dishub Indramayu, Dedi S., menegaskan kesepakatan menetapkan pembagian wilayah dengan jelas: Primajasa diperbolehkan mengambil penumpang di Pantura untuk arah Bekasi, namun dilarang mengambil penumpang dari rute Patrol menuju Indramayu karena wilayah itu menjadi hak angkutan lokal.
Kesepakatan dicapai melalui dialog yang melibatkan Dishub, kepolisian, sopir Elf, pengurus angkot, dan manajemen Primajasa. Kapolsek Sindang, AKP Karnala, memastikan proses berlangsung aman dan kondusif, serta mengapresiasi komitmen kedua pihak menjaga ketertiban transportasi tanpa aksi sepihak di jalanan.
(Amri-untuk Indonesia)



