Thursday, 09 April 2026

Bupati Lucky Hakim Perintahkan Evakuasi 7 Pekerja Indramayu Telantar di Papua

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu — Bupati Indramayu Lucky Hakim bergerak cepat setelah menerima laporan tujuh pekerja asal Indramayu telantar di Sermayam, Merauke, Papua Selatan. Ia menginstruksikan Disnaker Indramayu untuk segera mengevakuasi mereka, dengan seluruh biaya pemulangan ditanggung Baznas. (8/4/26)

Kepala Disnaker Indramayu, Endang Ismiati, menyatakan perintah bupati bersifat segera. “Pak Bupati sudah memerintahkan kami agar segera memulangkan tujuh pekerja yang telantar di Papua. Semua biaya pemulangan ditanggung Baznas,” ujarnya. Aksi cepat ini menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan kondisi para pekerja setelah ditelantarkan mandor proyek bangunan. Hak upah mereka tidak dibayarkan, sementara mandor menghilang.

Disnaker melacak keberadaan mereka hingga terhubung dengan Catu Wijaya, warga Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi. Catu menjelaskan ia dan enam rekannya berangkat untuk bekerja di proyek bangunan, namun tidak menerima upah sesuai kesepakatan. Endang menegaskan pihaknya terus memantau situasi. “Alhamdulillah sekarang sudah bisa menghubungi Pak Catu, tinggal menunggu kesiapan untuk dipulangkan ke Indramayu,” katanya.

Meski Disnaker, Dinsos, dan Baznas siap memulangkan mereka, para pekerja masih bertahan di Merauke untuk mengupayakan penyelesaian gaji. Pemerintah memastikan tiket pesawat akan dibeli segera setelah mereka menyatakan siap pulang. Ketujuh pekerja tersebut adalah Mulyadi, Yogi Setiawan, dan Catu Wijaya dari Desa Rajasinga; Ahmad Malik Ibrahim dari Desa Jatimulya; Jayadi dari Desa Cikawung; Carwadi dari Desa Plosokerep; serta Rasim dari Blok Sarmita, Desa Puntang, Kecamatan Losarang. Pemkab Indramayu berharap persoalan upah segera selesai agar mereka bisa kembali ke keluarga dengan selamat.

(Amri-untuk Indonesia)